Monday, February 2, 2009

Dulu Ikut Setan, Sekarang Ikut YESUS (Kesaksian Pak Sardi)

Terpujilah nama Tuhan kita, Yesus Kristus, yang telah mati di kayu salib dan bangkit pada hari yang ketiga untuk menyelamatkan kita, orang-orang berdosa. Puji syukur bilamana pada kesempatan ini Tuhan mengizinkan saya membagi berkat melalui kesaksian kepada Saudara sekalian di mana pun berada.

Perkenalkan, nama saya adalah Sardi atau biasa dipanggil Pak Sardi. Pengalaman ini berawal pada tahun 2003. Saat itu saya benar-benar dijamah secara luar biasa oleh Tuhan, di mana Tuhan Yesus Kristus telah melepaskan saya dari belenggu dan jeratan iblis melalui ilmu-ilmu yang pernah saya miliki.

Dari kecil saya menganut agama X. Keadaan keluarga yang kacau (broken home) sangat mendukung saya untuk terlibat dalam ilmu-ilmu yang menggunakan kuasa kegelapan. Saya merasa tidak mendapatkan perlindungan dan kasih sayang dari orang tua. Akhirnya, saya memutuskan untuk mencari sesuatu yang dapat melindungi saya, yaitu ilmu-ilmu hitam dan pegangan-pegangan. Perjalanan saya mencari ilmu-ilmu hitam tersebut telah sampai ke beberapa tempat di pulau Jawa, seperti di Banten, Surabaya, Solo, Cirebon, Rawa Pening, Gunung Merapi, dan sebagainya.

Ilmu yang sudah saya pelajari adalah ilmu naga, di mana saya bisa berperilaku seperti naga, dengan mata merah dan jalan seperti ular; ilmu macan, bisa mencengkeram dengan kuat seperti macan yang mengakibatkan luka; ilmu kera putih, saya bisa memanjat pohon dengan cepat dan bertengger di dahan kecil seperti kera tanpa terjatuh; ilmu kekebalan, pernah terbukti ketika saya dikeroyok lebih dari lima orang, tetapi saya tidak apa-apa dan mereka kalah, dan ketika saya menaiki sebuah sepeda motor saat melaju dengan cepat lalu mendadak remnya blong. Dengan ilmu itu saya dapat menghentikannya, di mana tangan, saya jadikan rem pada ban depan. Selain itu, saya juga bermain reog dan sering kesurupan; ditandai dengan memakan berbagai macam bunga dan sesajen.

Saat itu saya merasa bangga dan senang dengan diri saya sendiri. Orang-orang di sekitar saya merasa segan dan takut kepada ilmu-ilmu saya. Tetapi di lain pihak, yaitu di dalam hati, saya mengalami pergumulan yang hebat. Emosi saya tidak terkontrol, sering terlibat dalam perkelahian, batin saya merasa tidak tenang, tidak ada damai sejahtera, mengalami kebingungan, dalam mencari rejeki pun sulit, seolah-olah berkat yang saya terima tidak dapat saya nikmati -- seperti ada yang merampasnya. Saya pun tidak dapat mengucap syukur kepada Tuhan karena yang ada dalam diri saya adalah emosi dan kesombongan pribadi.

Saya mengenal Kristen setelah saya menikah dengan istri saya yang adalah orang Kristen. Meskipun demikian, saya tetap menjadi orang Kristen "abangan" yang tidak tahu apa-apa sehingga dosa itu masih ada dalam diri saya. Dampak dari ilmu-ilmu yang saya miliki, sampai saya memunyai anak dan istri, masih saja memengaruhi saya. Emosi dan kesombongan saya semakin menjadi-jadi sehingga istri dan anak saya sering menjadi sasaran kemarahan. Saya mengeluarkan kata-kata yang tidak sepantasnya kepada mereka. Kadang-kadang saya melemparkan pukulan ke tubuh mereka sehingga kehidupan rumah tangga sehari-hari diisi dengan pertengkaran dan perselisihan keluarga. Damai dan ketenangan itu terasa begitu jauh. Saya pun semakin larut dalam keadaan yang kritis, di mana ekonomi keluarga mulai sulit sehingga menambah runcing pertikaian di dalam keluarga saya.

Tetapi Tuhan Yesus sungguh sangat baik. Ternyata Tuhan memperhitungkan dan mengasihi saya walaupun saya tidak menyadari akan hal itu. Saya menyadarinya tiga tahun yang lalu, di mana kehidupan pribadi dan keluarga saya masih dalam keadaan sulit. Saat itu saya dipertemukan dengan seorang teman yang dipakai Tuhan untuk melepaskan saya dari ikatan roh-roh jahat yang mengikat dan membelenggu saya. Inilah waktu yang sangat berkesan di dalam hidup saya selama ini. Saya merasakan kelegaan yang belum pernah saya rasakan sebelumnya, tubuh saya ringan, beban-beban hidup pun menjadi ringan, sakit di bagian perut sebelah kanan yang selama ini saya derita tanpa diketahui penyebabnya, sembuh dalam beberapa hari setelah saya dilepaskan.

Sekarang saya menyadari, berteman dan mengikatkan diri dengan roh jahat itu sangat berbahaya bagi kehidupan saya. Hal itu membawa saya jauh dari Tuhan dan berkat Tuhan dirampas. Saat ini pemulihan terjadi di dalam keluarga saya. Berkat Tuhan dapat kami nikmati bersama, damai dan sukacita pun dapat kami rasakan.

Demikian kesaksian yang dapat saya sampaikan. Dulu, saya adalah orang yang terikat dengan roh-roh jahat. Saya memandang semua itu untuk kebaikan saya, tetapi pada akhirnya justru membawa saya kepada penderitaan secara jasmani maupun rohani. Saya berharap, sebagai orang percaya yang sudah diselamatkan melalui pengorbanan Tuhan Yesus Kristus, jangan sekali-kali kita berkompromi atau bahkan mengikatkan diri kepada roh-roh jahat. Hanya Yesus saja satu-satunya jalan keselamatan, tidak ada yang lain. Saya sudah membuktikan dan merasakannya. Terima kasih, Tuhan memberkati, Amin.


10 comments:

RAYA said...

it's a good testimony

ida said...

apa kebenaran sejati itu ? apakah dengan jalan ini hanya kita yang di selamatkan.bagamana dengan yang lain ? dan di indonesia ada lima agama apakah berarti ada 5 tuhan.perlu di ketahui kekuatan hitam dan putih semua tunduk pada Beliau.atas/bawah,tinggi/rendah,kiri/kanan,ingat tuhan tidak menjauhkan manusia tapi manusialah jauh dari Tuhan. iblis ada pada diri sendiri dengan jalan pengendalian diriKarmaphala

!Artikel utama untuk bagian ini adalah: Karmaphala

Agama Hindu mengenal hukum sebab-akibat yang disebut Karmaphala (karma = perbuatan; phala = buah/hasil) yang menjadi salah satu keyakinan dasar. Dalam ajaran Karmaphala, setiap perbuatan manusia pasti membuahkan hasil, baik atau buruk. Ajaran Karmaphala sangat erat kaitannya dengan keyakinan tentang reinkarnasi, karena dalam ajaran Karmaphala, keadaan manusia (baik suka maupun duka) disebabkan karena hasil perbuatan manusia itu sendiri, baik yang ia lakukan pada saat ia menjalani hidup maupun apa yang ia lakukan pada saat ia menjalani kehidupan sebelumnya. Dalam ajaran tersebut, bisa dikatakan manusia menentukan nasib yang akan ia jalani sementara Tuhan yang menentukan kapan hasilnya diberikan (baik semasa hidup maupun setelah reinkarnasi)[8].

[sunting] Punarbhawa

!Artikel utama untuk bagian ini adalah: Samsara

Punarbhawa merupakan keyakinan bahwa manusia mengalami reinkarnasi. Dalam ajaran Punarbhawa, reinkarnasi terjadi karena jiwa harus menanggung hasil perbuatan pada kehidupannya yang terdahulu. Apabila manusia tidak sempat menikmati hasil perbuatannya seumur hidup, maka mereka diberi kesempatan untuk menikmatinya pada kehidupan selanjutnya. Maka dari itu, munculah proses reinkarnasi yang bertujuan agar jiwa dapat menikmati hasil perbuatannya (baik atau buruk) yang belum sempat dinikmati. Proses reinkarnasi diakhiri apabila seseorang mencapai kesadaran tertinggi (moksha).Dalam berbagai pustaka suci Hindu, banyak terdapat sloka-sloka yang mencerminkan toleransi dan sikap yang adil oleh Tuhan. Umat Hindu menghormati kebenaran dari mana pun datangnya dan menganggap bahwa semua agama bertujuan sama, yaitu menuju Tuhan, namun dengan berbagai sudut pandang dan cara pelaksanaan yang berbeda. Hal itu diuraikan dalam kitab suci mereka sebagai berikut:

samo ‘haṁ sarva-bhūteṣu na me dveṣyo ‘sti na priyah
ye bhajanti tu māṁ bhaktyā mayi te teṣu cāpy aham

(Bhagavad Gītā, IX. 29)

Arti:

Aku tidak pernah iri dan selalu bersikap adil terhadap semua makhluk.
Bagi-Ku tidak ada yang paling Ku-benci dan tidak ada yang paling Aku kasihi.
Tetapi yang berbakti kepada-Ku, dia berada pada-Ku dan Aku bersamanya pula



Ye yathā mām prapadyante tāms tathaiva bhajāmy aham,
mama vartmānuvartante manusyāh pārtha sarvaśah

(Bhagavad Gītā, 4.11)

Arti:

Jalan mana pun yang ditempuh seseorang kepada-Ku,
Aku memberinya anugerah setimpal. Semua orang mencari-Ku
dengan berbagai jalan, wahai putera Partha (Arjuna)



Yo yo yām yām tanum bhaktah śraddhayārcitum icchati,
tasya tasyācalām śraddhām tām eva vidadhāmy aham

(Bhagavad Gītā, 7.21)

Arti:

Kepercayaan apapun yang ingin dipeluk seseorang,
Aku perlakukan mereka sama dan
Ku-berikan berkah yang setimpal supaya ia lebih mantap


Atma/sang roh adalah kekal /tidak untuk badan wadag ini Atma tattwa merupakan kepercayaan bahwa terdapat jiwa dalam setiap makhluk hidup. Dalam ajaran Hinduisme, jiwa yang terdapat dalam makhluk hidup merupakan percikan yang berasal dari Tuhan dan disebut Atman. Jiwatma bersifat abadi, namun karena terpengaruh oleh badan manusia yang bersifat maya, maka Jiwatma tidak mengetahui asalnya yang sesungguhnya. Keadaan itu disebut Awidya/kegelapan. Hal tersebut mengakibatkan Jiwatma mengalami proses reinkarnasi berulang-ulang. Namun proses reinkarnasi tersebut dapat diakhiri apabila Jiwatma mencapai moksa .Dalam agama Hindu, seorang umat berkontemplasi tentang misteri Brahman dan mengungkapkannya melalui mitos yang jumlahnya tidak habis-habisnya dan melalui penyelidikan filosofis. Mereka mencari kemerdekaan dari penderitaan manusia melalui praktik-praktik askese atau meditasi yang mendalam, atau dengan mendekatkan diri kepada Tuhan melalui cinta kasih, bakti dan percaya (Sradha).

Umat Hindu juga menyebut agamanya sebagai Sanatana Dharma yang artinya Dharma yang kekal abadi.

Menurut kepercayaan para penganutnya, ajaran Hindu langsung diajarkan oleh Tuhan sendiri, yang turun atau menjelma ke dunia yang disebut Awatara. Misalnya Kresna, adalah penjelmaan Tuhan ke dunia pada jaman Dwaparayuga, sekitar puluhan ribu tahun yang lalu[14]. Ajaran Kresna atau Tuhan sendiri yang termuat dalam kitab Bhagawadgita, adalah kitab suci Hindu yang utama. Bagi Hindu, siapapun berhak dan memiliki kemampuan untuk menerima ajaran suci atau wahyu dari Tuhan asalkan dia telah mencapai kesadaran atau pencerahan. Oleh sebab itu dalam agama Hindu wahyu Tuhan bukan hanya terbatas pada suatu zaman atau untuk seseorang saja. Bahwa wahyu Tuhan yang diturunkan dari waktu ke waktu pada hakekatnya adalah sama, yaitu tentang kebenaran, kasih sayang, kedamaian, tentang kebahagiaan yang kekal abadi, tentang hakekat akan diri manusia yang sebenarnya dan tentang dari mana manusia lahir dan mau ke mana manusia akan pergi, atau apa tujuan yang sebenarnya manusia hidup ke dunia.

Anonymous said...

saudari ku ida, q ngerti setiap semuanya itu ialah hukum tabur tuai yang terjadi, tapi saudari q ida filosofi ajaran budha memang baik " semoga semua makhluk berbahagia " tetapi ajaran tentang reinkarnasi itu adalah tipuan iblis semata, dengan reinkarnasi orang akan berpikir bahwa nanti juga q akan lahir lagi koq, jadi jalani aja kehidupan yang sekarang, tapi saudari q ida itu semua salah reinkarnasi itu tidak ada, bukan maksud saya memdebatkan hal ini, tidak saudari q tapi saya hanya memberitakan kebenaran , setiap manusia yang yang terlahir itu unik liat aja sidik jarinya beda semua walaupun kembar identik sekalipun.
Setelah kematian itu tidak ada reinkarnasi tetapi kembali kepada Bapa ada 2 jalan yang akan dihadapi oleh kita setelah kematian
1. jalan kepada Bapa ( bila telah lahir baru dan bertobat, Tuhan memberi jaminan keselamatan bagi anak - anaknya )
atau
2. jalan menuju kepada maut yang kekal ( neraka )
bagi yang tidak percaya bahwa Tuhan Yesus adalah Tuhan dan Juruslamat

saya juga penuh kekurangan, saya juga sedang belajar untuk semakin dewasa dalam rohani saya...

tapi itulah adanya saya... mohon maaf saudari q ida bila saya kurang berkenan bagi saudari q ida,,,
tapi percaya Tuhan juga mengasihi Anda dan Ia rindu Anda mengenal Dia dan merasakan kasih-Nya yang melimpah dalam hidup Anda...

Hidup saya hanya sekali, dan hidup yang saya miliki semuanya bagi kemuliaan nama Tuhan Yesus... my Lord and My Savior...

Tuhan Yesus memberkati

pozzzmo@yahoo.com said...

Saya mau ikut setan, bagaimana caranya?

Anonymous said...

Buat Sdri Ida.....

Sedikit menanggapi pertayaan sdri?

apa kebenaran sejati itu ? apakah dengan jalan ini hanya kita yang di selamatkan.bagamana dengan yang lain ? dan di indonesia ada lima agama apakah berarti ada 5 tuhan.perlu di ketahui kekuatan hitam dan putih semua tunduk pada Beliau.atas/bawah,tinggi/rendah,kiri/kanan,ingat tuhan tidak menjauhkan manusia tapi manusialah jauh dari Tuhan. iblis ada pada diri sendiri dengan jalan pengendalian diriKarmaphala

Menurut saya, bahwa manusia sendirilah yang saling membedakan dengan agama. Perlu diingat ALLAH Yang MAHA inilah Merajai semua Agama di dunia. Dimata ALLAH Yang ESA,yang dilihat adalah semua manusia sama dihadapanNya diciptakan dari debu tanah....Singkat cerita...Tidak ada reinkarnasi, karena mereka mempunyai satu kali kehidupan fana...Karena Rencana ALLAH Yang MAHA adalah Kehidupan KEKAL bersama DIA didalam KEKUDUSAN. Semenjak, manusia jatuh kedalam DOSA karena tipu daya Setan. Ingat ALLAH tidak dapat Kompromi antara KEKUDUSANNYA dgn Dosa.Oleh karena itu rasa KASIH yang Besar akan ciptaannya[manusia], ALLAH Yang Esa, menyerahkan AnakNYa yang Tunggal = Yesus Kristus [Kalimatullah / Firman yang Hidup menjelma menjadi manusia] menjadi JALAN,KEBENARAN & HIDUP membawa kembali manusia pd Keselamatan melalui pengorbanan darahNya di KAYU SALIB. Jadi tidak ada jalan-jalan yang lain, hanya satu JALAN.

Mungkin kmu berpilir kok ALLAH beranak, katanya ESA [SATU]. Jawabannya krna ALLAH itu MAHA melebihi pikiran manusia, [melebihi pikiran kamu dan saya] yang berpikir apakah terjadi hubungan badan...[Tentu TIDAK]

Bilamana sdri.Ida ingin mengetahui dengan tulus tanpa pretex mau menolak Dia. Saya sarankan berdoalah secara pribadi sesuai dgn cara sdri, tapi boleh sdri tambahkan dalam doanya "Ya Yesus, boleh kah Engkau menunjukkan kpda aku JALAN, KEHIDUPAN dan KEBENARAN." Lakukan dengan tulus, kesederhanaan dan kasih...Semoga pertanyaan yg kmu cari mendapatkan jawaban tapi dgn sabar biar ALLAH YANG ESA menilai ketulusan Hatimu...Dan ingat jangan pernah dgn niat buruk, ya. TUHAN YESUS KRISTUS memberkati.

Dan jangan takut pula ama IBLIS walaupun ada didalam diri kita, bila kamu percaya dan dengan Ketulusan hati mau mengenal YESUS. Semua, Setan dan iblis akan GEMPAR dan TAKUT.Sudah terbukti...loh

Anonymous said...

If you are planning to Abercrombie and Fitch make a profit, Abercrombie then giving away promotional clothing Abercrombie Sale as a promotional gift will never Cheap Abercrombie let you lose your aspiration. Abercrombie outlet This is the best way to reap profits. The first step towards this is abercrombie Jeans by deciding your budget. A well Abercrombie Pants planned budget can get you the best promotional items at reasonable cost which will easily be Abercrombie Tees accepted by the masses. Regardless, Abercrombie Shorts selling branded promotional Abercrombie Sweaters clothing with your own brand is another way to gain instant popularity. The natural impulse for almost all retailers is to make a huge profit on the products already in the stockpile. But it would be wiser to purchase loads of unique promotionally priced clothing items, promote it at good deal basement price and then put it on the market of sale. This way the scope of attracting populace to the store increases. This merchandise actually pushes benefits with its attractive features. It not only provides name and popularity to your brand but also helps to reap noticeable profit also.

Dzulhaziq said...

Iya, Saya seorang kanak2 yang aslnya dri Malaysia. Saya mendapati terdapat perbalahan dalam bidang agama ini, yang menganut agma islam sering berbalah sama penganut kristien. Ys, mungkin anda sendiri tertanya-tanya saya menganut agama apakan ? Saya adalah penganut agama Islam, wahai muslimin muslimat sekalian, apakah perlu kita berbalah dengan penganu agama lain ? Allah sudah mengatakan firmannya didalam al-quran bahawa tiada paksaan dalam islam ? Emangnya kalian gak berasa malu ? Pasti akan timbul konflik nanti bahawa orang islam tidak mempunyai moral yang bagus ? Apa kalian gak ada perasaan segan ? Saya yang baru berusia 13 tahun aja bisah berfikir, apa lagi kalian yng jarak umurnya lebih gedek dari sya, maaf kalau bahasa indonesia yng saya tulis ini gak berapa jelas, tapi.. Bagi semua agama, pasti semuanya mengajar yang baikkan ? gak kira islam, kristian, budha atau hindu, pasti mengajar benda yang baik, cuma terpulang kepada penganut gimana harus mempraktikkannya, udah, emangnya kalian mahu yang mencetuskan perang antara agama ? ya pasti semuanya maukan yang terbaik.. Saya cuma berharap semua agama mampu berbaik.. bak kata pepatah melayu. Ambil yang jernih, buang yang keruh. Ya, emang ada manusia yang mereka-reka cerita, mencaci agama ini atau itu, tetapi kalian harus ingat, apa yng perlu kita focuskan ialah kepada siapa yang mengatakannya, bukan kepada agama itu ?


Assalammualaikum..

book-investment said...

Saudara2 ku terkasih masukan sbg perbandingan Kalo di Alkitab sbb. =
di Perjanjian lama ( torat ) menyatakan “perbuatan baik tanpa cacat ” dapat menyelamatkan manusia dari hukum keadilan Allah ( ingat Torat bukan sekedar perbuatan namun juga sikap batiniah )
Namun smua manusia sdh jatuh dlm kuasa dosa ( kecuali Yesus ) shg mungkinkah manusia mampu memenuhi tuntutan Allah ( Torat ) TANPA CACAT? sedangkan upah dosa adalah Maut / binasa. (Sifat Allah = Maha suci ; maha Adil dan sekaligus maha kasih )=> sekali lagi masih mampukah manusia menyelamatkan dirinya dgn Torat/perbuatan?
Karena Kasih Allah maka Yesus ( Yesus bersifat kekal / bukan ciptaan / Firman /Allah sendiri ) berinisiatip datang ke dunia untuk menyelamatkan manusia dari dosa dgn menjadikan diriNya sbg korban ( mati di kayu Salib ) –> Dlm perjanjian lama ( torat ) biasanya Imam Yahudi memberikan persembahan korban ( domba / burung ) yang tidak bercacat dan dlm perjanjian baru Yesus adalah korban persembahan( Anak Domba Allah ) yang tidak bercacat ( tanpa dosa ) yang mampu menyelamatkan umat NYA dari dosa. =>Anugerah kpd manusia berdosa; untuk memenuhi syarat sifat keadilan Allah yaitu yang berdosa harus dihukum/binasa.
Dengan kebangkitanNYA dari Maut(3 hari ssdh disalib ) maka genaplah Karya Penyelamatan Allah bagi yg mau percaya shg mereka disebut ”anak2 Allah ”
Janji/anugerah Keselamatan ini berlaku sblm kedatangan Yesus ke 2 X sbg Hakim.
Saya sdh bertobat , mengakui sbg manusia berdosa dan percaya & terima hanya Yesus jalan keselamatan satu2nya.amien

Anonymous said...

Saya jg mau berbagi pengalaman...
saya dahulu jahat suka berbohong pada orang tua, tempramental, 2 bulan tinggal di warnet tanpa pulang2 ke rumah, pulang ke rumah hanya sekedar mengganti baju doang..
Mandi,makan di lakukan di warnet...
di tanya org tua mau kmn?
saya jwb mau ke tempat teman...
pada waktu 2 bulan terakhir, saya kena penyakit :
-Lambung saya bocor
-Bergerak ga ada tenaga, hanya tiduran doang di kasur.
-(Maaf kata)kalau buang air besar keluar darah.
-Setiap masuk makanan pasti di muntahkan lagi.

Terakhir di panggil dokter ke rumah, sang dokter ga berani nyentuh.

Si DOkter berkata gini,"Saya ga berani menyentuhnya,takut terjadi apa2,baiknya bawa langsung ke rumah sakit lah"

Orang Tua saya bingung tentang biaya.

Lalu tiba2 saya berdoa minta pertolongan Yesus.

2 hari kemudian ada seorang hamba yg telah di berkati, dahulu dia juga seorang Dukun tp dah bertobat.

Dia datang ke rumahku, dan dia berkata begini "Di dalam doa, aku di suruh menyembuhkan seorang Anak di sekitar sini.Apakah di sekitar sini ada yang sakit"

Lalu orang tua saya jawab "Anak saya sedang sakit"

Lalu dia mendatangi saya dan dia berkata "Anakku,kamu tau kan knp bisa sakit?karena Dosa,Mudah menyembuhkannya asal ada syaratnya.
Syaratnya gampang koq,cuma meminta maaf kepada orang2 yang kamu bohongi terutama Orang Tua kamu dan percaya serta meminta maaf kepada Yesus"

Setelah saya melakukannya, kami berdoa, dia menyentuh perut saya dan terasa hangat.

Setelah Selesai berdoa, tiba2 badan saya terasa ringan dan ga terasa sakit lagi, saya bisa berdiri,berjalan dan berlari...

Terima Kasih Yesus ku Engkau Sangat baik padaku walaupun aku orang yang sangat berdosa..
Aku akan Mengikut Engkau...
Amin...

Anonymous said...

Setiap agama memang mengajar kebaikan. Tapi sebenarnya tanpa agama pun, manusia dasarnya mencari kebaikan.karena Tuhan menciptakan manusia baik adanya dan Tuhan sudah memberikan hukum d hati masing2 manusia. Cuma yg menjadi persoalan adalah harus sebrapa banyak kah manusia berbuat baik utk mencapai nirwana/surga?karena manusia juga punya keinginan sendiri, dan celakanya keinginan itu bisa d tunggangi setan/iblis sehingga berbuat dosa. Dan manusia berpikir 'sekiranya aku berbuat baik utk menutup kesalahanku(dosaku) pasti aku bisa d maafkan/d ampuni. Benarkah demikian? Klo betul, berarti manusia harus betul2 berusaha dengan sekuat tenaga berbuat kebaikan, karena Tuhan itu kudus/suci 100%, bukan 99,9999%.apakah akan d timbang baik versus dosa? Begitu beraaattt.wong manusi sehari aja bisa berbuat dosa berkali2.contoh:iri sedikit ato banyak, sama DOSA. Bohong sedikit ato banyak = DOSA. Apalagi sombong, ngomong kasar, wah itu bisa tiap saat.Gak ada yang namanya DOSA KECIL ATO BESAR,SEMUA SAMA DOSA. Dan Tuhan berkata 'upah dosa adalah maut/kematian ato neraka. Kalo selalu berbuat baik, benarkah sudah yakin akan msk surga? Ada bbrp gol orang berkata ' oh, itu rahasia Tuhan..paling penting buat baik. Hah! Berarti gak pasti donk...
Ada yang harus bertapa, ada yang mengorbankan hewan, ada yg kasi duit banyak2 k panti asuhan, bencana alam. Dengan harapan bisa masuk surga.. Gak salah bantu sesama,ITU HARUS. Tapi sudah cukupkah?....
Saya mau bilang..
Tidak

Sebenarnya ada yang sudah pasti.. Berbuat baik PLUS percaya Tuhan Yesus sebagai Juru Selamat. Pasti 100% masuk surga.karena TUHAN YESUS yg punya surga, jadi siapa yg ikut DIA pasti donk masuk surga. Very easy.
Siapkah / maukah anda percaya padaNya?
Dia sedang mengetuk pintu hatimu,bukalah,persilahkan DIa menghuni hatimu.
Amin