Showing posts with label penglihatan. Show all posts
Showing posts with label penglihatan. Show all posts

Monday, May 19, 2014

SORGA dan NERAKA (Kesaksian Na Hyun Sook)

         Pastor Na Hyun Sook menderita penyakit yang tidak dapat disembuhkan ketika ia berusia 12 tahun. Ibunya sudah menyerah untuk kesembuhannya. Jadi sang ibu mengirimkan putrinya ke Gereja. Sebagai seorang gadis kecil, dia telah berjanji pada Tuhan bahwa dia akan melayani-Nya jika Dia menyembuhkan dirinya. Dia kemudian menerima penyembuhan dari Tuhan.

           Ketika dia sudah mencapai 19 tahun, Tuhan mengatakan bahwa dia perlu berdoa antara delapan sampai sepuluh jam untuk menjadi hamba yang perkasa. Para hamba Tuhan harus menjadi pria atau wanita pendoa. Tuhan berkata bahwa hamba-Nya tidak boleh serakah tapi jujur dan tegak. Mereka harus memiliki hati yang bersih dan rendah hati. Mereka harus menjadi seorang pria atau wanita yang berkarakter. Tuhan lebih lanjut mengatakan bahwa tanpa doa, hamba-Nya tidak akan dapat melihat masalah spiritual dari orang lain. Mereka tidak akan mampu mencintai orang lain dan mereka tidak akan mampu memecahkan masalah orang lain.

     Tuhan berkata, "Pada hari-hari terakhir, tidak peduli apakah seorang pendeta atau seorang jemaat biasa, mereka semua harus memiliki karunia untuk membedakan. Ada Roh-roh penipu yang begitu banyak. Banyak orang memiliki Roh-roh jahat yang lain dalam diri mereka dan Roh antikristus telah muncul ke dunia. Roh-roh ini mencoba untuk menipu dan memperdaya anak-anak Allah." 


     Tuhan mengatakan kepada saya bahwa semua orang Kristen harus menerima karunia membedakan dalam rangka untuk melihat apakah pekerjaan / manifestasi dari orang-orang tertentu / peristiwa tersebut apakah dari setan atau Roh Kudus. Firman Allah dan Roh Kudus akan membantu Anda untuk membedakan.


NERAKA






Aku berada di tempat air mendidih. Dalam air mendidih, aku melihat banyak orang dengan hanya kepala mereka di atas air mendidih. Air itu begitu panas bahwa daging mereka telah benar-benar meleleh tapi mereka tidak bisa mati. Mereka berjuang dengan sangat. Mereka berteriak, "Selamatkan saya!! Selamatkan saya!! Bawa saya keluar dari tempat ini!! Selamatkan saya!! Argh!!


Yesus berkata, "Ketika mereka berada di bumi, mereka sujud dan berdoa kepada Budha, dewa-dewa, pohon, gunung dan kepada segala macam hal-hal yang dirharapkan akan memberkati mereka. Ini adalah penyembah berhala. Mereka telah meninggal dan sekarang mereka berada di tempat ini!"

Ulangan 5:8 Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apa pun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi.

Aku dibawa ke tempat berikutnya. Aku melihat banyak orang yang berada dalam panci dengan minyak panas. Mereka melompat-lompat dari panas yang tak tertahankan. Minyak panas naik ke lutut mereka. Aku melihat mereka semua mengenakan topi berbentuk persegi (seperti yang dipakai oleh mahasiswa perguruan tinggi pada saat kelulusan). Mereka berteriak, "Terlalu panas!! Terlalu panas!! "Lalu aku melihat wajah mereka menjadi begitu jelek seperti monster. Mereka mengutuk dunia dan berkata, "Kami hakim, gubernur, jaksa dan presiden. Sementara kami hidup di bumi, kalian (Kristen) datang kepada kami dan meminta kami untuk membantu dengan kasus dan masalah kalian. Kami merasa kasihan kepada kalian sehingga kami membantu masalah kalian. TETAPI BAHKAN SEKALIPUN KALIAN TIDAK MEMBICARAKAN KEPADA KAMI TENTANG YESUS!! AKU TIDAK TAHU SIAPA ITU YESUS!! AKU TIDAK TAHU TENTANG TUHAN!! KENAPA KAMU TIDAK MEMBERITAHU SAYA TENTANG YESUS!! Tempat ini begitu panas!! Tempat ini begitu panas!! Hal ini tidak adil!! Selamatkan saya!! Selamatkan saya!! Sekarang, saya ada di neraka dan disiksa!!" Mereka menangis dan berjuang.

Yesus berkata, "Mereka memiliki ketenaran dan kekuasaan di dunia, sementara mereka tinggal di bumi. Tapi tidak peduli seberapa tenar dan kayanya seseorang, jika orang itu tidak percaya kepada-Ku, maka orang seperti itu tidak akan bisa masuk surga. Aku telah memberikan Kasih karunia dan Kemurahan-Ku yang begitu besar bagi Keselamatan. Tapi jika kamu tidak meginjili orang-orang fasik (non kristen) dan jika orang yang tidak percaya Kristus tiba-tiba mati dan berakhir di neraka, maka AKU AKAN MENUMPAHKAN DARAH MEREKA DI TANGANMU. AKU AKAN MENUNTUT DARAH MEREKA KE ATASMU!"

Yehezkiel 3:17 "Hai anak manusia, Aku telah menetapkan engkau menjadi penjaga kaum Israel. Bilamana engkau mendengarkan sesuatu firman dari pada-Ku, peringatkanlah mereka atas nama-Ku.

Yehezkiel 33:6-7 Sebaliknya penjaga, yang melihat pedang itu datang, tetapi tidak meniup sangkakala dan bangsanya tidak mendapat peringatan, sehingga sesudah pedang itu datang, seorang dari antara mereka dihabiskan, orang itu dihabiskan dalam kesalahannya, tetapi Aku akan menuntut pertanggungan jawab atas nyawanya dari penjaga itu.
Dan engkau anak manusia, Aku menetapkan engkau menjadi penjaga bagi kaum Israel. Bilamana engkau mendengar sesuatu firman dari pada-Ku, peringatkanlah mereka demi nama-Ku.

Tuhan mengatakan kepadaku, jika tetangga kami meninggal sebelum kita dapat bersaksi kepada mereka, Dia akan menumpahkan darah mereka di tangan kami. Mari kita bersaksi sepanjang waktu.

Selanjutnya, saya berada di tempat api yang berkobar tinggi. Saya melihat banyak orang bertanya-tanya di dalam api yang berkobar. Mereka berteriak, "Panas!! Panas!! Argh!! Ini sangat menyakitkan!! Berikan aku air!! Selamatkan aku... in iterlalu panas!!" Mereka tersiksa dan berjuang.

Tuhan mengatakan kepada saya untuk mengamati dengan sangat teliti. Ketika saya melihat lebih dekat, saya melihat tubuh orang-orang ditutupi dengan uang kecuali wajah mereka. Mereka berteriak, "Panas!! Panas!! Arghh!! Air!! Dimana uang itu? Mana uang? "Mereka melanjutkan, "Ketika aku berada di bumi, aku pikir memiliki banyak uang adalah hal yang paling berkuasa. Aku pikir uang adalah hal yang terbaik di dunia. Jika aku punya banyak uang, aku pikir aku akan mampu melakukan segalanya dan memiliki apapun yang aku inginkan!! Jadi aku bekerja tanpa tidur, tanpa makan dan telah bekerja dengan semua kekuatan dan kemampuanku. Akhirnya aku memperoleh kekayaan. Satu-satunya hal yang aku telah tinggalkan adalah menjalani hidup bahagia dengan istri dan anak-anakku. Tapi aku tiba-tiba sakit dan meninggal. Dan sekarang, aku di neraka!! Hal ini tidak adil!! Hal ini tidak adil!! Aku bahkan tidak memiliki kesempatan untuk menghabiskan uangku!! Beri aku satu kesempatan!! Selamatkanlah aku dari sini!! "

Yesus berkata, "Aku telah memberikan kewenangan dan kekuasaan untuk memerintah atas segala sesuatu. Tapi mereka telah menjadi budak uang. Bahkan setelah memiliki kekayaan yang cukup, mereka masih mengejar lebih banyak uang. Berhala mereka adalah uang. Mereka mencintai uang. Mereka bahkan tidak menyadari bahwa jiwa mereka sedang dikutuk. Sekarang mereka berada di neraka dan disiksa. Di dunia, orang saling membunuh untuk uang. Kamu harus memilih salah satu. Entah memilih Aku atau uang. Hanya ada satu Tuhan. Tidak ada yang dapat mengabdi kepada dua tuan."

1 Timotius 6:9 Tetapi mereka yang ingin kaya terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat dan ke dalam berbagai-bagai nafsu yang hampa dan yang mencelakakan, yang menenggelamkan manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan.

Ibrani 13:5 Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman: "Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau."

Lukas 12:16-21 Kemudian Ia mengatakan kepada mereka suatu perumpamaan, kata-Nya: "Ada seorang kaya, tanahnya berlimpah-limpah hasilnya.
Ia bertanya dalam hatinya: Apakah yang harus aku perbuat, sebab aku tidak mempunyai tempat di mana aku dapat menyimpan hasil tanahku.
Lalu katanya: Inilah yang akan aku perbuat; aku akan merombak lumbung-lumbungku dan aku akan mendirikan yang lebih besar dan aku akan menyimpan di dalamnya segala gandum dan barang-barangku.
Sesudah itu aku akan berkata kepada jiwaku: Jiwaku, ada padamu banyak barang, tertimbun untuk bertahun-tahun lamanya; beristirahatlah, makanlah, minumlah dan bersenang-senanglah!
Tetapi firman Allah kepadanya: Hai engkau orang bodoh, pada malam ini juga jiwamu akan diambil dari padamu, dan apa yang telah kausediakan, untuk siapakah itu nanti?
Demikianlah jadinya dengan orang yang mengumpulkan harta bagi dirinya sendiri, jikalau ia tidak kaya di hadapan Allah."

Marilah kita hidup tanpa serakah dengan uang. Allah telah berjanji kepada kita bahwa jika kita hidup dengan setia dan melakukan apa yang telah dipercayakan kepada kita dan mentaati perintah-Nya, maka Dia akan menyediakan apa yang kita perlukan. Marilah kita menjadi puas dengan apa yang kita miliki.

Sebelumnya, saya telah melakukan perjalanan untuk pertemuan kebangunan rohani di Nigeria. Gereja memiliki sekitar 20.000 orang jemaat. Itu adalah sebuah Gereja yang besar (Mega church). Yesus mengatakan kepada saya untuk menyaksikan dengan lebih seksama selama waktu pemberian persembahan. Dan Tuhan mengatakan kepada saya untuk memberitahukan orang-orang di seluruh dunia apa yang telah saya saksikan. Selama waktu persembahan, orang-orang berbaris dan mulai melemparkan persmbahan mereka ke dalam keranjang persembahan. Jumlah uang yang mereka lemparkan ke dalam keranjang dari segi nilai adalah sekitar 1 atau 2 sen di negara mereka. Beberapa melemparkan uang kertas tapi itu kusut.



Tiba-tiba, dengan murka yang menyala-nyala, Tuhan berkata, "Apakah Aku pengemis? Apakah Aku seorang gembel yang meminta-minta di jalanan? Apakah Aku pengemis yang mengemis untuk meminta uangmu? Aku adalah Raja diatas segala raja dan Tuan diatas segala tuan! Aku adalah Tuan dari semua sumber berkat! Ini tidak berarti Aku mencoba untuk mengambil uangmu.

Ingat, Kerajaan Allah adalah di mana berkat datang kepada mereka yang memberkati orang lain. Kerajaan Allah adalah dimana kamu akan menuai apa yang kamu tabur. Ketika kamu melayani Aku seperti ini, kamu melayani dan memperlakukan Aku seolah-olah seperti Aku ini seorang Pengemis! Kamu terlalu pelit.

Selama waktu persembahan, kamu berjuang seolah-olah kamu sedang mencoba untuk memutuskan apakah kamu harus memberikan satu dolar, lima atau sepuluh dolar. Kemudian kamu akhirnya memutuskan untuk mempersembahkan beberapa koin dan melemparkannya ke dalam keranjang persembahan. Kamu memberikan persembahan yang tidak dapat diterima. Aku tidak akan menerimanya!!

Siapkan persembahanmu terlebih dahulu dalam iman. Siapkan dalam iman sebelum kamu datang ke gereja. Jika kamu melayani Aku dengan memberikan yang terbaik, maka Aku juga akan memberkatimu dengan yang terbaik. Jika kamu melayani Aku dengan sisa, maka Aku tidak punya pilihan lain selain memberikan apa yang tersisa.

Inilah sebabnya mengapa banyak dari kamu yang menderita penyakit, kebangkrutan usaha, anak-anak pemberontak, dan menghadapi begitu banyak kesulitan dan penderitaan. Apakah kamu tahu mengapa semua hal ini terjadi di tempat pertama? Hal ini karena kamu telah melayani dan memperlakukan Aku sama seperti pengemis jalanan!

Apakah kamu ingin diberkati? Kamu harus melayani Aku dengan semua yang terbaik. Kemudian Aku akan memberkatimu dengan hal-hal yang terbaik."

Tuhan memiliki segala sesuatu di tangan-Nya. Dia tidak kekurangan apapun. Jumlah uang yang dipersembahkan bukanlah intinya. Yang terpenting adalah bagaimana sikap dan hati kita di hadapan Tuhan. Siapkan persembahanmu dalam iman. Anda harus melayani Tuhan dengan iman yang benar dengan seluruh tenaga dan kekuatan.

Maleakhi 1:6-14 Seorang anak menghormati bapanya dan seorang hamba menghormati tuannya. Jika Aku ini bapa, di manakah hormat yang kepada-Ku itu? Jika Aku ini tuan, di manakah takut yang kepada-Ku itu? firman TUHAN semesta alam kepada kamu, hai para imam yang menghina nama-Ku. Tetapi kamu berkata: "Dengan cara bagaimanakah kami menghina nama-Mu?"
Kamu membawa roti cemar ke atas mezbah-Ku, tetapi berkata: "Dengan cara bagaimanakah kami mencemarkannya?" Dengan cara menyangka: "Meja TUHAN boleh dihinakan!"

Apabila kamu membawa seekor binatang buta untuk dipersembahkan, tidakkah itu jahat? Apabila kamu membawa binatang yang timpang dan sakit, tidakkah itu jahat? Cobalah menyampaikannya kepada bupatimu, apakah ia berkenan kepadamu, apalagi menyambut engkau dengan baik? firman TUHAN semesta alam.
Maka sekarang: "Cobalah melunakkan hati Allah, supaya Ia mengasihani kita!" Oleh tangan kamulah terjadi hal itu, masakan Ia akan menyambut salah seorang dari padamu dengan baik? firman TUHAN semesta alam.

Sekiranya ada di antara kamu yang mau menutup pintu, supaya jangan kamu menyalakan api di mezbah-Ku dengan percuma. Aku tidak suka kepada kamu, firman TUHAN semesta alam, dan Aku tidak berkenan menerima persembahan dari tanganmu.
Sebab dari terbitnya sampai kepada terbenamnya matahari nama-Ku besar di antara bangsa-bangsa, dan di setiap tempat dibakar dan dipersembahkan korban bagi nama-Ku dan juga korban sajian yang tahir; sebab nama-Ku besar di antara bangsa-bangsa, firman TUHAN semesta alam.

Tetapi kamu ini menajiskannya, karena kamu menyangka: "Meja Tuhan memang cemar dan makanan yang ada di situ boleh dihinakan!"
Kamu berkata: "Lihat, alangkah susah payahnya!" dan kamu menyusahkan Aku, firman TUHAN semesta alam. Kamu membawa binatang yang dirampas, binatang yang timpang dan binatang yang sakit, kamu membawanya sebagai persembahan. Akan berkenankah Aku menerimanya dari tanganmu? firman TUHAN.

Terkutuklah penipu, yang mempunyai seekor binatang jantan di antara kawanan ternaknya, yang dinazarkannya, tetapi ia mempersembahkan binatang yang cacat kepada Tuhan. Sebab Aku ini Raja yang besar, firman TUHAN semesta alam, dan nama-Ku ditakuti di antara bangsa-bangsa.

Selanjutnya, aku melihat suatu tempat yang menyeramkan. Ada kawanan ular beracun berukuran tangan dan serangga. Mereka akan keluar masuk dari lubang-lubang yang ada dalam tubuh manusia. Ini adalah ular dan serangga yang menggigit dan memakan daging manusia. Orang-orang berdarah dengan deras. Lalu aku melihat dua setan berdiri di masing2 orang. Setan-setan memegang kapak tajam yang besar. Mereka mulai memotong setiap jiwa menjadi potongan-potongan. Lalu aku melihat organ-organ dari orang-orang yang menggantung keluar dari tubuh mereka yang menyebabkan banyak darah keluar. "Argh!! Selamatkan saya!! Selamatkan saya!!" Mereka meratap kesakitan.

Yesus berkata, "Meskipun mereka telah hidup di bumi, mereka selalu mengatakan bahwa mereka percaya kepada-Ku, mereka bahkan tidak yakin akan keselamatan mereka. Dalam Gereja, orang-orang ini mengritik, menghakimi, dan membagi Gereja yang menyebabkan perpecahan di dalam Gereja mereka. Mereka telah membagi tubuh Kristus. Mereka mengatakan, "ini bukan satu-satunya Gereja, mari kita pergi! Pendeta kita juga bukanlah satu-satunya pendeta! Mari kita tinggalkan Gereja ini dan mari kita membangun Gereja kita sendiri!.

Mereka telah membawa perselisihan, iri hati, cemburu dan pertempuran ke dalam Gereja dan telah membagi Gereja!.
Membagi Gereja sama seperti membelah TubuhKu! Banyak orang Kristen yang menjadi budak setan. Mereka menghakimi, mengutuk, menganiaya, memfitnah, iri hati, dan cemburu. Ini bukan pekerjaan atau manifestasi dari Roh Kudus! Tindakan ini adalah pekerjaan setan. Orang-orang Kristen telah menjadi budak setan. Orang-orang ini melayani setan dengan memisahkan Gereja. Mereka sekarang menerima siksaan dan hukuman dengan cara yang sama seperti yang mereka telah lakukan, membagi tubuh Kristus.

Gereja bukanlah tempat bagimu untuk melawan atau bersikeras memaksa ide-ide atau pikiran seseorang. Gereja adalah tempat di mana semua orang datang dengan rendah hati untuk berdoa, menyembah, melayani, mengasihi, menjaga perdamaian, dan saling membangun. Kamu harus membangun pendeta dan pendeta harus membangun umatnya. Kamu harus mewujudkan surga kecil dalam gereja.

Pendeta, penginjil, asisten pendeta, diaken, majelis dan penatua harus belajar untuk mengambil tanggung jawab dan mengklaim bahwa itu adalah kesalahan mereka. Ketika kita merendahkan diri dan bertanggung jawab, maka setan akan lari dan Roh Kudus akan terwujud dan bekerja di antara kamu. Dia akan memulihkan, memberkati, dan memecahkan semua masalahmu dalam kebenaran di tengah-tengah kedamaian."

Galatia 5:19-21 Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu,
penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah,
kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu -- seperti yang telah kubuat dahulu -- bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.



SURGA



Sebelum Yesus membawa saya ke surga, Dia meminta saya untuk bertobat supaya dibersihkan. Kemudian roh saya akan terbang dan melewati langit, bintang, ruang dan kemudian di luar ruang. Saya telah mencapai surga. Ketika saya tiba di depan gerbang surgawi, gerbang itu mulai membuka dengan sendirinya. Di dalam pintu gerbang, seorang malaikat yang sangat besar menyambut saya. Saya kemudian melihat semua jalan-jalan yang terbuat dari emas bersinar terang. Saya kemudian berdiri di depan takhta-Nya. Tapi saya tidak dapat melihat-Nya karena Dia begitu terang seperti api yang berkobar. Saya kemudian mendengar suara-Nya yang seperti gemuruh.

Saya mulai dengan mengajukan pertanyaan tentang seorang pendeta tertentu di Korea. Yesus berkata, "Dia adalah hamba-Ku yang setia. Spiritualnya murni. Dia memiliki kasih yang besar bagi jiwa-jiwa."

Yesus berkata bahwa Dia sangat senang dengan pendeta ini yang memiliki kasih yang besar bagi jiwa-jiwa. Rumah masa depan untuknya di surga terletak di surga ketiga. Pendeta ini telah mendapat upah yang besar di surga yang termasuk bangunan tinggi yang tampak seperti rumah lain. Ia melayani banyak jiwa dengan kasih Tuhan dan telah menyebabkan banyak orang menerima keselamatan.

Yesus berkata, "Yerusalem Baru adalah seperti rumah putih. Semua misteri yang belum terpecahkan Alkitab berada di Yerusalem Baru ,Lalu Yesus membawa saya ke sebuah meja emas yang besar.. Di meja terdapat empat kitab, yaitu : Alkitab, Kitab Perbuatan (daftar dosa kita), Kitab Upah, dan Kitab Kehidupan.

Wahyu 20:12 Dan aku melihat orang-orang mati, besar dan kecil, berdiri di depan takhta itu. Lalu dibuka semua kitab. Dan dibuka juga sebuah kitab lain, yaitu kitab kehidupan. Dan orang-orang mati dihakimi menurut perbuatan mereka, berdasarkan apa yang ada tertulis di dalam kitab-kitab itu.

Lalu Yesus mengambil Alkitab dengan tangan-Nya dan berkata, "Alkitab yang Aku berikan kepadamu tidak ada perkataan yang kurang sedikit pun bagi mereka yang telah diselamatkan. Karena kamu masih berada dalam tubuh yang fana, maka ada batas-batas bagi mereka untuk menafsirkan semua rahasia dan memiliki definisi / pengertian kitab suci yang tepat. Oleh karena itu, jangan bertengkar dalam menafsirkan dan mengartikan perkataan Alkitab. Ketika kamu datang ke surga, semua rahasia dan makna Alkitab akan terpecahkan"

Allah berkata bahwa jika kita memiliki pertanyaan, kita harus meminta tuntunan Roh Kudus di dalam doa. Kemudian Dia akan menunjukkan kepada kita, menjawab kita, dan berbicara kepada kita. Tuhan mengatakan bahwa kita tidak harus membuka mulut kita untuk berbuat dosa. Lalu Ia memegang sebuah kitab berikutnya, itu adalah kitab perbuatan. Ketika Ia membuka halaman pertama, halaman menggulir ke bawah. Itu sangat panjang. Bagian pertama dari halaman dimulai dengan nama seseorang, ulang tahun mereka, dan alamat rumah dan sebagainya.

Kitab ini terdiri dari perbuatan tertulis dari seseorang sejak lahir mereka sampai akhir kematian mereka. Setiap dosa, tepatnya tanggal, jam, menit dan detik apakah itu menilai, mengutuk, berkelahi, mencuri, minum minuman beralkohol, korupsi, nafsu percabulan, perzinahan, tidak memberi persepuluhan, dan sebagainya dicatat terus sampai ke bawah. Setiap dosa apa saja dicatat dalam kitab tersebut. Tapi aku melihat ada kekosongan di sana-sini seolah-olah itu telah terhapus. Jadi saya bertanya, "Tuhan, mengapa area ini kosong disana sini? Apakah ini dihapus? "

Lalu Yesus menjawab, "Akulah Allah yang meghapuskan dosa-dosa mereka jika mereka bertobat. Setiap kali seseorang bertobat dan mencuci diri dengan darah-Ku, maka Aku akan benar-benar melupakannya. Dosa-dosa itu akan dihapus."



Allah telah mengungkapkan kepada saya bahwa begitu banyak dari kita telah menumpuk dosa-dosa tanpa pertobatan setiap hari. Bukankah kita mencuci pakaian kita? Kita mencuci wajah dan tubuh kita setiap hari? Kita menyikat gigi setiap hari? Tuhan bertanya mengapa umat-Nya tidak mencuci diri dengan darah-Nya ketika Ia telah memberi kita semua yang kita butuhkan. Dia telah memberi kita kasih karunia untuk bertobat.

Allah berkata bahwa banyak orang berakhir di neraka karena mereka tidak merasakan penyesalan untuk bertobat. Tidak peduli apakah orang itu adalah seorang pembunuh, pezinah, atau telah melakukan suatu dosa lainnya. Jika seseorang bertobat dalam nama Yesus, maka Allah akan mengampuninya. (tentu saja pertobatan yang tulus).

1 Yohanes 1:9 Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.

Yesaya 55:7 Baiklah orang fasik meninggalkan jalannya, dan orang jahat meninggalkan rancangannya; baiklah ia kembali kepada TUHAN, maka Dia akan mengasihaninya, dan kepada Allah kita, sebab Ia memberi pengampunan dengan limpahnya.

Allah telah mengatakan kepada saya bahwa jika kita tidak bertobat dan membersihkan dosa-dosa kita yang menumpuk, maka Dia tidak akan dapat membantu kita. Dosa-dosa itu akan memblokir dan menjadi penghalang antara Allah dan kita. Kita harus bertobat setiap hari dan menjalani kehidupan yang kudus untuk mendekatkan diri kepada-Nya. Kita harus berubah. Hidup kita harus berbuah. Saat kita dilahirkan kembali, kita tidak lagi melayani setan. Guru kita telah berubah menjadi Yesus Kristus. Yesus bahkan tidak ingin satu jiwapun binasa. Bahkan setelah mendapatkan semua kekayaan di dunia ini, jika kita kehilangan jiwa kita, itu adalah sia-sia. Kita harus memiliki karakter Kristus dan benar-benar meninggalkan dosa.

Matius 16:26 Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya? Dan apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya?

Friday, February 14, 2014

7 Hal Yang Diperlukan Untuk Bahan Pembangunan Rumah Seseorang Di SURGA (Penglihatan Rev. Yong Gyu Park)


  1. Total/Penjumlahan dari seluruh penyembahan dan pujian mereka kepada TUHAN.
  2. Waktu yang mereka luangkan untuk membaca Alkitab.
  3. Waktu yang mereka luangkan untuk berdoa.
  4. Waktu yang mereka luangkan untuk menginjili orang lain.
  5. Persembahan seseorang kepada TUHAN.
  6. Ketaatan mereka dalam perpuluhan kepada TUHAN.
  7. Waktu yang mereka luangkan untuk melayani Gereja dalam segala cara.

Saturday, May 23, 2009

The Vision of the Return of Christ (David Michael)

(Isaiah 63:1) says: Who is this Who comes from Edom, with crimson-stained garments from Bozrah [in Edom]? This One Who is glorious in His apparel, striding triumphantly in the greatness of His might. It is I Who speaks in righteousness [proclaiming vindication] mighty to save.

Also, Habakkuk 3:3-15 God came from Teman (Yemen) and the Holy One from Mount Paran. His glory covered the heavens , and the earth was full of His praise. And His brightness was as the light, He had horns coming out of His hand, and there was the hiding place (Tabernacle) of His power. (Please locate and read the rest of the passage.) Isaiah 34:9&10; Psalms 110; Psalms 45; Rev. 19; Jude 14 & 15 emphasis Authors

What David saw and experienced was absolutely extraordinary. He saw the return of the Lord Jesus, Who had descended from heaven into earth's atmosphere, moving through the skies above Teman (Yemen and Saudi Arabia.) He literally experienced what it would be like to be taken up to be with the Lord and to return with Him in the air. I will try to share it with you as he gave it to me, as if that could ever be possible.

As the experience opened I suddenly felt as though I had been taken to another place. I looked around and saw gathered all around me, a countless number of saints. Their faces were beautiful and radiant, for they were there for the marriage supper of the Lamb. His bride, of which, I was a part had been caught up to be with Him in the air suspended in His Tabernacle, high in the sky above the Arabian Peninsula. We were hidden in the canopy of the divine bridal chamber. As I looked around, I realized I was in a building that was larger than anything that I had ever seen before. It was both vast, and tall. The ceiling was so tall that had the building been constructed upon the earth it seems as though one could have perhaps seen it from neighboring states. One can imagine the immensity of a building designed to hold the saints from antiquity to the time of the great catching away of the Church.

As I looked up, suddenly the veil opened and I saw Messiah sitting upon His throne overlooking with wonder and delight His perfected bride. As Messiah's eyes moved slowly across the great community of saints, he would look deep and penetratingly into the eyes of each one, captivating and caressing their soul with His tender love. So it was with me. When our eyes met, I felt His approval, His great delight that I was there with Him. I could see and understand His weighty purpose for my life and for the Church on earth. At the same time I had an understanding of eternity
itself. Joy overflowing filled my heart. Deep thankfulness for all that I now understood only added to the exhilarating joy. The pageantry, the joyous
merriment, the bridal song, the dance of the bride was all part of this suspended moment of long awaited intimacy with our Beloved. Finally, we knew Him as we were known. In what were perhaps only minutes, love's fulfillment was greater than the heart could ever have been prepared for. Everything I ever wanted to feel or ever could have hoped to feel was exploding inside me. Yet I was fixated upon Him with such serene calm. Love divine was possessing my very being and sweeping me away with adoration and wonder.

Yet, even in this incredible moment in time encapsulated by His love, riveted upon His watchful and tender gaze we were able to know anything we
wanted or needed to know about anything, even those things that did not necessarily pertain to the Chamber in which we were hidden. We also knew the things that were occurring upon the earth. Earth was very dark and the space between this heavenly Tabernacle and earth was filled with clouds so black as to beggar description. What was happening on earth itself was hideously evil and perilous beyond my limited human vernacular to explain. Only a drastically reduced number of the human race was left. Many lay dying within the earth's desolation. Human carnage was everywhere. We thought as our awareness of the earthly desolations increased, there has never been anything like this in the history of the human race. It left us with an awesome soberness. Yet, being encapsulated by His wonderful love and wisdom, did this knowledge in any way take away from the wonder of being with our Beloved who is just in all that He does.

Destiny began to grip our hearts as we realized that we must soon respond to its call to re-enter earth to save all of Israel and the remaining Gentiles who were awaiting the coming of the true King of Israel. All of Israel was waiting, looking for their Messiah to come and deliver them. We saw the huge commonwealth of Jewish people desperately searching for Him who alone could save them. Messiah knew of the imminent deliverance He was about to make. We could feel His growing anticipation of this final crescendo, in human history when at last He would take His rightful place as the King of all the earth. As His anticipation and joy grew, so did ours, for we were now one in heart with Him whom we loved. But, everything was set to precision timing. At this moment He was enjoying intimacy with His Bride, while yet the Holy Spirit and His angels were carefully caring for those who were His on the earth preserving them for His appearing.

In what seemed like the next moment, it was time, and the descent to earth to take up His throne was upon us. Our Messiah began to lead us forth in our gradual descent, still hidden in the clouds not yet seen with the naked eye. Hundreds of thousands of Jewish people were eagerly awaiting His coming. Knowing He was coming to a people who were ready to make Him King, Messiah with His grand entourage continued to descend until He reached the skies just above the Mount Paran at which time we began to move parallel to the mountain range. The sight of Eternity's King and His
grand army of saints was so glorious, filled with such pageantry the likes of which no earthly king has ever seen. The King of Glory adorned in majesty coming to earth with His bride clothed in His own glorious apparel designed just for her. His glorious Church -- jewels immemorial. Oh, words are pail -- books could be written and never tell the real splendor of this divine crescendo of the ages.

Together we traveled just above the Kings Highway in the sky across the Jordanian mountains. I don't remember undergoing any special transition from the
suspended palanquin in the sky to being part of a numberless holy army, but somehow that transition was made and we were now part of the most powerful army in all creation. Due east of Jerusalem, at Ammon, the Holy army being led by their Divine Captain of the Host now on His white horse became visible to all. Riding on triumphantly for truth with the host of the saints behind Him. We turned and headed straight for Jerusalem, where we would enter through the eastern gate. Eternity's King -- mighty to save, and His glorious Church were reroute to save all of Israel, His beloved; and those who looked for his coming. The anti-Christ had given his best to take what rightfully belonged to the Great King, but in the end was overthrown by the Eternal King Himself. Every eye saw Him, and those who looked for His appearing loved Him.

It is the most glorious vision of the return of Messiah with His Church.

The End.