Showing posts with label muslim masuk kristen. Show all posts
Showing posts with label muslim masuk kristen. Show all posts

Tuesday, July 29, 2014

Kesaksian Muslim Jadi Kristen (Bassam - Timur Tengah)


Saya (Bassam) tinggal di Timur Tengah. Saya dilahirkan sebagai seorang Muslim, dan pada usia delapan belas tahun, saya menjadi anggota dari kelompok Islam, karena saya mempunyai seorang saudara yang merupakan salah seorang pemimpin kelompok ini. Saya pikir saya sudah melakukan semua hal yang bisa saya lakukan bagi Allah sebab saya mengenalNya pada titik ini.

Setelah beberapa waktu, saya pun diajari untuk menggunakan senjata dan membuat bom. Saya merasa sangat tidak nyaman dengan apa yang saya lakukan – yaitu melukai orang lain demi Allah. Saya pikir jika bukan saya maka kelompok ini telah salah mengerti akan pengajaran Tuhan. Saya mulai mempelajari Qur’an dan Hadis secara menyeluruh (dengan pertolongan salah seorang pemimpin kelompok, tanpa memberitahukan kepadanya alasan saya yang sebenarnya mengapa saya mempelajarinya), yaitu untuk melihat hal-hal apa yang telah terlewati. Setelah beberapa tahun, saya pun menjadi terheran-heran dengan apa yang saya temukan. Saya menemukan bahwa Islam bukanlah sebuah jalan yang damai menuju Tuhan, seperti yang selama ini saya percayai. Sebagai kontras, agama ini begitu kejam dan penuh dengan kekerasan.Jika saya melakukan kehendak Tuhan dengan cara apa saja yang memungkinkan, bahkan jika harus membunuh manusia, maka saya berkata, hal ini tidak mungkin jalan menuju Tuhan.

Saya tak pernah menganggap diri saya meninggalkan Islam untuk hal yang lain, namun pada titik ini saya yakin bahwa hal ini pun tidaklah membawa saya kepada Tuhan. Setelah beberapa waktu lamanya saya menemukan bahwa semua hal yang saya percayai bukanlah hal yang benar; maka saya mulai terlibat dengan narkoba, dan tidak lagi berbicara mengenai Tuhan sama sekali.

Kemudian saya bertemu dengan seorang Kristen yang tidak tahu banyak mengenai teologi Kristen, tetapi yang hatinya penuh dengan kasih terhadap orang lain, apa pun dan siapa pun mereka. Salah seorang temannya (yang merupakan anggota dari kelompok yang saya ikuti) berkata kepada saya bahwa orang itu harus dibunuh sebab ia adalah seorang Kristen dan tidak membayar Jiziah (pajak yang dikenakan bagi orang Kristen dan Yahudi di sebuah negara Islam, berdasarkan peraturan Quran). Tetapi hal itu tidak menghentikan orang ini untuk mengasihinya atau berhubungan dengannya secara profesional. Pada awalnya saya tidak tahu bahwa ia adalah seorang Kristen, dan ketika saya mengetahuinya, saya terheran-heran; semua hal yang saya baca dalam tulisan-tulisan Islam mengenai Kristen di sepanjang hidup saya dan juga pandangan Muhammad mengenai mereka, sama sekali tidak terbukti. Kemudian saya bertanya kepada teman ini, bisakah saya mendapatkan Alkitab.

Setelah mulai membaca Alkitab, saya menemukan perbedaan yang besar antara apa yang tertulis dalam Alkitab dengan apa yang telah saya dengar dari perkataan orang-orang Muslim atau dari orang-orang Kristen KTP mengenai mereka.

Saya benar-benar tersentak oleh satu hal yang ditulis dalam Alkitab, yaitu pengajaran bahwa tak seorang pun yang benar kecuali Yesus. Jika dibandingkan dengan mereka yang disebut nabi-nabi Tuhan seperti Daud, Yakub, Abraham, kedua belas murid, mereka semua ternyata melakukan kesalahan-kesalahan. Alkitab penuh berisi dosa-dosa dan kesalahan-kesalahan yang dilakukan oleh semua orang kecuali Yesus. Ia sendiri berkata kepada musuh-musuhnya, “Siapa dari antara kalian yang membuktikan bahwa Aku berdosa?” (Yohanes 8:46), dan tak seorang pun menjawab. Bahkan Yudas Iskariot, yang menyerahkanNya kepada pihak berwenang untuk diadili, berkata: “Aku telah berdosa karena menyerahkan nyawa orang yang tidak berdosa.” (Matius 27:4)

Ayahku kemudian menyerahkanku kepada pihak berwajib dan mereka menangkapku dan memasukkanku ke penjara karena telah keluar dari Islam. Saya mengalami masa-masa yang sangat kelam di sana, karena mereka menyiksaku dengan kejam supaya aku kembali lagi ke Islam. Mereka menyetrum dan memukuliku, serta membiarkanku tergantung pada lenganku semalam-malaman. Setelah mereka melakukan hal-hal itu selama beberapa minggu, saya dimasukkan ke dalam kurungan isolasi selama hampir satu tahun lamanya. Tetapi aku tidak bisa menyangkali Pribadi yang telah memberikanku jaminan akan hidup kekal. Sekarang aku telah keluar dari penjara dan aku telah meninggalkan negaraku. Tetapi aku memiliki kerinduan yang besar untuk kembali ke sana untuk membawa saudara-saudara sebangsaku agar mereka meninggalkan Islam.

Monday, December 2, 2013

Muslimah Masuk Kristen (Gulshan Fatima - Pakistan)

Inilah kesaksian Gulshan Fatima yang berasal dari Punjab, Pakistan, puteri bungsu dari  keluarga Islam Shiah Ortodoks, yakni keluarga Sayed, yang merupakan keturunan langsung Nabi Muhammad.

(Singkat cerita dari Bab 6, Buku "The TORN VEIL")

Di malam hari sesudah anak-anak tidur serta paman dan bibi telah beristirahat di kamarnya, ketika rumah telah menjadi sunyi dan lengang sesudah bunyi azzan berakhir, pada saat-saat seperti itulah, saya cadangkan untuk membaca terjemahan Al Qur’an dalam bahasa Urdu. Bagian-bagian yang saya cari ialah semua yang ada sangkut-pautnya dengan Nabi Isa (Yesus) namun yang kutemui malah membingungkan. Jika Dia seorang penyembuh yang begitu berkuasa, mengapa hanya begitu sedikit yang diceritakan tentang Dia dalam Al Qur’an? 

Pada suatu hari saya bertanya, “Bibi, apakah bibi mengetahui sesuatu tentang nabi Isa itu? Bibi memegang ujung syalnya dan menaruhnya melewati pundaknya. Dengan tegas ia berkata seakan-akan mendeklamasikan kata-kata dari suatu pelajaran yang dipelajarinya dengan baik : “Ia adalah satu-satunya nabi dalam Al Qur’an suci yang mencelikkan mata orang buta serta membangkitkan orang mati dan Ia akan datang lagi. Tapi saya tidak tahu di dalam Sura mana hal ini ditulis”. Waktu saya menunjukkan Qur’an bahasa Urdu saya kepadanya, beliau menampik : “Kau seorang terpelajar. Kau dapat membacanya. Tapi kami akan tetap berpegang pada pendapat kami sebagaimana dianjurkan Nabi Muhammad kepada kami”, katanya. Dari sini saya melihat bahwa sebenarnya beliau tidak mau membicarakan tentang hal ini tapi tentunya beliau telah menyebarkan ceritera ini kepada anggota keluarga yang lain sebab Safdar Shah menanyakan kepadaku tentang hal ini dengan satu cara yang bijaksana. Dua kali sebulan dia datang dan tingga! sehari dua untuk mengadakan pemeriksaan terhadap hal-hal pengelolaan rumah serta menjengukku untuk mengetahui bagaimana keadaanku. Kakak perempuanku Anis, tiap bulan berkunjung dan Samina sesering mungkin datang dari Rawalpindi dan akan tinggal beberapa hari lamanya. Tidak ada seorang adik yang mendapai perhatian sedemikian besar tetapi tetap merasa kesepian. Safdar Shah mengambil Al Qur’an berbahasa Urdu dan berkata “Saya merasa gembira karena kau tetap setia dengan agamamu. Gulshan. Apakah kau tidak lagi membacanya dalam bahasa Arab sebagaimana diajarkan ayah kepadamu?”. “Tidak, kakakku saya membaca kedua-duanya secara rutin. Bahasa Arab saya baca dipagi hari dan Urdu dimalam hari. Saya ingin dapat lebih mengerti artinya". la senang mendengar penjelasanku ini. “Bagus, cukup baik bagimu untuk membaca kedua-duanya, tapi jangan sampai kau lupa sehingga tidak lagi membaca yang ditulis dalam bahasa Arab”. Lalu ia meninggalkanku dengan kesan bahwa saya semakin dalam meyakini iman Islam. 
“Dengan kehendak Allah saya mencelikkan mata orang buta, menyembuhkan orang sakit kusta dan rnembangkitkan orang mati”. Telah bertahun-tahun lamanya saya membaca Al Qur’an suci dengan setia dan tekun serta bersembahyang dengan teratur, namun lama-kelamaan saya merasa kehilangan akan semua harapan bahwa keadaan saya akan berubah. 

Kini bagaimanapun saya mulai percaya mengenai apa yang tertulis mengenai Nabi Isa benar-benar dapat melakukan mujizat. Ia hidup dan la dapat menyembuhkan. “Oh Isa anak Maryam, dalam Al Qur’an suci difirmankan bahwa Engkau telah membangkitkan orang mati dan menyembuhkan orang kusta serta melakukan mujizat-mujizat. Karena itu sembuhkan juga saya, sambil memanjatkan doa ini harapanku menjadi makin kuat. Aneh rasanya selama bertahun-tahun saya melakukan sembahyang, belum pernah saya merasa yakin bahwa saya dapat disembuhkan. Tasbih yang saya bawa dari menunaikan ibadah haji saya ambil dan mengucapkan Bismillah sesudah setiap doa saya menambahkan “Oh Isa, anak Maryam sembuhkanlah saya”. Berangsur-angsur cara berdoaku berubah sampai saya berulang kali berdoa antara waktu-waktu sembahyang dan pada setiap biji tasbih. “Oh Isa anak Maryam sembuhkanlah saya”. Semakin banyak saya berdoa, semakin dekat rasanya saya ditarik kearah pribadi bayangan yang urutannya nomor 2 dalam Al Qur’an dan memiliki kuasa dimana nabi Muhammad sendiri tidak memilikinya. Dimanakah ada tersurat bahwa nabi lain menyembuhkan orang sakitdan membangkitkan orang mati? Jika saja saya dapat membicarakannya dengan seseorang, keluhku, namun tidak seorangpun yang ada. Saya terus berdoa menurut cara ini kepada Nabi Isa sampai akan ada terang yang diberikan padaku. 

Sebagaimana biasanya, jam 3 pagi saya sudah terbangun dan duduk ditempat tidur membaca ayat-ayat yang telah kuhafal. Bahkan sambil mengucapkan ayat-ayat itu, hatiku telah menaikkan serangkaian doa “Oh Isa anak Maryam sembuhkanlah saya”. Lalu tiba-tiba saya berhenti dan dengan lantang saya berkata agak keras sebagai cetusan perasaan yang selama ini telah terdorong masuk menembus kedalam pikiranku : “Saya telah melakukan hal ini begita lama tapi aku masih saja lumpuh”. Saya dapat mendengar gerakan-gerakan perlahan dari seseorang yang sedang bangun untuk mempersiapkan air sembahyang subuh. Tidak lama lagi bibi akan masuk menjengukku. Walaupun saya telah mencetuskan pernyataan itu, namun pikirku terpusat pada suatu keadaan yang mendesak pada permasalahanku. Kenapa saya belum juga disembuhkan walaupun saya telah berdoa selama 3 tahun? 

“Lihat Engkau hidup di surga dan dalam Al Qur’an di firmankan bahwa Engkau yang telah menyembuhkan orang-orang. Engkau dapat menyembuhkan saya tapi saya masih lumpuh seperti sedia kala”. Kenapa tidak ada jawaban kecuali keheningan yang membatu di dalam kamar yang mengolok¬-olok doaku. Saya menyebut lagi namanya dan dengan putus asa mengadukan masalahku. Masih tidak ada jawaban. Kemudian sambil gemetar menahan sakit saya mengeluh “Jika Engkau sanggup sembuhkanlah saya. Jika tidak katakanlah! Saya tidak akan melanjutkan perjalanan melalui jalan ini lagi!”. Apa yang terjadi berikutnya merupakan sesuatu yang sulit bagiku untuk melukiskan dengan kata-kata. Saya menyadari bahwa seluruh ruangan itu penuh dengan cahaya. Mula-mula saya mengira bahwa mungkin cahaya itu datang dari lampu baca disamping tempat tidurku. Lalu kulihat bahwa cahaya lampu itu malah kabur. Apakah itu sinar fajar? Masih terlalu pagi untuk itu. Cahaya tersebut makin bertambah sinarnya makin terang sehingga melebihi terangnya siang hari. Saya menutup diriku dengan syal. Saya sangat ketakutan. Lalu terpikir olehku jangan-jangan si tukang kebun menyalakan lampu diluar untuk menyoroti pepohonan. Kadang- kadang hal itu dilakukannya dengan maksud mencegah pencuri ketika buah mangga sedang masak atau untuk mengawasi penyiraman dikala sejuknya malam. Saya mengeluarkan wajahku dari syal untuk melihat-lihat. Tapi pintu dan jendela-jendela tertutup rapat, dengan tirai dan alat penutupnya terpasang baik. 

Kemudian saya menyadari kehadiran sosok-sosok tubuh yang rnengenakan jubah panjang, berdiri ditengah-tengah cahaya itu beberapa meter jauhnya dari tempat tidurku. Ada 12 sosok tubuh disatu baris namun sosok tubuh ditengah yang ketiga belas lebih besar dan lebih bercahaya dibandingkan dengan yang lainnya. “Ya Allah”, teriakku dan keringat mengalir didahiku. Saya menundukkan kepala dan berdoa : “Ya Allah, siapa gerangan orang-orang ini dan dengan cara bagaimana mereka dapat memasuki kamarku sedangkan semua jendela dan pintu tertutup rapat?". 

Tiba-tiba satu suara berkata, “Bangkitlah ! Inilah jalan yang telah engkau cari-cari. Akulah Isa (Yesus) anak Maryam, kepada siapa engkau telah berdoa dan kini Aku berdiri didepanmu.Berdirilah engkau dan datanglah kepadaKu!” Saya mulai menangis “Oh Yesus saya seorang yang lumpuh. Saya tidak dapat berdiri !” 
la berkata “Berdirilah dan datanglah kepadaKu ! Akulah Yesus!” Ketika saya masih sangsi, la mengatakannya untuk kedua kalinya. Lalu karena saya masih ragu-ragu la mengatakan untuk ketiga kalinya “Berdirilah!” Dan saya, Gulshan Fatima yang telah lumpuh ditempat tidurku selama 19 tahun, merasakan kekuatan baru mengalir masuk kedalam tungkai-tungkai dan lengan-lenganku yang selama ini tidak berfungsi sama sekali. Saya menaruh kakiku ke lantai dan berdiri. Kemudian saya mengambil beberapa langkah dan jatuh pada kaki dari penglihatan tersebut. Saya sedang mandi didalam cahaya yang sangat murni dan sinarnya sama terangnya dengan gabungan cahaya matahari dan bulan. Cahaya itu mengalir masuk kedalam hatiku dan kedalam pikiranku, lalu banyak hal menjadi jelas bagiku pada saat itu juga. 

Yesus menumpangkan tanganNya keatas kepalaku dan saya melihat sebuah lubang ditanganNya dari mana sebuah sinar masuk dan memancar ke pakaianku sehingga bajuku yang berwarna hijau itu sampai menjadi putih. Ia bersabda : “Akulah Yesus, Akulah Immanuel, Akulah jalan, kebenaran dan hidup. Aku hidup dan Aku akan datang segera”. Lihatlah, mulai sekarang apa yang kau lihat harus kau saksikan kepada umatKu. UmatKu adalah umatmu dan engkau harus tetap setia menyaksikannya kepada umatKu. Ia berkata : “Sekarang engkau harus menjaga agar jubah dan tubuhmu ini tidak bernoda. Kemanapun engkau pergi Aku akan menyertaimu dan sejak hari ini hendaklah kau berdoa demikian : “Bapa kami yang ada didalam sorga, dipermuliakanlah namaMu, datanglah kerajaanMu, jadilah kehendakMu dibumi seperti disorga. Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kesalahan-kesalahan kami sebagaimana kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami. Dan janganlah membawa kami kedalam pencobaan tetapi lepaskanlah kami daripada yang jahat, karena Engkaulah yang empunya kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya, amin”. la menyuruh saya mengulang-ulang doa itu sampai benar-benar masuk tenggelam kedalam hati sanubariku. Doa yang indah dan begitu berbeda dengan doa-doa yang telah saya pelajari untuk dipanjatkan sejak masa kanak-kanakku sampai sekarang ini. 

Allah dipanggil “Bapa” - itulah satu sebutan yang begitu erat menggenggam dalam-dalam dihatiku yang dapat mengisi kekosongannya. Saya ingin untuk dapat tetap tinggal disana di kaki Yesus, mengucapkan doa dan yang menyebut nama baru bagi Allah, “Bapa kami”. Tetapi Yesus lebih lanjut mengatakan Kepadaku :”Bacalah lebih lanjut dalam Al Qur’an, Aku hidup dan akan segera datang”. Hal ini telah diajarkan kepadaku dan mendengar ini timbul kepercayaan dalam diriku terhadap apa yang saya dengar. Banyak lagi yang dikatakan Yesus, saya begitu penuh dengan sukacita yang tak dapat dilukiskan. Saya melihat tangan dan kakiku sudah ada daging disitu. Tanganku belum sempurna, namun begitu terasa ada kekuatan dan tidak lagi lunglai dan lemah. “Kenapa Engkau tidak menyembuhkan saya sampai sempurna?”, tanyaku. JawabanNya datang dengan penuh kasih : “Aku mau kau menjadi saksiKu”. Sosok-sosok tubuh itu lalu naik dari pandanganku makin lama makin lenyap. Saya berkeinginan agar Yesus tinggal lebih lama lagi lalu saya menangis tersedu-sedu. Kemudian cahaya itu lenyap dan saya tinggal sendirian, berdiri ditengah-tengah kamarku mengenakan jubah putih dan mataku terasa berat karena cahaya yang mempesonakan itu. Sekarang malah cahaya lampu yang ada disisi tempat tidurku rasanya menyakitkan mataku dan alis mataku terasa sangat berat menekan diatasnya. Saya mencari-cari di dalam laci sebuah rak yang diletakkan rapat kedinding. Diatasnya saya rnenemukan sepasang kaca mata hitam yang biasa kupakai di halaman. Saya mengenakannya dan dapat membuka mataku serta melihat lebih enak. Dengan berhati-hati saya menutup laci lalu berpaling dan memandang sekeliling kamarku. Sama saja keadaannya seperti ketika saya baru bangun tidur. Jam masih berdetak diatas meja di samping tempat tidurku menunjukkan waktu hampir jam 4 pagi. Pintu terkunci rapat begitu juga jendela-jendela dengan tirai-tirainya masih tertutup seluruhnya terhadap udara dingin. Bagaimanapun saya belum lagi membayangkan tentang kejadian itu karena buktinya kumiliki di dalam tubuhku. Saya melakukan beberapa langkah lalu beberapa la,gi. Saya berjalan dari dinding ke dinding, keatas dan kebawah lagi.Tidak salah lagi, anggota-anggota tubuhku telah sehat sempurna. 
Oh, betapa sukacitanya perasaanku. “Bapa” seruku. “Bapa kami yang disurga”, ini merupakan ungkapan doa yang haru dan indah sekali. Tiba-tiba sebuah ketukan terdengar di pintu. Rupanya bibi. “Gulshan”, katanya dengan tergesa-gesa. “Siapa yang ada di kamarmu berjalan-jaian?” Saya sendiri, bibi”, terdengar suatu teriakan nafas yang pendek lalu bibiku berseru lagi, “Oh, itu tidak mungkin. Tidak bisa terjadi. Bagaimana kau dapat berjalan? Engkau berdusta kepadaku”. “Baiklah, masuklah kemari dan lihatlah sendiri”. Pintu terbuka perlahan-lahan dan dengan penuh ketakutan bibi melangkah masuk ke dalam kamar. Beliau berdiri dengan tubuh menekan ke dinding dalam ketakutan dan tidak percaya, matanva terbelalak dan menatap kewajahku vang justru brseri-seri- “Kau akan jatuh”, katanya, “Saya tidak akan jatuh”, saya tertawa merasakan adanya kuasa dan kekuatan dari kehidupan baru yang menjalan melalui pembuluh – pembuluh darah saya. Bibi itu melangkah perlahan – lahan, tangannya dibentangkan kedepan seperti seorang buta meraba-raba mencari jalannya. la mengangkat lengan bajuku dan melihat tanganku, montok dan sehat seperti keadaannya sekarang. Kemudian beliau meminta saya duduk ditempat tidur memandangan ke arah kakiku yang telah sempurna seperti kakiku yang sebelah lagi. 

“Aneh rasanya melihat engkau berdiri. Saya harus membiasakan diri untuk ini”, katanya. Beliau meminta kepadaku untuk menceriterakan bagaimana kejadiannya. Jadi, kuceriterakan kepada bibi dan permulaan tentang ramalan ayah lalu suara di kamarku pada malam kematian ayah.Kemudian saya ceritakan tentang masa 3 tahun membaca tentang Nabi Isa ( Yesus ) di dalam Al Qur’an, diakhiri dengan kemunculanNya padaku dan kesembuhanku. Waktu tiba pada ceritera tentang Yesus yang berkata agar saya menjadi saksinya, bibi menyela dengan berkata : “Tidak ada umat Kristen di Pakistan sini untuk kau pergi menyaksikannya dan kau tidak perlu pergi ke Amreika atau Inggris. Pada waktu orang-orang ini datang meminta makan ataupun uang kepadamu itulah yang menjadi kesaksianmu. Sampai saat itu saya belum lagi mempunyai kontak mengenai tugas yang diamanatkan Yesus kepadaku untuk pergi ke Inggriskah ataupun Amerika. Namun, dengan kata-kataNya yang masih nyata dan tetap: “Apa yang telah engkau lihat dengan matamu sendiri, haruslah engkau saksikan kepada umatKu. UmatKu adalah umatmu.”

Wednesday, November 27, 2013

Muslim Suriah Masuk Kristen (Karim Shamsi Basha)

Seorang mantan penganut Muslim asal Suriah, Karim Shamsi-Basha, mengungkapkan kisahnya menjadi Kristen. Melalui bukunya yang berjudul "Paul and Me", Shamsi-Basha menceritakan bagaimana penyakit otak yang dideritanya telah membuatnya bertemu dengan Yesus.
Buku Paul and Me berisi kisah Shamsi-Basha saat ia koma hampir sebulan lamanya akibat penyakit aneurisma otak. Setelah dia mengalami pemulihan total, ahli bedah otak memberitahu dia bahwa sangat sedikit orang yang bisa pulih seperti yang dia alami. Sang ahli bedah berkata kepada Shamsi-Basha, "Kamu harus mencari tahu mengapa kamu bertahan hidup."
Sejak peristiwa itu itu, Shamsi-Basha bergumul menghabiskan hampir 20 tahun hidupnya untuk mencari tahu tentang Yesus dan mempelajari apa tujuan hidupnya. Kini Shamsi-Basha memiliki Visi hidup "Membagikan kasih Tuhan kepada orang-orang dan membuat mereka tahu bahwa Dia mencintai semua anak-anak-Nya."
Buku Paul and Me dirilis bulan Agustus 2013 lalu. Selain berisi perjalanan pribadi Shamsi-Basha sampai dia menemukan Tuhan, buku ini juga memuat beberapa sudut pandang teologi mengenai Paulus, mantan penganiaya orang Kristen yang akhirnya bertobat dalam perjalanan menuju Damaskus, kota kuno yang terletak di Suriah.
Shamsi-Basha lahir dan tumbuh besar di sebuah keluarga Muslim di Suriah. Dia dan keluarganya cukup toleran dengan berbagai agama dan kepercayaan. Dua orang sahabat Shamsi-Basha adalah penganut Kristen dan mereka sering melakukan diskusi seputar agama mereka masing-masing.
Tuhan memiliki cara-cara yang tak terhitung banyaknya untuk membawa manusia berdosa datang kepada-Nya. Dia bisa memakai penyakit, keberhasilan, musibah, atau orang-orang di sekitar kita supaya kita bisa mengenal Dia, Sang Juruselamat Agung. Problem selanjutnya adalah pilihan kita sendiri: apakah kita bersedia membuka pintu hati dan membiarkan Dia masuk ke dalamnya? Atau, menolak Dia dan berupaya mencari jalan-jalan lain menuju keselamatan?

Tuesday, November 12, 2013

Muslim Masuk Kristen (Kissa Ahmad Khalid)


KESAKSIAN KISSA AHMAD KHALID (ANTHONY TARASCA)
Penulis Situs Anti-Kristen
(answering-christianity.com)


Saudara-saudara dalam Yesus Kristus, aku ingin menyampaikan kepada kalian semua perjalanan spiritual yang telah kualami, yang dahulu membuatku meninggalkan Anugrah Keselamatan dari Tuhan kita Yesus Kristus ke dunia kebingungan ritual agama islam. Bukan tujuanku untuk menyinggung perasaan para Muslim, tapi aku merasa perlu menyampaikan hal ini untuk menyebarkan kebenaran akan Tuhan Yesus dengan harapan menyadarkan umat Kristen yang bingung untuk tidak melakukan hal yang sama seperti yang kulakukan dulu dengan beralih memeluk islam dan juga untuk menerangkan kepada semua Muslim mengapa aku kembali ke tangan penuh kasih Tuhan dan Juru Selamatku Yesus Kristus. Aku berdoa agar kalian membaca kata-kataku ini dengan hati dan pikiran terbuka.


Aku memeluk agama Kristen sejak usia muda. Ibuku dari dulu sampai saat ini merupakan penganut Katolik Roma yang taat. Di luar masalah setuju atau tidak dengan theologi Katolik, aku mengagumi imannya. Iman ini yang membuatku belajar di sekolah Katolik sewaktu masih anak-anak, dan juga menjadi pembantu pengurus altar di kebaktian Misa hari Minggu. Setelah aku dewasa, aku mulai melayani sebagai Usher dan bercita-cita jadi pastor Katolik Roma. Aku ingin mengabdi pada Tuhan dengan segala kemampuan yang kumiliki. Pada tahun-tahun belajar agama ini, aku mulai mempertanyakan apa sih yang kuikuti sebagai seorang Katolik karena melihat banyaknya dogma dan tradisi yang tidak tercantum dalam Alkitab.
Aku mulai merasa bahwa gereja Katolik merasa diri mereka sendirilah yang punya hak untuk mengartikan Alkitab sesuai anggapan mereka. Aku tidak mengerti bagaimana seseorang dapat mempelajari Alkitab dan percaya bahwa pada Maria yang adalah ibu perawan Tuhan kita Yesus, karena sebenarnya Yesuslah yang jadi perantara Tuhan dan manusia. Berdoa kepada Maria dan orang suci lainnya tidaklah perlu dan merupakan pelanggaran mutlak Perintah ke 1 dan 2. Akan tetapi, aku tidak bertujuan untuk mengecam Gereja Katolik atau umat Katolik karena mereka pun umat Kristen pula. Tapi aku merasa perlu menyampaikan hal ini untuk menjelaskan latar belakang mengapa aku meninggalkan Gereja. Setelah bertahun-tahun kemudian baru aku sadar bahwa kebingunganku akan iman Kristen bukanlah terletak pada paham Kristen itu sendiri, tapi pada interpretasi Katolik akan Kristen.
Hal ini jelas tampak pada banyak tulisanku tentang propaganda islam yang jelas menunjukan latar belakang ajaran Katolik dan bukannya ajaran asli Alkitab yang jadi jelas setelah aku menghabiskan waktu untuk mempelajarinya. 
Beberapa tahun setelah aku meninggalkan Gereja, aku memeluk islam dan jadi Muslim, lalu mengganti namaku jadi Issa Ahmad Khalid. Aku mulai menulis kampanye melawan Kristen dalam mempromosikan Islam. Aku sangat terpengaruh oleh ajaran Sheikh Ahmed Deedat, sampai-sampai melakukan pengecaman yang sama yang dilakukannya. Hal ini jelas membuat banyak Muslim merasa senang, apalagi dulunya aku penganut Katolik taat.

Dengan nama Muslim baruku, aku menghabiskan beberapa tahun menjadi tokoh Islam berpengaruh di masyarakat Muslim lokal. Aku berkhotbah di banyak mesjid dan bahkan sempat muncul dua kali dalam acara TV dengan tokoh Muslim lokal lainnya. Aku malu untuk mengatakan bahwa waktu itu aku senang sekali membuat kaum Kristen marah dengan isi khotbahku. Aku bahkan mengambil sikap yang lebih kontroversial untuk menghina dan merendahkan iman Kristen dengan segala kemampuanku tanpa menahan diri sama sekali. Aku menyebut Alkitab sebagai kitab porno dan tak bermoral. Aku habiskan waktu berjam-jam mencari-cari dalam halaman-halaman Alkitab untuk menghina lebih lanjut. Aku bahkan juga mengartikan ayat-ayat di luar konteks yang dimengerti orang Kristen berpengetahuan manapun untuk mendukung tulisanku karena aku membayangkan menulis artikel tsb untuk orang awam yang tidak tahu apa-apa. Meskipun begitu harus kuakui bahwa segala tujuan jelekku terhadap Alkitab malahan nantinya membuktikan alasan kembalinya diriku pada iman Kristen.

KEBINGUNGAN AKAN ISLAM

Ada banyak hal yang akhirnya membuatku bingung dengan Islam. Tidak hanya kelakuan para Muslim saja, tapi juga dengan ajaran-ajaran dan literatur Islam juga. Faktor terutama di atas segalanya adalah karakter (sifat, perilaku) Muhammad yang tadinya kuanggap sebagai yang terbesar diantara para Nabi Tuhan (Allah), dan penerima wahyu Tuhan terakhir bagi umat manusia seperti yang dipercaya Muslim tertera di dalam Qur’an.
Aku membaca banyak sekali literatur Islam sampai aku akhirnya percaya bahwa Islam adalah agama yang paling sempurna, dan juga Muhammad adalah perwujudan kesempurnaan Tuhan. Literatur-literatur Islam tsb menggunakan Alkitab sebagai alat dan referensi untuk menunjukkan ke-sah-an kenabian Muhammad dan Islam.
Di pihak lain, para Muslim (termasuk diriku sendiri) terus saja mengumbar bahwa Alkitab telah dikorupsi, tapi di lain pihak kami menggunakan Alkitab yang sama untuk membuktikan kenabian Muhammad. Ini jelas munafik total tidak hanya di pihak diriku saja, tapi pihak semua Muslim yang terus melakukan hal ini. Aku mengutip ayat-ayat Alkitab di luar pengertian aslinya agar bisa memutarbalikkan isinya untuk mendukung ideologi dan interpretasi Islam sendiri.
Ini tidak berbeda dengan seorang pemanah yang curang. Jikalau pemanah yang jujur akan mengarah sasaran terlebih dahulu dan lalu menembakkan panah dengan tepat, pemanah yang curang menembakkan panah terlebih dahulu dan mendekatkan sasaran di sekitar letak panah itu. Tidak perlu dijelaskan lebih lanjut bahwa tiada bukti Muhammad ada di Alkitab seperti yang dikatakan para Muslim termasuk diriku sendiri dahulu. Semua bukti-bukti keberadaan Muhammad dalam Alkitab hanyalah karangan Muslim belaka. Ini kutunjukkan beberapa contohnya: “Ucapan illahi terhadap Arabia.” Yesaya 21:13.
Dalam mengartikan ayat ini, Muslim akan mencoba dan meyakinkan semua orang yang mau mendengar bahwa ayat ini menyebut tentang Muhammad dan dunia Muslim sebagai penegak hukum Allah hanya karena ada huruf Arabia belaka. Tiada beban yang diletakkan pada Arabia seperti yang diungkapkan ahli Islam Sheik Ahmed Deedat di “Bible Combat Kit”, tapi ayat ini hanyalah berisi ramalan peringatan terhadap Arabia. Jika membaca dan mempelajari dengan seksama berdasarkan keterangan sejarah, isi ayat ini berhubungan dengan kaum Dedan yang tadinya bermalam pada orang-orang Arab ketika mereka melakukan perjalanan di padang pasir, tapi sekarang harus bermalam di semak belukar karena kaum Arab akan diusir ke luar dari tanah itu. Jadi jelas hal ini tidak ada hubungannya dengan Muhammad.

Ulangan 33:2
“Tuhan datang dari Sinai dan terbit kepada mereka dari Seir; Ia tampak bersinar dari pegunungan Paran dan datang dari tengah-tengah puluhan ribu orang yang kudus; di sebelah kananNya tampak kepada mereka api yang menyala.”

Ayat ini mengisahkan perjalanan umat Israel di bawah pimpinan Nabi Musa; sewaktu mereka meninggalkan Mesir ke gurun pasir, untuk menerima Perintah Tuhan di Gunung Sinai, untuk akhirnya menuju Tanah Perjanjian di luar Paran dan membawa Perintah Tuhan. Para Muslim menganggap bahwa Gunung Paran dan Api yang menyala adalah Mekah dan Qur’an, dan bahwa Muhammad sewaktu masuk Mekah membawa 10.000 pengikutnya. Lagi, masalahnya bagi Muslim adalah fakta sejarah yang sudah jelas bahwa Musa mendidik generasi baru kaum Israel, setelah generasi yang tua mati, tentang perjalanan kaum Israel menuju Tanah Perjanjian.
Tentang kata “puluhan ribu orang kudus”, adalah menggambarkan jumlah yang tidak terhitung banyaknya. Pada saat itu, literatur Yahudi belum mengenal angka nol, sehingga mereka memakai kata puluhan ribuan (plural) untuk menggambarkan jumlah ribuan yang banyak sekali. Juga, Gunung Paran tidak terletak di Arabia, tapi di gurun Sinai. Ayat ini jelas sama sekali tidak mengungkapkan apa-apa tentang kedatangan Muhammad.

"The villages that Kedar doth inhabit." Isaiah (Yesaya) 42:11
"Arabia and all the princes of Kedar." Ezekiel (Yeheskiel) 27:21
Sekali lagi, para Muslim tidak tahu fakta sejarah yang penting dalam ayat-ayat di atas. Memang benar bahwa salah satu anak Ismael bernama Kedar, tapi dengan menggunakan ayat ini untuk membuktikan kedatangan Muhammad adalah hal yang tidak berdasar sama sekali karena Kedar adalah juga sebutan bagi Arabia di masa Nabi Yesaya dan Yehezkiel. Juga Yehezkiel menerangkan dengan jelas bahwa dia menyebut para pedagang lokal sebagai pangeran-pangeran Kedar.

"For to you every vision has become like the words of a sealed book. You give it to someone able to read and say, read that. He replies, I cannot because it is sealed. You then give the book to someone who cannot read and say, read that. He replies, I cannot read." Isaiah 29:11-12
Muslim menggunakan ayat ini sebagai referensi Muhammad mendapat wahyu Qur’an, meskipun faktanya dia tidak bisa membaca. Muslim juga menganggap ayat ini menggambarkan Sura pertama Qur’an “Al-Fatihah” (Pembukaan) dan mereka lupa bahwa sebenarnya Sura ini bukan Sura pertama yang diturunkan kepada Muhammad. Ayat Yesaya di atas sebenarnya adalah tentang peringatan Nabi Yesaya terhadap bangsa Israel yang menentang firman Tuhan dan mengikuti nabi-nabi palsu (cocok emang buat si muhammad, nabi palsu. –RiD)

Ulangan 18:18
“Seorang nabi akan Kubangkitkan bagi mereka dari antara saudara mereka, seperti engkau ini; Aku akan menaruh firmanKu dalam mulutnya; dan ia akan mengatakan kepada mereka segala yang Kuperintahkan kepadanya.”

Di sini Tuhan mengatakan pada Musa dan bani Israel bahwa Dia akan membangkitkan seoarang nabi dari kaum dan keturunan bangsa Israel. Muslim menggunakan ayat ini sebagai bukti kedatangan Muhammad berdasarkan fondasi yang goyah karena kaum Ismael (Arab) bukanlah saudara (kandung) kaum Israel melainkan saudara sepupu. Kata “saudara” yang sama juga digunakan di Ulangan 18:7 dan ini jelas menunjukkan bahwa “saudara”yang dimaksud di sini adalah saudara kandung (garis keturunan Abraham-Sarah; Ishak) dan bukan saudara sepupu (Ismail).

Mazmur 118:22-23
“Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru. Hal itu terjadi dari pihak Tuhan, suatu perbuatan ajaib di mata kita.”

Muslim mengaku bahwa ayat ini menggambarkan tentang Muhammad. Akan tetapi Tuhan kita Yesus Kristus mengutip ramalan ini di Matius 21:42-43 dan menyatakan bahwa Dialah pemenuhan dari ramalan ini.
“Terang yang Akan Datang” yang disebut di Yesaya 42:1-2, 6-7 sekali lagi menyatakan tentang Tuhan Yesus yang datang ke bumi 600 tahun sebelum Muhammad lahir.

Yohanes 14:16-17
“Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya. Yaitu Roh Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu.”

Muslim menganggap Yesus berbicara tentang Muhammad, tapi seperti yang semua umat Kristen ketahui, Yesus sebenarnya berbicara tentang Roh Kudus. Ayat itu dengan jelas mengatakan bahwa sang Penolong akan bersama-sama menyertai kita untuk selama-lamanya. Muhammad tidak menyertai kita selama-lamanya, karena dia sudah mati. Ayat itu juga mengatakan bahwa dunia tidak melihat atau kenal sang Penolong, tapi Muhammad dilihat dan dikenal banyak orang. Ayat itu juga mengatakan bahwa sang Penolong akan menyertai dan hidup di dalam diri kita; Muhammad jelas tidak dapat melakukan hal itu sebab dia bukanlah Roh. Yesus dengan jelas mengatakan bahwa ayat ini berbicara tentang sang Penolong yang adalah Roh Kudus di ayat berikut:
Yohanes 14:26
“Tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam namaKu, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.”

Sekali lagi kita bisa baca di Yohanes 16:7
“Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu.”

Di ayat ini pun para Muslim menganggap Yesus berbicara tentang Muhammad, tapi jika mereka mengerti akan Alkitab lebih jauh, mereka akan sadar apa yang dikatakan Yesus selanjutnya tentang nubuat ini ketika dia terangkat ke Surga: Kisah Para Rasul 1:4-5
"Do not leave Jerusalem, but wait for the gift My Father promised, which you have heard Me speak about. For John baptized with water, but in a few days you will be baptized with the Holy Spirit."

Yesus dengan jelas berkata sesuatu akan terjadi dalam waktu beberapa hari dan bukan 600 tahun seperti yang Muslim ingin kita percaya. Malah akhirnya memang nubuatan itu dipenuhi dengan turunnya Roh Kudus di Kisah Para Rasul 2:1-4.
Aku bisa terus saja memberikan contoh-contoh lain yang lebih banyak, tapi ini nantinya seakan membuatku menjelek-jelekkan Muhammad belaka dan membuat hubungan jelek dengan pihak Muslim. Akan tetapi pengetahuan baru ini dan ibadah agama Islam yang diulang-ulang membuatku sadar bahwa kebenaran Tuhan terletak pada Anugrah Keselamatan Yesus Kristus. Keselamatan tidak terletak pada penyerahan diri kepada orang Arab yang hidup hampir 1.400 tahun yang lalu dan sampai saat ini diikuti para Muslim secara fanatik. Banyak contoh artikel kesaksian di www.answering-islam.org yang menunjukkan hal itu.

Hal yang paling jelas adalah Muslim hidup dalam ketakutan atas Tuhan atau sesama Muslim. Sebagai orang Kristen, aku tidak takut akan ancaman api neraka sebab aku telah menyerahkan diriku dalam Anugrah Keselamatan dari Tuhan Yesus. Hal ini tidak didapat para Muslim karena Qur’an mengajarkan bahwa Tuhan menyelamatkan siapa yang Dia Kehendaki dan mengutuk siapa yang Dia Kehendaki. Hal ini membuat Muslim bertanya-tanya apakah mereka akhirnya bisa masuk surga meskipun sudah banyak melakukan perbuatan baik. Karena pemikiran seperti inilah, banyak Muslim yang mati dalam nama Tuhan dan Islam, dengan menyebut diri mereka sebagai martir. 
Tapi arti martir dalam Kristen sangatlah berbeda dengan martir dalam Islam. Muslim percaya mereka yang mati dalam perang demi Allah adalah martir. Kristen percaya bahwa martir adalah mereka yang mati untuk mempertahankan imannya dan menolak untuk menyangkal iman mereka terhadap Yesus Kristus.

AKU BERSAKSI

Selain tulisan kesaksian ini, aku telah menyatakan secara jelas kepada para Muslim yang dulu kupanggil sebagai saudara-saudaraku bahwa aku kembali kepada iman Kristenku. Sedihnya, aku diejek dan dihina, juga diancam karena terang-terangan murtad. Aku kaget sekali bagaimana aku diserang dengan sengit, tapi aku hanya takut pada Tuhan dan bukan pada orang. Yesus mengajarkan kita untuk takut pada mereka yang dapat menghancurkan jiwa dan bukan mereka yang dapat menghancurkan jasmani.
Ironisnya, diantara para Muslim yang kuberitahu tentang kemurtadanku ada orang yang memiliki website Islam. Dulu aku memberi banyak sumbangan tulisan bagi propaganda Islam di websitenya. Tapi meskipun aku telah menyatakan murtad dan kembali ke Kristen, tulisanku tetap saja tercantum di websitenya. Aku telah minta dia menghilangkan tulisanku, tapi dia hanya mengganti namaku dengan inisialku (AT) dengan menyatakan bahwa tulisan-tulisanku itu dibuat orang yang baru masuk islam. Sikapnya sangatlah munafik.
Dia tidak sadar bahwa dengan melakukan hal itu, dia berarti juga menentang agamanya sendiri. Saat ini di lingkungan Muslim aku sudah dianggap sebagai murtadin. Orang Muslim yang terus berhubungan dengan diriku bisa dianggap murtad pula. Karena karya-karya tulisanku masih ada di websitenya, dia secara tidak langsung tetap berhubungan denganku, dan sikap ini bertentangan dengan isi banyak Hadis tentang Muhammad.

Aku tidak bangga akan tulisan-tulisanku, dan ini akan jadi sesuatu yang memalukan untuk jangka waktu lama dalam hidupku. Tapi aku dulu memang tidak tahu banyak tentang Alkitab dan akhirnya pengetahuan yang benar tentang Yesus Kristus tumbuh dan aku kembali kepadaNya. Halleluya!
Aku berdoa agar kesaksianku yang singkat ini bisa mencerahkan mereka yang membacanya, jadi bahan bacaan yang menenangkan bagi mereka yang mengalami hal serupa, dan jadi sumber pengetahuan bagi mereka yang memilih untuk ikut si Muhammad atau Yesus Kristus.
Aku sekarang hidup berdasarkan Anugerah Keselamatan dari Tuhanku dan Juru Selamatku Yesus Kristus. Aku mempersiapkan diri akan kedatanganNya kembali yang bisa terjadi di waktu kapanpun. Aku sekarang bekerja bagi Tuhan, jadi seorang Pendeta, dan membagi-bagikan kesaksianku pada siapa yang mau mendengarkan.
Bagi mereka yang menuduh bahwa Alkitab bertentangan dengan isinya sendiri, aku nyatakan bahwa hal itu tidak benar. Alkitab bertentangan dengan cara hidup mereka yang menuduh hal seperti itu. Bagi mereka yang mencoba membenarkan “kesalahan” Alkitab, sebaiknya biarkan Alkitab memperbaikimu.

Knowledge is power, pengetahuan adalah kekuatan. Jika kita miliki kekuatan itu, kita bisa mengajar orang lain. Aku ingin menganggap diriku sebagai bukti tentang hal kekuatan tsb. Terima kasih atas kesediaan kalian membaca kesaksianku. Semoga Tuhan memberkati kalian melalui Anugerah Keselamatan dari Yesus Kristus. Amen!

Thursday, May 14, 2009

Mau mengislamkan teman Kristen malah percaya Yesus Kristus sebagai Penebus dan Penyelamatnya (Kesaksian Hamzah-Malaysia)

Saudara-saudaraku, saya ingin memberi kesaksian saya bagaimana Tuhan telah menyelamatkan saya dan memanggil saya secara khusus dan dengan kuasanya Dia memilih saya sebagai anakNya dan seterusnya sebagai hambaNya melalui berkat anugerahnya dalam Al-Masih Isa yang telah diberikan, bukan sahaja kepada saya tetapi sesungguhnya kepada seluruh dunia juga!

Saudara-saudari, satu daripada lagu yang telah saya gubah menyatakan bahawa di dunia ini ada ramai orang yang sedang mencari-cari keselamatan dan kesejahteraan di dunia dan di akhirat. Tetapi alkitab telah pun menyatakan bahawa hanya dalam Al-Masih Isa terdapat keselamatan untuk setiap jiwa di dunia ini! Dan melalui Isa sahajalah saya telah menerima rahmat dan berkat Tuhan serta jaminan kesejahteraan dunia dan di akhirat. Firman Tuhan yaitu Al-Kitab telah bersabda bahawa:

Berbahagialah orang yang mempercayai dalam Isa walau pun tidak lihatnya dengan mata sendiri.

Yohanes 20 : 29

Tuhan telah memanggil dan menyelamatkan saya, bukan melalui peristiwa-peristiwa atau kejadian 'supernatural' atau pengalaman yang ajaib yang menakjubkan! Kerana secara usaha manusia, adalah mustahil bagi saya menerima Kristus dan saya tidak mungkin menjadi seorang pengikut Al-Masih itu. Sebabnya ialah sejak taman asuhan kanak-kanak (Taska) lagi saya dibesarkan di pesantren (perkampungan di mana terdapat sekolah-sekolah agama dan madrasah Islam). Selepas itu saya telah dididik dan dibentuk selama enam tahun di sekolah pesantren itu dan telah menjalankan pendidikan saya dengan begitu baik. Setelah itu, keluarga saya telah berpindah, lalu saya pun melanjutkan pendidikan saya di sebuah pesantren lain selama tiga tahun lagi.

Sebagai satu contoh kecemerlangan saya di pusat pengajian Islam pesantren ini, pada tahun 1987, saya telah dipilih mewakili kota saya dalam pertandingan tilawah Al-Quran. Dan saya telah menjadi juara pertandingan itu! Dan pada tahun 1988, saya telah juga menjuarai pertandingan kaligrafi Islam, yaitu seni Khat Arab yang halus itu. Pada masa itu juga, kami telah menjadi juara pertandingan pidato bagimana berdakwah secara berkesan untuk Islam, bagaimana untuk berusaha, mencari, berkhutbah secara Islam dan berdakwah ajaran Islam kepada mereka yang bukan Islam.

Kemudian saya telah melanjutkan pendidikan saya lagi di sebuah institusi pengajian tinggi yang menyiapkan guru-guru agama Islam di kota kami. Di sini kami sebagai umat Islam amat mantap dan sangat percaya bahawa Islamlah yang paling benar, kerana selaras dengan ajaran Al-Quran bahawa: 'Innadinna indallah-hiislam' - 'sesungguhnya agama yang benar disisi Allah ialah Islam'. Dan satu misi besar bagi kami ialah untuk berusaha mencari mereka yang masih belum memeluk agama Islam.

Kewajiban besar bagi kami di sekolah tinggi itu untuk memberi penjelasan kepada Islam bagi orang yang bukan Islam. Di sekolah itu juga, saya telah diberi ajaran bahawa, pada masa yang dahulu, berlakunya suatu Perang Salib, diantara umat Islam dan umat Kristian, dan dalam perang Salib itu umat Islam telah menang. Bagi saya, ini menunjukkan bahawa Islamlah agama yang benar. Kerana menurut ulamak dan kiyai saya, Tuhan berpihak kepada orang Islam, sehingga orang Islamlah yang menang dalam perang ini!

Ini juga telah meyakini saya dengan lebih dalam ayat Quran itu "sesungguhnya agama yang benar disisi Allah ialah Islam" dan saya dipacu dan didorong untuk mencari-cari meraka yang belum lagi mengenal Islam. Dan di kota saya, kumpulan yang terbesar sekali yang belum terima Islam ialah dari keturunan Cina-Tionghua. Oleh itu, saya amat rindu dan tergerak hati untuk mendakwahkan mereka. Menurut tanggapan saya, agama orang-orang Cina ini adalah salah dan mereka perlu mendengar utusan Islam. Meskipun begitu, saya amat berhati-hati semasa mendekati orang Cina kerana saya tahu yang makanan kesukaan mereka ialah daging babi. Sebagai ajaran Islam, daging itu adalah jenis najis mugholadhl'oh-yaitu najis yang terkotor sekali. Jika tersentuh, untuk membersihkan dari kekotoran ini, orang yang tercemar itu kena mencuci tujuh kali dengan lumpur dahulu selepas itu mesti cuci dengan air bersih sebanyak tujuh kali - barulah boleh dikira 'suci'. Jadi, saya sebagai seorang Islam amat berhati-hati supaya tidak tersentuh dengan orang Cina.

Walaupun begitu, saya amat terdorong untuk berdakwah kepada orang Cina. Perbualan saya dengan mereka seringkali diselit dengan soalan-soalan seperti berikut:

"Hei kawan, mahukah anda dengarkan cerita dari saya? Saya ingin tanyakan anda-Apakah agama anda?"

Pada satu hari saya telah tanyakan seorang sahabat keturunan Cina saya soalan di atas. Maka kawan saya itu telah menjawab: "Agama saya Kristian"

Lalu saya berkata kepadanya: "Wahai kawanku, tahukah saudara bahawa amanat Kristian itu benar hanya untuk dua ribu tahun yang lalu? Pada saat Nabi Isa masih hidup, tetapi sekarang agamanya telah digantikan dengan agama yang baru dan seorang Nabi yang baru!" Yaitu Islam dan nabinya 'Muhammad'.

Tetapi dia katakan : "Oh bagi saya itu tidak menjadi masalah, jika ada agama yang baru atau tidak ...kerana bagi saya dengan IMAN saya pasti masuk syurga!

Apabila mendengar ini, saya telah amat terkejut...! Sebab selama 10 tahun saya belajar di sekolah agama pesantren dan selepas itu lebih empat tahun lagi di institusi perguruan tinggi Islam saya tidak pernah dengar bahawa masuk syurga itu pasti! Yang ada sahaja adalah kata-kata 'Insyaallah...'. Yaitu "ad-dunia mazsira-tul akhirah" - yaitu Dunia ini adalah satu tempat berlumba-lumba untuk menuju ke Akhirat, dan untuk memasukinya pun dengan "Insyaallah'" sahaja. Tapi bagaimanakah saudara Kristian ini boleh kata, memasuki syurga baginya adalah pasti? Jadi saya menegurnya dengan soalan :

'Wahai saudaraku, Sememangnya Syurga itu kepunyaan Bapamu, ke?'

Lalu dia menjawab : "Ya! Memangnya Syurga itu Bapaku punya."

Saya amat terkejut dengan jawabannya itu dan terlintas di fikiran saya pada saat itu nas Al-Quran Surah al-Ikhlas ayat 6 : "Lam walid wa lam yulad" yakni "bahawa Allah tidak beranak dan tidak diperanakkan" dan di surah al-Jinn ayat 3 :"Bagaimana Allah boleh mempunyai Anak kalau Dia tidak mempunyai permaisuri?" Tetapi bagaimana sahabat Kristian ini sanggup mengakui Tuhan sebagai Bapanya sendiri? Kemudian saya tanyakan dia lagi: "Sememangnya Tuhan kamu Siapa?, dan namaNya Siapa?" Dia jawab dengan tenang: Tuhan saya adalah Yesus (Isa) - pada saat saya dengar kata-kata itu, emosi saya telah naik marah dan saya marah besar kepada dia. Kerana dia telah menyekutukan Allah, mengikut tanggapan saya. Ajaran saya selama ini yalah: "La-illah ha-ilallah" yakni "Tidak ada Tuhan kecuali Allah." Tetapi bagaimanakah sahabat Kristian saya ini boleh kata Isa adalah Tuhannya! Jadi saya pun mengucapkan kepada kawan itu: "Lakum di-nukum al ya-din" - "Bagimu agamamu dan bagiku agamaku" (Surah al-Kafirun 6).

Kemudian saya anggap pertemuan itu sudah selesai. Saya pun pulang ke perkampungan saya dan hidup saya kembali seperti biasa. Saya teruskan pengajian dan pencarian saya untuk kebenaran. Mahupun di Institusi Islam saya atau secara peribadi. Semasa saya lakukan pengajian saya itu dialog yang telah berlaku dengan sahabat saya di atas tidak tinggalkan fikiran saya.

Di mana dialog itu menggerakkan saya untuk mencari siapakah sebenarnya Isa Al-masih itu. Dan mengapakah umat Kristian boleh kata bahawa 'dengan iman seorang itu pasti masuk Syurga'. Saya telah mencari buku-buku yang bercerita tentang Isa. Saya telah temukan satu Kitab yang ditulis oleh Kiyai Mundhir Dhan Nadzir yang berjudul Fa'firu Il'lallah (Jalan Menuju ke Allah).

Dalam Kitab itu ada menjelaskan tentang peristiwa di akhir Zaman. Di mana di dalamnya diceritakan di zaman akhir akan terjadi peprangan di mana-mana, kebuluran di mana-mana, gempa bumi di mana-mana, keributan terjadi di mana-mana dan banyak orang akan resah gelisah dan ketakutan. Dalam keadaan yang semacam itu, kemudian muncullah satu kuasa yang sungguh dasyhat, yang bernama 'Dajjal'. Dan Dajjal ini sangat-sangatlah menakutkan. Di mana matanya satu, dan dia amat tinggi dan besar, sehingga lautan pun sejauh selangkah kaki sahaja baginya. Di tangan kanannya dia membawa Syurga dan di tangan kirinya dia membawa Neraka. Dajjal ini pergi kemana-mana untuk mencari penghuni-penghuni bagi Syurga dan Neraka yang dibawakannya. Padahal Syurganya adalah Neraka di mana penghuni-penghuninya akan disiksa kekal abadi dan selama-lamanya! Dia pergi ke mana-mana saja mencari jiwa-jiwa untuk memasuki Syurganya itu. Tetapi, pada saat yang terakhirnya datanglah Penyelamat yang akan menentang Dajjal yang sangat jahat itu. Saya amat terkejut dengan siapakah yang akan datang selamatkan Dunia ini dari cengkaman Dajjal ini - ISA AL-Masih sebagai Imam Mahdi sendiri!

Datanglah Isa al-Masih sebagai Imam Mahdi yang akan selamatkan Dunia dari kejahatan siDajjal! Dua kuasa yang timbul ini akan bertemu dalam satu pertembungan peperangan yang dahsyat antara Isa dan Dajjal itu! Saya amat kagum dan heran dengan apa yang terjadi selanjutnya. Semasa bertemu dengan Dajjal itu, Isa al-Masih berkata kepada bumi "Hai Bumi! Terbukalah..". Maka dengan serta-merta Bumi pun terbuka dan Dajjal pun jatuh ke dalamnya dan terus terhimpit di dalamnya, lalu si Dajjal itu pun mati. Dari situ saya bertanya lagi : "Mengapakah masih ISA Al-Masih yang dapat mengalahkan Dajjal?" Kerana dalam foot-notenya buku ini, disebut bahawa Dajjal ini merupakan pergabungan segala kekuatan Iblis yang menjadi satu. Dan Dajjal ini akan menyesatkan ramai orang kedalam Neraka dengan kuasanya.

Soalan yang timbul di dalam fikiran saya ialah: Mengapa masih Isa Al-Masih yang dapat mengalahkan kuasa-kuasa Iblis ini? Mengapakah bukan Nabi Adam yang pernah temukan secara langsung dengan Iblis itu? Kenapakah bukan Nabi Nuh, Nabi Idris, Hud, Salleh dan nabi-nabi yang lainnya, dan bukan pula Nabi Muhammad yang dulu saya pernah menyanjungkan, muliakan dan impikan. Mengapakah masih Nabi Isa? Dalam kitab yang sama itu, muncullah cerita yang menjawab soalan-soalan yang runcing ini dalam jiwa saya. Setelah Hazrat Isa berkuasa selepas kekalahan Dajjal, maka terjadilah Hari Kiamat.

Pada masa Kiamat pula, semua jiwa manusia yang pernah hidup akan dikumpulkan di satu tempat yang bernama 'Ara Mahsyar' atau Padang Mahsyar. Mereka akan dikumpulkan di Padang Mahsyar ini untuk menunggu waktu penghakiman mereka, dimana satu-persatu mereka akan menghadapi seorang Hakim yang akan menghakimi setiap umat manusia. Mereka ini amat ketakutan saat ini kerana keadaan kepanasan yang amat sangat pada waktu itu. Mengikut gambaran Kitab itu, lantainya Padang Mahsyar adalah perak dan di atasnya pula terdapat Matahari yang boleh dijangkau dengan tangan manusia. Sehingga kepanasannya begitu teruk sekali dan membuat setiap manusia disana hancur menjadi air dan kemudian muncul lagi menjadi manusia; sehingga mereka ini semua berduyun-duyun mencari pembela mereka, supaya masalah mereka boleh cepat diadili.

Mereka bertemu dengan Nabi Adam, lalu menyeru kepada baginda:"Ya Nabi Adam, ya Nabi Allah-tolonglah cepat bela masalah kami!" Tetapi jawabnya Nabi Adam ialah : "Hai Umatku, aku tidak sanggup membela perkara kamu, kerana saya pun malu, saya pun harus mempertanggungjawabkan masalah saya sendiri di hadapan Hakim itu." Kemudian mereka ke Nabi-nabi Nuh, Idris, Hud, Salleh dan kepada semua nabi yang lain untuk mencari pertolongan membela masalah mereka di hadapan Sang Hakim itu. Tetapi mereka semua pun tidak dapat tolong umat manusia itu! Kemudian mereka pergi mencari Nabi akhir zaman, nabi Muhammad. Mereka berseru:"Ya Rasullulullah, Tolong cepat bela masalah kami." Lalu Muhammad menjawab mereka: "Wahai umatku, aku tidak boleh membela perkara kamu. Aku hanya boleh mendoakan syafaat bagimu sahaja...". Tetapi Muhammad tidak dapat menentukan siapa diantara umatnya yang akan masuk Syurga atau Neraka. Keputusan muktamad dan terakhirnya hanya berada di dalam tangan Hakim yang akan menghakimi umat Manusia !

Saya amat terkagum dengan siapa yang menjadi Sang Hakim itu, saudara saudari, ternyata yang menjadi Penghakim adalah tidak lain dan tidak bukan : Isa Al-Masih. Soalannya sentiasa melintas difikiran saya : Mengapakah Isa Al-Masih lagi yang muncul menjadi Hakim ? Dialah yang menentukan mereka yang akan masuk syurga dan juga mereka yang akan masuk Neraka. Saya bertanya-tanya dan terus bertanya dan amat teringin mengetahui jawabannya. Dan kemudian saya mulai bertahajud, saya beristikhoro' dan saya bersolat dan berdoa terus-menerus. Kerana saya tidak mahu berada di keadaan di tengah-tengah, dimana dosa dan pahala saya dihitung seimbang. Kerana saya tahu bahawa hidup di dunia ini hanya sementara, yang kekal hanya adalah di akhirat -syurga atau neraka. Yang menentukan kita masuk syurga atau neraka nanti adalah semasa kita di dunia hari ini.

Kemudian saya pun berdoa dan bersolat sambil mencari jawaban dan penyelesaian bagi soalan saya di atas. Saya telah menangis. Hati saya sentiasa mencari apakah hakikat yang sebenarnya tentang peranan besar yang dimain oleh Nabi Isa yang juga bergelar Al-Masih itu, dalam perkara Syurga dan Neraka. Selama tiga tahun saya telah bergumul dengan perkara yang penting ini, tiga tahun saya mencari-cari kebenaran siapakah sebenarnya Isa Al-Masih ini. Mengapa orang Kristian tetap yakin dengan iman mereka pasti masuki Syurga? Mengapa Tuhan umat Kristian adalah Yesus Kristus yakni Isa Al-Masih!

Tidak lama kemudian, saya diberi jawabannya. Tuhan telah bukakan mata dan hati saya kepada kebenaran - Siapakah sebenarnya Isa Al-Masih itu. Jawabannya datang dari ayat al-Quran Surah Al-Imran 3 ayat 45 :

"Malaikat berkata : Ya Maryam, sesungguhnya, Allah itu memberi khabar sukacita kepadamu, Maryam, dengan Firman yang dari Allah, Firman itu bernama Al-Masih Isa ibnu Maryam, yang berkuasa di dunia dan di dalam akhirat dan yang paling dekat dengan Allah..."

Sungguh indah hakikat ini. Firman Allah ini yang bernama Isa Ibnu Maryam yang berkuasa di dunia dan di akhirat. Alhamdullillah! Kesimpulannya dalam fikiran saya : Dia yang datang kali kedua, Dia yang mampu mengalahkan Dajjal, Dia yang akan menghakim umat manusia dan menentukan siapa akan masuk ke Syurga atau Neraka - memang itulah HAK Dia, sebab Isa ibnu Maryam itu berkuasa di Dunia dan juga di Akhirah!

Kemudian saya telah mencari sahabat Tionghua saya itu dan melaluinya saya memperolehi sebuah Al-Kitab yaitu sebuah Kitab Suci Injil (KSI). Saya telah cuba membaca KS Injil ini tetapi pada mula-mula saya takut lalu mengucap "ta'awuz" (nauzbillah...) sebelum membacakannya! Tetapi pada saat saya membukakannya saya telah merasa amat selesa sekali lalu saya bermula membaca dengan buku Kejadian.

Sungguh enak dan seronok sekali pembacaan saya itu! Kerana cerita dalamnya sangat jelas, dan kesinambungannya juga amat sempurna. Kronologinya sangat lengkap sekali dan berurutan! Dalam al-Quran tidak selengkap KS Injil. Kalau dalam Quran cerita Nabi Adam, terdapat di Surah Semut, Sapi Betina, Surah Labah-labah dan di Surah Guruh dsbnya, semuanya hanya secebis-secebis sahaja. Tetapi kesemuanya pun tetap tidak selengkap seperti Buku Kejadian dalam Al-Kitab!

Saya telah membaca selanjutnya Kitab Suci Injil itu. Semua cerita-cerita dalamnya amat cocok dengan ajaran dari kiyai-kiyai dan tokoh-tokoh Islam lain yang telah mengajar saya. Saya telah berusaha membaca dan memahami segala-gala yang terkandung dalamnya dengan hati dan fikiran yang terbuka sekali, dan Tuhan telah memperkenankan usaha pencarian saya itu.

Akhir kata, pada bulan Julai tahun 1991, sesudah bergumul selama tiga tahun dengan soalan-soalan saya, setelah memiliki dan membaca Kitab Suci Injil bagi diri sendiri, Tuhan telah memberkati saya dengan damai sejahtera dan keselamatanNya. Pada masa yang sama saya telah tertarik kepada sebuah lagu rohani yang memperingatkan saya tentang pencarian saya yang awal. Liriknya seperti berikut:

Sudahkah engkau siap sedia?
Menghadapi kedatangan Yesus kelak kembali!
Untuk mengangkat kita semua,
Yang sungguh-sungguh mengharap padaNya

Liriknya memperingatkan saya jika kita semua sudah siap menghadapi kembalinya Isa ke dunia ini. Hakikat ini ada juga diajar oleh agama Islam dan saranan untuk bersiap-sedia bagi kedatangan baginda kali kedua juga adalah sama. Sambil saya berfikir tentang persiapan saya, saya telah dinampakkan satu gambaran dosa-dosa saya yang sungguh besar sekali yang tidak mungkin dosa itu dapat diampuni. Tuhan telah menunjukkan dosa saya yang begitu besar sehingga mustahil bagi saya masuk syurga. Pada saat itu saya mulai menangis atas segala yang telah saya renungkan. Tetapi pada waktu itu juga Tuhan telah menunjukkan saya bagaimana Al-Masih Isa telah menjadi Penebus saya, dan bagaimana baginda telah menanggung hukuman bagi dosa-dosa saya -dan juga manusia sejagat-untuk kekal abadi! Sama seperti bagaimana anak Nabi Ibrahim telah diselamatkan daripada dijadikan korban sembelihan oleh penggantinya - seekor kibas yang telah disiapkan oleh Tuhan sendiri yakni penebusnya yang besar (fi'dia). Sesungguhnya peristiwa ini adalah satu gambaran nubuat yang Tuhan telah berikan kepada umatnya tentang kedatangan Isa al-Masih yang datang sebagai Penebus manusia yang kekal abadi!

Setelah saya sendiri telah meyakini penebusan hukuman dosa-dosa saya oleh korban yang telah dibayar oleh Tuhan sendiri -dengan nyawa Isa al-Masih yang sempurna, saya kini beroleh keyakinan juga untuk kedatangan baginda kembali ke dunia. Karena kini baginda bukan sahaja Sang Hakim yang adil itu, tetapi dia juga adalah Penebus dan Juruselamat saya untuk selama-lamanya! Halleluyah! Alhamdullilah!

Saya ingin sarankan kepada saudara-saudari yang dikasihi, kupaslah segala prasangka yang tidak berasas kamu terhadap Kitab Suci Injil. Bacalah Kitab Suci ini dengan fikiran yang terbuka. Tuhan akan memberkati saudara-saudari dengan anugerahNya yang maha suci dan indah! Saya ingin menutupi kesaksian saya dengan satu ayat daripada Kitab Suci Injil yang sungguh bermakna dan indah sekali:

"Kerana dengan rahmat Allah, kamu diselamatkan oleh sebab kamu percaya kepada Isa. Penyelamatan itu bukan hasil usaha kamu sendiri, melainkan dari kasih karunia Allah."

Efesus 2 : 8-9

Semoga Tuhan memberkati pencarian saudara! Amin.

Wednesday, June 6, 2007

Kebenaran Sejati - Muslim jadi Kristen (Hamran Amrie)

Saya mengaku percaya akan kebenaran Alkitab dan Yesus Kristus Anak Allah, Tuhan dan Juruselamat umat manusia, adalah melalui (atau disebabkan) Al--Quran.
Sungguh ajaib! Tetapi memang demikianlah sebenarnya.

Saya mendapatkan kebenaran ajaran Kristen ini, sama sekali bukanlah disebabkan kepandaian atau kecerdasan mempelajari Alkitab terlebih dahulu. Juga tidak disebabkan penerangan para pendeta atau Penginjil manapun. Hal ini dapat dimaklumi, karena saya sendiri tadinya adalah seorang Muslim, anggota/pengurus Muhammadiyah, mubaligh Islam. Dalam tahun 1947 saya adalah salah seorang pelopor/Ketua Kongres Ummat Islam se- Kalimantan di Amuntai, bersama-sama dengan saudara K.H. Idham Chalid. Dalam tahun 1950-51, adalah sebagai Imam Tentera Pusroh Islam Angkatan Darat di Banjarmasin dengan pangkat Letnan-ll. Juga sebagai penulis Muslim dalam pelbagai majalah Islam antara lain: Mingguan Adil di Solo, Mingguan-Risalah Jihad di Jakarta, Mingguan Anti Komunis di Bandung, dan lain-lain. Lebih dari itu, saya adalah juga salah seorang Anti Kristen yang agresif sejak tahun 1936 di Muara Teweh (Barito); hingga tahun 1962 termasuk salah seorang bersimpati untuk mendirikan Negara Islam di Indonesia, yang sekaligus bermakna Anti Kristen. Karena itu tidak lah mungkin sama sekali bagi saya untuk dapat memahami isi Alkitab itu secara baik dan wajar.

Alkitab, memang sudah saya miliki sejak tahun 1936, Saya membaca Alkitab bukanlah untuk mencari kebenarannya, melainkan hanya untuk mencari ayat-ayat yang dapat menunjang pendirian saya sebagai seorang Muslim yang Anti Kristen, untuk menyerang iman Kristen itu sendiri.
Sampai berumur 40 tahun, saya adalah penghujat Jesus Kristus. Saya tidak percaya bahkan menolak ke-Ilahi-an Jesus Kristus itu sebagai Anak Allah, Tuhan dan Juruselamat. Pelbagai cara yang sudah saya lakukan untuk menghinakan menolak kebenaran Jesus Kristus.

Tetapi begitu besar Kasih Allah, pada suatu saat saya dicari, dijemput dan diselamatkan.
Dalam tahun 1962, dikala saya sedang menyusun sesuatu naskah khotbah, saya membaca ayat Quran s.AI
Maidah 68, yang berbunyi: "Qul ya ahlal kitabi lastum'ala sya-in hatta tuqiemut taurata wa! injil wa ma unzila alaikum min rabbikum.''
artinya: "Katakanlah! hai Alhi Kitab. Kamu tidak pada agama yang sebenarnya, kecuali apabila kamu turuti Taurat dan Injil, dan apa-apa yang diturunkan kepadamu dari pada Tuhanmu''.

Ayat ini, bukanlah untuk pertama kali itu saya baca, melainkan sudah ratusan kali. Tetapi pada kali terakhir itu, Allah telah membisikan dalam roh-jiwa saya, bahwa yang dimaksudkan "Taurat dan Injil" dalam ayat Quran itu adalah Taurat-lnjil yang ada terdapat dalam Alkitab atau Bijbel sekarang ini.
Pikiran saya sejak dahulu mengatakan, bahwa Taurat dan Injil yang dimaksudkan oleh Al-Quran itu secara phisik sudah tidak ada lagi, dan isinya sekarang telah diintisarikan dalam Al-Quran. Sedang Taurat Injil yang ada dalam Alkitab sekarang ini, adalah yang palsu isinya sudah diorak-arik oleh tangan manusia, dikurangi dan ditambah dan lain-lain.

Roh jiwa saya selalu mengatakan bahwa Taurat Injil itu adalah yang terdapat dalam Alkitab sekarang benar adanya.
Pikiran/otak saya selalu mengatakan: tidak yang ada sekarang adalah Taurat--Injil palsu.
Roh jiwa saya mengatakan: bahwa Taurat-Injil yang dimaksudkan itu adalah yang terdapat dalam Alkitab sekarang .
Pendapat pikiran/otak saya sekarang bertolak belakang dengan kata hati rohjiwa saya. Karenanya saya menjadi ragu, bimbang, mana yang benar.
Untuk mendapatkan ketentraman, maka masalah ini saya bawa dalam sembahyang tahjud (sembahyang tengah malam) dengan doa istiharah, yaitu suatu doa kepada Allah memohon agar diberi petunjuk tanda-tanda kebenaran, supaya Allah pilihkan buat saya mana yang benar satu diantara dua macam pendapat ini.

Saya berdoa demikian:
"Ya Allah, khalik langit dan bumi; Allah-nya orang-orang Islam, Allah-nya orang-orang Kristen, Allah-nya orang-orang Budha, Allah-nya bulan bintang, Allahnya lembah dan gunung-gunung, Allah semesta alam, tunjukkan tanda-tanda kebenaran Tuhan yang disebutkan dalam Quran ini mengenai Taurat dan Injil itu. Apakah yang dimaksud itu memang Taurat dan Injil yang sudah tidak ada, yang sudah disarikan dalam Al-Quran. Jika memang demikian, saya mohon agar Tuhan teguhkan hatiku untuk tidak mempelajari Alkitab itu. Tetapi kalau sekiranya yang dimaksudkan "Taurat Injil" dalam Quran itu, adalah memang kebenarannya itu ada di dalam Alkitab (Bible) sekarang ini, saya mohon kiranya Tuhan bukakan hatiku untuk lebih bergairah membaca mempelajari Alkitab itu secara jujur dan baik."

Saya tidak meminta pilihkan kepada siapa-siapapun, tidak kepada pendeta, juga tidak kepada alim-ulama Islam juga tidak kepada kawan-kawan saya yang cerdas pandai, tetapi saya minta dipilihkan oleh Allah Yang Maha Tahu dan Maha Benar itu saja, agar dalam hal ini saya mendapatkan satu pilihan yang benar-benar ''meyakinkan kebenarannya'', menurut kehendak Allah itu sendiri.

Saya berdoa dengan sepenuh hati, benar-benar menggantung harap atas petunjuk Allah saja untuk memilihkan bagi saya suatu kebenaran beragama.

Kenapa sampai begitu terarah saya memusatkan pengharapan ini kepada Allah. Hal ini dapat dimengerti bahwa setiap orang beragama mempunyai keyakinan akan adanya kehidupan sesudah kematian dunia fana ini. Dalam kehidupan di alam baqa itu nanti, hanya ada dua tempat kita berada, yaitu didalam penghukuman dukacita api neraka, atau didalam sorga bersama Allah. Saya tidak dapat meremehkan kehidupan ini. Kalau kita membeli mas seberat 10 gram saja yang bernilai harganya hanya beberapa puluh ribu saja, kita sudah memerlukan pemeriksaan dan pengujian yang begitu teliti, agar jangan tertipu dan jangan ada penyesalan dibelakang hari, apapun pula mengenai jiwa rohani kita yang akan datang, perlu kita berprihatin memikirkannya, memeriksa dan menguji kebenarannya beragama yang sesuai dengan kehendak Allah pemilik kehidupan sorga itu saja, agar kita tidak berpenyesalan sepanjang masa karena kecerobohan kita sendiri. Saya tahu dan meyakini, bahwa pemilik sorga dan neraka itu adalah Allah sendiri. Dan justru
itulah, saya tidak meminta pilihkan, tidak meminta nasehat pertimbangan manusia, baik seorang pendeta-Krisen, maupun seorang Ulama Islam karena mereka itu semuanya adalah manusia, yang pasti tidak tahu persis tentang akan kebenaran yang sesuai dengan kehendak Allah itu. Saya datang kepada Allah pemilik kebenaran, pemilik sorga itu sendiri, meminta menggantung harap, agar A!lah itu sendiri memberikan petunjuk kebenaran dalam hal ini.

Puji Tuhan, semua pengharapan dan doa saya ini terjawab dengan baik.
Pertanda bahwa kebenaran itu diberikan dengan segala kenyataan yang sama sekali tidak meragukan lagi. Patut dicatat, bahwa ayat-ayat Quran selain dari Quran s.Almaidah 68 itu, masih banyak ayat-ayat lain yang berkesan kepada saya waktu itu antara lain juga;
Quran s.As Sajadah 23:
''Wa Laqad ataina Musa 'Ikitaaba fala takun fimiryatim min liqaa-ih ..''
(Dan sesungguhnya telah kami berikan kepada Musa Alkitab (Taurat), maka janganlah kamu (Muhammad) ragu-ragu menerimanya) .
Quran s. Al Maidah 46:
''Wa qaffainaa 'ala assyarihim bi 'Isa 'bni Maryama mushaddi qallima baina yadaihi minat Taurati wa atai naahul Injila fieha hudan wa nurun, wa mushaddi qallima baina yadaihi minat Tauraati wa hudan wamau' 'izhatan lilmuttaqien.''
(artinya: Dan kami iringkan jejak mereka (nabi terdahulu) dengan Isa putra Maryam, membenarkan kitab Taurat. Dan Kami telah memberikan kepadanya Kitab Injil yang ber-isikan petunjuk dan cahaya, dan membenarkan kitab yang terdahulu yaitu Taurat, dan menjadi petunjuk serta pengajaran untuk orang-orang yang bertakwa).
Quran s.AI Maidah 47:
Wal yachkum ahlal Injili bimaa anzala 'llahu fichi wa manllam yachkum bimaa anzala'llahu fa ulaa ika humul faasikuna.''
(artinya: Dan hendaklah orang-orang pengikut Injil, memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah didalamnya. Barang- siapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah maka mereka itu adalah orang-orang yang fasik.
Quran s.AI Baqarah 62:
'Inna'lladzina aamanu wal ladzina haduu wan naasharaa wa shaabi iena min aamana billahi walyaumil akhl~i wa 'amila shalichan falahum ajruhum 'indrarabbihim wa lakhaufun 'alaihim wa la hum yachzanun, ''
(artinya: Sesungguhnya orang-orang yang percaya, orang-orang Yahudi, Nasrani dan Sabiin, siapa saja diantara mereka yang benar-benar beriman/percaya kepada Allah, hari kemudian dan beramal saleh, mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, dan tidak pula mereka berduka-cita).

Dan masih banyak lagi ayat-ayat Quran yang memenunjukkan bahwa Alkitab, yaitu Taurat dan Injil itu adalah membawa kepada jalan kebenaran sesuai dengan kehendak Allah.
Ayat-ayat Quran inilah yang menggugah pikiran saya untuk menyelidiki lebih jauh akan kebenaran isi Alkitab ini sebagaimana saya katakan terdahulu, bahwa Allah telah membisikan dalam roh-jiwa saya akan kebenaran Alkitab itu.

Pada keesokan harinya, sesudah saya berdoa Istiharah dalam sembahyang tahjud itu, saya merasa ada perubahan yang sangat nyata sekali. Waktu itu saya sudah memandang Alkitab itu sebagai sahabat, tidaklah lagi sebagai musuh. Pada pagi itu saya mengambil Alkitab untuk dibaca dengan maksud mengetahui dengan pasti isi kebenarannya dengan baik dan jujur.
Dengan mengucapkan "Bismillahir rahmanir rahim", atas nama Allah Yang Pemurah Lagi Penyayang, saya
buka Alkitab itu.
Ayat yang hendak saya baca dikala itu adalah Kitab Ulangan 18:15. Kenapa ayat ini yang menjadi perhatian saya untuk dibaca pada pertama kali itu? Karena ayat inilah yang sering bahkan selalu saya jadikan palu godam untuk memukul iman orang-orang Kristen, baik ia seorang pendeta, maupun penginjil, dengan maksud agar mereka mengakui dan percaya akan kehadiran Muhammad sebagai nabi yang dinubuatkan oleh Alkitab
antara lain dalam ayat Ulangan 18: 15 ini.
Dalam huruf yang sama, dalam kalimat yang sama, dalam bahasa yang sama, juga dalam Alkitab yang sama, namun pengertiannya telah berubah dari pengertian saya yang sebelumnya.

Benar-benar saya menginsyafi sekarang, bahwa Alkitab tertutup rapat, sulit dimengerti oleh orang yang tidak percaya tetapi sebaliknya ia menjadi terang dan mudah dimengerti bagi mereka yang percaya, yang didalam hatinya dipenuhi oleh Rohulkudus.

Bunyi kitab Ulangan 18 : 15 itu lengkapnya demikian:
"Seorang nabi dari tengan-tengahmu, dari antara saudara-saudaramu, sama seperti aku, akan dibangkitkan bagi-mu, oleh Tuhan Allahmu, dialah yang harus kamu dengarkan".
Dulu ayat ini saya artikan merupakan petunjuk adanya nubuat kenabian Muhammad. Karena dalam kalimat: "seorang nabi sama seperti aku (Musa)" itu, merupakan penunjukan kepada identitas kenabian Muhammad itu, karena:

- Musa dilahirkan dengan beribu-bapa;Muhammadpun dilahirkan sama dengan Musa, yaitu beribu-bapa. Tidak sama dengan Isa Almasih, yang hanya dilahirkan oleh seorang ibu, tetapi tanpa bapa. Musa diwaktu besar -- dewasa -- nya kawin, Muhammadpun juga waktu dewasanya kawin, sama dengan Musa. Tidak sama dengan Isa Almasih, yang sama sekali tidak pernah kawin.
Musa dikaruniakan anak; Muhammadpun juga dikaruniakan anak sama dengan Musa. Tetapi Isa Almasih tidak pernah mempunyai anak, kawinpun tidak pernah.
Musa, diwaktu tuanya mati dan dikuburkan, begitupun Muhammad waktu tuanya mati dan dikuburkan. Tetapi Isa Almasih tidak pernah mati, melainkan naik ke sorga, tidak dikuburkan.
Jadi nyatalah bahwa nats Ulangan 18 : 15 itu menunjukkan kebenarannya kehadiran Muhammad sebagai nabi yang sudah dinubuatkan oleh Musa, dan sama sekali bukan untuk kehadirannya Isa Almasih atau Jesus Kristus sebagai nabi. Kehadirannya Jesus Kristus menurut kepercayaan Kristen adalah sebagai Anak Allah.

Tetapi pada hari itu, waktu saya membaca ayat itu dengan perlahan-lahan serta dalam kesungguhan hati untuk dimengerti, apa maksudnya yang sebenarnya. Waktu saya sampai kepada kalimat " ......................................
sama seperti aku Musa)." Rohulkudus membisikkan didalam hati (roh) saya dengan mengatakan, bahwa kalau yang hendak kamu samakan itu adalah Muhammad dan Musa itu sama-sama dilahirkan dengan beribu-bapa, bahkan seluruh dunia ini manusia itu dilahirkan dengan beribu-bapa. Bukan itu yang dimaksudkan sama disini. Jadi ciri demikian ini sama sekali tidak dapat dijadikan ciri dari kebenarannya nubuat itu.
Begitupun juga, kalau Muhammad dianggap sama dengan Musa, disebabkan waktu dewasanya ia kawin seperti Musa, banyak orang didunia ini melakukan kawin-mawin. Jadi cara inipun sama sekali tidak dapat dijadikan ciri dari kebenaran nubuat itu bagi kehadiran Muhammad sebagai nabi yang dinubuatkan.
Kalau Muhammad dianggap sama dengan Musa, karena dikarunia anak sebagaimana juga Musa, inipun tidak mungkin dijadikan ciri yang menentukan kebenaran nubuat itu, karena banyak orang didunia ini yang dikaruniai anak beranak.
Kalau Muhammad pada akhir hayatnya mati dan dikuburka dianggap sama halnya dengan Musa mati dan dikuburkan dianggap ciri kebenaran nubuat itu. Inipun juga tidak dapat diterima untuk dijadikan alasan kesamaan itu, karena semua orang didunia ini memang mati dan dikuburkan. Mati dan dikuburkan inipun,sama sekali bukanlah merupakan ciri yang khas.

Nubuat Musa itu memang menunjuk kepada kehadirannya Jesus Kristus, karena itu carilah kesamaan-kesamaan Musa dengan Jesus Kristus itu dalam hal-hal yang khas--Unik--luar biasa.

Memang banyak hal kesamaan Jesus dengan Musa, di dalam hal-hal yang unik dan khusus yang tidak sama dengan kebanyakan orang lain, misalnya:

* Gara-gara Musa lahir, Firaun mengamuk, anak laki-laki berumur 2 tahun kebawah dibunuh. Sama halnya dengan gara-gara Jesus lahir, Herodes mengamuk anak laki-laki yang berumur dua tahun kebawah juga dibunuh. Diseluruh dunia, hanya dua pribadi ini yang benar-benar sama peristiwanya.
* Musa dimasa kanak-kanaknya itu berada diluar dari tanah tumpah darahnya sendiri, yaitu berada di Mesir . Begitupun juga ada kesamaannya dengan Jesus, bahwa dimasa kanak-kanaknya Jesus juga berada dalam pelarian di tanah Mesir diluar dari tanah tumpah darahnya sendiri . Tidak semua kanak-kanak mesti menyingkir ke Mesir masa kanak-kanaknya.
* Musa sewaktu menjalankan karirnya sebagai nabi utusan Allah mendapat Kuasa Allah yang dikenal dengan sebutan, mukjizat, begitupun juga dengan Jesus dalam karirnya sebagai Firman yang Hidup, mendapat Kuasa Allah berupa mukjizat penyembuhan dan menghidupkan orang mati.
* Musa membebaskan bangsa Israel dari belenggu perbudakannya bangsa Mesir, dan Jesuspun membebaskan bangsa Israel dari belenggu perbudakan dosa.

Maka dengan adanya banyak bukti-bukti yang menunjukkan adanya kesamaan-kesamaan yang unik ini, dapatlah saya menyimpulkannya dengan keyakinan bahwa nubuat yang tersebut dalam Ulangan 18 :15 itu, bukanlah untuk menunjuk kepada kehadirannya Muhammad sebagai nabi yang dinubuatkan, tetapi adalah untuk menunjuk kepada kehadirannya Jesus Kristus sebagai Juruselamat, Firman yang Hidup.
Meskipun sudah demikian besar kasih Allah, memberikan suatu tanda kebenaran Alkitab sebagai Kitab Ilahi itu, namun saya tidaklah lantas segera menjadi seorang Kristen.

Kenapa! ! !
Karena masih ada hal-hal yang belum dapat saya menerima beberapa ajaran Kristen yang menyangkut hal keiman-an terutama saya tidak dapat mengatakan bahwa Jesus itu Anak Allah. Karena saya sedari kanak-kanak sudah diajar dan kemudian saya sendiri sudah mengajar, bahwa "Allah itu tidak beranak, dan tidak diperanakkan" (................Iam yalid wa lam yulad ..)
Juga saya tidak menyebut Jesus itu Tuhan. Karena saya sudah diajar, kemudian saya juga sudah mengajarkan,bahwa "Tidak ada Tuhan kecuali Allah" (La ilaha illallah).
Saya juga belum dapat memahami makna Allah Tritunggal itu. Karena saya sudah diajar dan juga sudah mengajar, bahwa "Kafirlah orang yang mengatakan bahwa sesungguhnya Allah.itu yang ketiga dari yang tiga". (Laqad kafaral ladzina qalu innallaha syalisyu syalaasyaht).

Juga saya tidak dapat menerima suatu pendapat bahwa Jesus itu memang mati di kayu salib. Kalau Jesus itu atau Isa Almasih itu seorang nabi pesuruh kekasih Allah, apapun pula oleh orang-orang Kristen dikatakan "Anak Allah", begitu mudah dan leluasa orang-orang Yahudi melakukan penganiayaan dan menyalibnya hingga mati, kenapa Allah tidak membelanya, malah membiarkan kekasihnya atau Anak-Nya itu mati digantung orang dikayu salib. Kalau saya melihat anak saya sendiri dianiaya orang, bahkan mau digantung atau disalib itu, pastilah orang yang menganiaya yang mau menyalibkan itu, akan saya tubruk habis-habisan untuk membela anak saya itu, apapun juga yang akan terjadi. Apakah memang Allah itu serdiri sudah tidak berwibawa terhadap orang-orang Yahudi. Peristiwa ini waktu itu benar-benar saya tidak atau belum dapat menerimanya.

Untuk mendapatkan penjelasan ini, memang saya sudah datang kepada beberapa pendeta atau para penginjil untuk mendapatkan penjelasan, kenapa Jesus disebut Anak Allah, kenapa Jesus disebut Tuhan. Apa makha pengertiannya Allah Tritunggal itu. Kenapa Jesus Anak Allah itu mati disalib oleh orang-orang Yahudi. Juga masalah dogma Dosa Warisan yang saya anggap hukum Allah yang tidak adil.

Pada umumnya pendeta-pendeta ini memang memberikan jawaban dan keterangan mengenai masalah ini, cukup benar, tetapi bagi saya waktu itu belum dapat menerimanya keterangan-keterangan yang diungkapkan waktu itu secara memuaskan. Hal ini disebabkan perbedaan latar belakang yang berbeda, yang begitu jauh, yang belum pernah ditelaah dimana sebenarnya letak perbedaan itu,dan mencarikan kesamaan pengertian didalam hal yang berbeda itu. Mencari titik temu kesalah fahaman pengertian yang berbeda ini perlulah ditelaah.

Hal ini dapat saya misalkan, bahwa kalau saya waktu itu adalah dimisalkan sebuah Radio penerimanya, dan pendeta yang dimisalkan Zender pengirimnya. Meskipun kedua-duanya dalam keadaan baik, tetapi karena berbeda gelombang penerima dan pengirimnya, maka pesawat penerimanya tidak dapat menangkap suara siaran penyiarnya.

Apa yang diuraikan oleh pendeta dan penginjil itu hanyalah terdengar masuk kuping kiri keluar kuping kanan karena saya tidak dapat memahami persis apa yang pendeta uraikan itu. Begitupun apa yang saya maksudkan, pendeta itu sendiri tidak dapat menangkap secara persis apa yang saya maksudkan, hingga penjelasannya diluar dari yang saya harapkan. Sekali lagi saya jelaskan, bahwa hal ini bukanlah disebabkan uraian pendeta itu salah, bukan tidak benar, melainkan karena berbeda cara berpikir dan cara penguraiannya, menyebabkan saling tidak mengerti maksud masing-masing.

Tetapi saya sama sekali tidak berputus asa.
Saya tetap berkeyakinan, bahwa kalau untuk pertama kalinya Allah sudah menolong saya, memilihkan kebenaran bagi saya, tentulah Allah akan tetap bukakan jalan bagi saya, pastilah Allah akan memberikan Roh.
kebenaranNya kepada saya untuk mengerti sepenuhnya apa yang menjadi batu sandungan saya itu. Karena itu saya selalu berdoa:

"Tuhan, tolonglah kiranya agar Tuhan sendiri mengungkapkan kebenaran apa yang dimaksudkan perkataan "Anak Allah" dan sebutan ''Tuhan'' bagi Jesus Kristus. Begitupun juga saya mohonkan agar Tuhan mengungkapkan makna pengertian Allah Tritunggal dan Rahasia Salib bagi Jesus Kristus itu. Kalau Tuhan sudah berikan pertanda bahwa Alkitab itu adalah benar Kitab Ilahi, maka pastilah semua yang menjadi batu sandungan saya ini akan Tuhan ungkapkan pengertiannya melalui Alkitab, sebagai Firman Allah yang tidak pernah berubah dari dahulu hingga sekarang, bahkan selama-lamanya, sampai pada kesudahan alam."

Memang !!!
Untuk kesekian kalinya Tuhan menolong saya dengan roh kebenaranNya yaitu Rohulkudus yang bekerja di dalam hati saya.
Bagaimana pertolongan Allah mengungkapkan semua batu sandungan saya itu, baiklah pada kesempatan ini akan saya jelaskan seluruhnya sebagai berikut:

1. JESUS DISEBUT ANAK ALLAH

Dalam Injil Yohannes 1: 1 dan 14 dikatakan demikian:
"Pada mulanya adalah Firman: Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah". (ayat-1 ) "Firman itu telah menjadi manu- sia dan diam diantara kita dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepadaNya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih, karunia dan kebenaran. (ayat :14).
Dalam nats ayat ini terungkaplah bahwa makna Jesus itu disebut "Anak Allah". ialah dari hal Firman Allah yang telah menjadi daging dalam kelahiran Jesus Kristus. Dengan lain perkataan juga Jesus dikatakan "Firman yang Hidup 'sebagaimana disebutkan da!am 1 Yohanes 1
Jadi jelaslah bahwa Jesus disebut Anak Allah, bukanlah bermakna Allah beranak secara biologis sebagaimana sering diartikan orang, bahkan sayapun berpendapat demikian pada mulanya, meiainkan Firman Allah itu telah dinyatakan didalam kelahiran Jesus orang Nazaret atau Almasih Isa Ibnu Maryam.

Pengertian nats Alkitab disaksikan kebenarannya oleh Muhammad sendiri yang mengatakan:
"Isa faa innahu Rohullah wa Kalimatuhu'- (Isa itu sesungguhnya Roh Allah dan Firman-Nya). (Hadits Anas bin Malik--Mutiara Hadits halaman 353).
Quran s.An Nisaa 171 mengatakan:
"Innamal Masihu 'Isa bnu Maryam~ Rasululahi wa Kalimatuhu alqahaa ila Maryama wa Rohu, minhu..-'
(Sesungguhnya Almasih Isa ibnu Maryam itu, adalah utusan Allah dan Firman-Nya yang ditumpahkanNya kepada Maryam dan Roh daripadaNya)-
Mengenai kata ''Kalimat" atau Firman Allah yang menjadi jasad Jesus ini, Drs. Hasbullah Bakry dalam bukunya yang berjudul-"Nabi Isa dalam Al-Quran enz" halaman 109 mengatakan:
"Nabl Isa disebut sebagai Kalimah Allah (Firman Yang Hidup--pen), disebabkan dia adalah penjelmaan dari pada Firman Allah yang ditujukan kepada Maryam untuk mengandung Nabi Isa".
Karena itu sekarang saya sama sekali tidak akan ragu lagi untuk mengatakan bahwa Jesus itu "Anak Allah", yaitu merupakan Firman Yang Hidup.
Kalau dahulunya saya menyangkal menyebut Jesus itu "Anak Allah", adalah disebabkan mengartikan "Anak" disini secara biologis, secara kemanusiawian.

Nats Al-Quran s.Al Ikhlas yang mengatakan: " ..................Dialah Allah Yang Esa ...tidak beranak dan tidak diperanakkan .." yang sering dikemukakan oleh para mubaligh Islam dikala itu, sebagai dalil untuk menolak bahwa Allah itu mempunyai anak sebagaimana halnya iman Kristen dengan penyebutan ''Yesus Anak Allah''.Sebenarnya ajaran Kristen sendiri dapat menerima sepenuhnya mengaminkan sepenuhnya ayat Quran ini, karena ajaran Kristen sendiri sama sekali tidak pernah mengatakan bahwa "Allah itu punya anak" dalam pengertian secara biologis, yang oleh Quran itu disebut dengan Istilah "walad".

Adapun Jesus disebut "Anak Allah" adalah dalam pengertian mutasyabihat, yaitu Firman Allah yang Hidup didalam Jesus Kristus,- bukan dalam pengertian "walad", melainkan dalam pengertisn "ibn".
Dalam masalah ini saya ingin meyakinkan, bahwa tidak ada satu ayatpun dari Al-Quran secara tegas menolak ajaran Alkitab diatas mengenai sebutan "Anak Allah" bagi Jesus Kristus. Yang Al Quran tolak adalah jika Jesus dianggap Anak Allah dalam pengertian walad, yaitu anak secara seksuil biologis kemanusiawian.

2. JESUS DISEBUT "TUHAN"

Kenapa Jesus disebut "Tuhan". Sebagaimana sudah saya jelaskan terdahulu, bahwa saya sama sekali tidak sanggup mengatakan "Jesus itu Tuhan", atau mengatakan "Tuhan Jesus". Karena sedari kecil saya diajar dan kemudian saya mengajar bahwa"La ilaha illallah'- (tidak ada Tuhan kecuali Allah).
Apakah Jesus disebut Tuhan, karena Dia dilahirkan tidak berbapa? Tidak! Karena Adam juga dilahirkan tidak berbapa bahkan tidak beribu, Adam tidak pernah disebut "Tuhan".
Atau, apakah karena Jesus berbuat mukjizat? Inipun juga tidak. Karena Musa pun juga banyak berbuat mukjizat, Musa tidak pernah disebut Tuhan.
Apakah disebabkan Jesus dapat menyembuhkan penyakit kusta dan menghidupkan orang mati. Inipun juga tidak. Karena Elisapun dapat menyembuhkan orang penyakit kusta ddn menghidupkan orang mati, Elisa tidak disebut Tuhan.
Atau apakah Jesus disebut Tuhan, karena Dia mikraj naik ke sorga, Eliapun mikraj naik kesorga, Elia tidak disebut Tuhan.

Kalau begitu, apa sebabnya Jesus itu disebut Tuhan.
Jesus disebut Tuhan, natsnya dapat saudara hayati sebagaimana yang telah saya uraikan terdahulu, yaitu terdapat dalam Injil Yohanes 1 :1 dan 14, bahwa Firman atau Allah itu telah menjadi manusia dalam kelahiran Jesus Kristus. Karena itulah dalam 1 Yohanes 1:1 dikatakan juga, bahwa: Jesus adalah "Firman yang Hidup".

Dalam kata lain sering dipergunakan istilah "Allah telah menjelma jadi manusia".
Kata "menjelma" atau kata dunia apa saja, yang dikaitkan dengan "Allah", tidak boleh diterjemahkan atau diartikan secara arti kamus atau arti dunia.
Misalnya: "Allah ada", Manusia juga ada. Kata "ada" yang dikaitkan dengan Allah, berbeda makna pengertiannya dengan kata "ada" yang dikaitkan dengan manusia.
Ada bagi Allah, berbeda struktur-nya denyan ada bagi manusia. Ada bagi Allah, adalah karena ada dengan sendirinya, zat wajibal wujud, tetapi ada bagi manusia adalah karena diadakan--diciptakan.
Begitupun juga halnya dengan kata "menjelma" bagi Allah, tidak boleh diterjemahkan--diartikan--secara kamus bahasa dunia.

Menurut kamus bahasa dunia, kalau kucing menjelma jadi gajah, bermakna kucingnya hilang, yang ada hanya gajah. Kalau batu menjelma menjadi emas, maka batu sudah tidak ada, yang ada hanyalah emas.
Semuanya ini adalah pengertian "menjelma" menurut kamus bahasa dunia yang berlaku. Tetapi kata"menjelma" yang dikaitkan dengan Allah, tidaklah demikian pengertiannya. Menjelma yang dikaitkan kepada Allah tidak membawa perubahan, karena Allah itu tidak berubah (Malaekhi 3: 6). Allah menjelma jadi manusia, tidaklah bermakna Allah sudah tidak ada, yang ada hanyalah manusia. Pendapat demikian memang tidak benar. Ingat! Allah itu tidak berubah. Allah menjelma jadi manusia, maka A!lah tetap ada, dan manusiapun juga ada. Jadi kata "menjelma" kita pergunakan hanyalah merupakan kata analogi, kata yang diserupakan saja, yang diandaikan saja, namun tetap tidak diartikan secara karnus bahasa dunia, bahasa sehari-hari.
Allah menjelma jadi manusia, bermakna Allah telah menyatakan dirinya,; menyatakan wujudnya, mewahyukan karyanya dan lain-lain dalam pribadi manusia yang nampak itu, dalam hal ini didalam Jesus Kristus. Hal ini dapat kita hayati apa yang diucapkan Jesus.

"bahwa Bapa didalam Aku dan Aku didalam Bapa". (Yoh. 10: 38b)
"Aku dan Bapa adalah satu" (Yoh. 10:30)
"Barang siapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa". (Yoharies 14: 9b).
Rasul Paulus mengatakan :
"Sebab dalam Dialah (Jesus, penl, berdiam secara jasmaniah seluruh kepenuhan ke-Allah-an." (Kolose
2:9).
Nats kedua yang menyatakan bahwa Jesus itu ''Tuhan'', dapat kita baca dalam Matius 28:18, Jesus berka-
ta: "KepadaKu telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi.''
Rasul Paulus mengatakan:
"Dialah (Jesus, pen), kepala semua pemerintah dan penguasa." (Kolose 2:10).

Makna perkataan atau istilah "Tuhan", dalam bahasa aslinya Yunani adalah: Kyrios. Bahasa Ibrani: Yehova. Bahasa Inggeris Lord, Bahasa Arab, Rabb, yang kesemuanya itu bermakna ''penguasa''

Allahu Rabbul 'alamin, artinya: Allah Penguasa (Tuhan) semesta alam. " ...innallaha ja'ala Yasu'a hadza'lladzi shalabtumuhu antum Rabba wa Masichan".....sesungguhnya Allah telah menjadikan Jesus yang kamu salibkan itu Tuhan dan Kristus". (A'malul-Rasuli--Kis. 2:36). Disini jelas ada perbedaan antara istilah ''ALLAH'' dan istilah "TUHAN". Allah dan Tuhan memang satu. Tidak ada sesuatu apapun yang disebut Tuhan, kecuali hanya Allah. Namun kedua macam sebutan itu berbeda.

ALLAH, dalam bahasa Ibrani dikatakan E'loah atau El'ohim bahasa Grika: Theo. Bahasa Inggris: God, Bahasa Arab: Allah.
Merupakan wujud pribadi atau Oknum alkhalik, pencipta semesta alam.
TUHAN dalambahasalbrani : Yahova bahasa Grika dikatakan Kyrios. Bahasa Inggeris; Lord. Bahasa Arab: Rabb. Bahasa Indonesia: Tuhan. Bermakna : Penguasa merupakan fungsionil Allah, kewibawaan Allah.

Ke-Tuhan-an Allah, atau kewibawaan Allah, dalam Kristologi ada tiga, yaitu: 1) Mencipta, (2) Berfirman, dan (3). Membimbing, memberi taufik dan hidayaht. Ke-Tuhan-an Allah berfirman, dan ke-Tuhan-En Allah membimbing ada di dalam Jesus Kristus pribadi. Dan itu- lah sebabr ya Jesus dikatakan "Firman yang Hidup" dan "Juruselamat".

Jesus sebagai Firman yang Hidup melaksanakan keTuhan-an Allah berfirman dan penyelamat, dan itulah pula sebabnya Jesus dijadikan "Tuhan' oleh Allah.(Kis. 2:36, Kolose 2 :10). Alkitab mengatakan: " ..dilimpahkan kuasa seluruhnya baik yang dibumi maupun yang disorga kepada Jesus." (bacalah lengkapnya Matius 28:1Cool!
Tuhan Jesus, bermakna bahwa Jesus penguasa, yang berkuasa menyelamatkan dengan sempurna, Jesus Juruselamat kita semua, Firman yang Hidup.
Jesus memperingatkan:
"Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku." (Yohanes 14:6).

Patut dicatat, bahwa yang menjadi batu sandungan saya tidak dapat menyebut Jesus itu Tuhan, adalah karena saya sudah diajar dan mengajar, bahwa: "La ilaha illallah" (Tidak ada Tuhan, kecuali Allah).
Terjemahan ini kurang tepat. Tepatnya terjemahan makna: "La ilaha illallah" itu, ialah: 'Tidak ada ilah kecuali Allah". Jika demikian, maka sama sekali tidak bertentangan dengan Alkitab. Karena dalam Keluaran 20: 3 dikatakan demikian: Jangan ada padamu Allah (ilah) lain dihadapanKu". Karena itu dapat saya tegaskan bahwa ke Tuhan-an Jesus itu tersimpul dalam kesaksian Muhammad yang
mengatakan 'Isa faa innahu Rohullah wa Kalimatuhu': (Jesus itu sesungguhnya Roh Allah dan Firman-Nya).

3. TAUHID KRISTIANI

Tauhid Kristiani, istilah ini memang terasa asing kedengarannya, karena memang jarang dipergunakan dalam istilah-istilah Theologia Kristen.
Tauhid Kristiani, bermakna ajaran Kristen untuk mengenal pengertian ke-Esa-an Allah Tritunggal.
Ke-Maha-Esa-an Allah Tritunggal yang menjadi iman Kristen ini sering diperdebatkan orang, yang pada umumnya masih kurang difahami oleh saudara-saudara kita yang berlatar belakang pendidikan Islam.

Allah Yang Maha-Esa
----------------------------
Setiap orang Muslim, berkeyakinan akan adanya Allah Yang Maha Esa, yang dikenal dalam Ilmu Tauhid Islam adalah merupakan masalah yang tidak mungkin dapat dirobah, apapun pula untuk dihapuskan.
Sementara itu, dalam kepercayaan Agama Kristen, juga mempunyai keyakinan yang sama. Ucapan orang-orang Kristen selalu mengatakan adanya ke-Tuhanan Yang Maha-Esa, atau Allah Yang Maha Esa.

Timbul pertanyaan, apakah pandangan Islam dan Kristen mengenai pengertian Ke-Maha-Esa-an Allah ini memang sama?
Ya, memang sama. Dalam ajaran Agama Islam, ke-Esa-an Allah ini dijelaskan dalam Quran antara lain Q.S. Al Ikhlas 1, Qs.AI Baqarah 163, QS. Almaidah 73 b, dan lain-lain.

Sementara itu juga dalam Alkitab diuraikan tentang ke Maha-Esa-an Allah ini, antara lain:
Yesaya 45:5 Akulah Tuhan dan tidak ada yang lain, kecuali Aku tidak ada Allah".
Yohanes 17:3 Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Jesus Kristus yang telah Engkau utus".
1 Kor 8:4b.........dan tidak ada Allah lain dari pada Allah Yang Esa". 1 Kor 8:6 ".......bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa, yang dari padaNya berasal segala sesuatu yang untuk Dia kita hidup........"

Melihat kepada kenyataan nats Alkitab ini, maka saya sarma sekaii tidak bimbang lagi, bahwa pendirian saya atau keyakinan saya sendiri dahulu sebagai Muslim, dan sekarang ini sebagai seorang Kristen, sama sekali tidak membawa perubahan-perubahan sedikitpun tentang Tauhid ke-Esa-an Allah itu . Dengan lain perkataan, bahwa meskipun saya dewasa ini menyatakan diri pribadi saya sebagai orang Kristen, namun tidaklah berarti telah meninggalkan ajaran Tauhid atau menolak kebenaran keMaha-Esaan Allah itu, malah saya merasakan lebih memurnikan
Jadi dapat saya yakinkan bahwa tidaklah benar duga-dugaan orang bahwa agama Kristen itu adalah memperkosa ajaran Tauhid, menolak ke-Maha Esa-an Allah. Malah saya dapat meyakinkan, bahwa ajaran Kristen itu, sunguh-sungguh memurnikan pengajaran Tauhid keMaha-Esa-an Allah. Tauhid Kristiani sungguh murni dan terunggul.
Masalah ini dapat kita uji. Dan silahkan memperhatikan uraian Masalah syirk dibawah ini.

Masalah Syirik
-------------------
Dalam ajaran Islam, masalah syirk adalah merupakan hal yang perlu diperhatikan dengan seksama, agar pengakuan ke Maha Esa-an Allah itu tidak bercacat. Demikian pun juga dalam ajaran Kristiani Masalah ini perlu diperhatikan.
Syirk, dalam ajaran Islam adalah merupakan dosa yang tidak terampunkan. Sebab itulah mengenai masalah Syirk ini sangat menjadi perhatian saya yang sungguh dalam usaha perbandingan agama ini, selalu saya telaah dengan seksama, apakah dalam ajaran Kristen itu sendiri terdapat unsur syirk ini.-

Mula pertama saya menemukan satu nats Alkitab yang berbunyi: "Jangan ada padamu Allah (ilah) lain dihadapanKu. Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun ..Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya." (Keluaran 20:3-5)
Dalam Surat 1 Yohanes 5:21 memperingatkan "Anak-anakku, waspadalah terhadap segala berhala."
Mengenai masalah berhala ini haruslah ditetapkan bagaimana sesuatu benda itu disebut "berhala" Sebab bukan setiap patung dikatakan berhala, Semua benda-benda itu akan menjadi berhala atau sudah diberhalakan, jika terhadapnya orang melakukan sesuatu ibadah, bersujud serta menggantungkan harap berdoa kepadanya.
Termasuk syirk-lah juga hukumnya, yang mempercayai adanya ilmu-ilmu ghaib dukun-dukun peramal nasib, penenung-penenung dengan pelbagai cara/sarana mantera dengan alat-alat kemenyan dan pedupaan sebagai sarana pemanggil atau pengantar roh-roh orang mati.
Alkitab dengan tegas sekali memperingatkan, agar kita jangan melibatkan diri, melainkan hendaklah menjauhinya dari ilmu pedukunan ini, seperti yang tersurat dalam Kitab Ulangan 18: 10-13 yang bunyinya demikian:

"Diantaramu janganlah didapati seorangpun yang mempersembahkan anaknya laki-laki atau perempuan sebagai korban dalam api, ataupun seorang yang menjadi petenung, seorang peramal, seorang penelaah, seorang penyihir, seorang pemantera ataupun seorang yang be tanya kepada arwah atau kepada roh peramal atau yang meminta petunjuk kepada orang mati. Sebab setiap orang yang melakukan hal-hal ini adahh kekejian bagi Tuhan, dan oleh karens kekejian inilah Tuhan Allahmu menghalau mereka dari hadapanmu. Haruslah engkau hidup dengan tidak tercela dihadapan Tuhan Allahmu". (Ulangan 18:10-13)

Mengenai masalah syirk ini dapat saya simpu!kan, bahwa:
1. Agama Kristen mutlak mengakui bahwa Allah itu Esa. Hanya kepada Allah yang Esa itulah saja setiap orang wajib menyembah dan berbakti. Berbuat lain daripada itu adalah dosa yang berat.(Baca: Lukas 4:8, Matius 4:10, Ulangan 6:13, Yosua 24:14-15, dan lain-lain.
2. Dalam merealisasi ke-Esa-an Allah ini, ajaran Tauhid Kristiani, tidak membenarkan adanya ilah-ilah lain dihadirat Allah berupa apapun juga, seperti patung- patung ukiran dalam segala bentuk, berhala-berhala berupa bangunan atau batu-batu buatan manusia atau pun alamiyah, meskipun dengan sebutan ka'bah baitullah sekalipun, baik berwarna putih, merah ataupun hitam, tidaklah dibenarkan untuk bersembah sujud di hadapan atau di bawahnya sebagai suatu ibadah kebaktian. (Bacalah: Keluaran 20:3-5).
3. Seorang Kristen yang baik menurut Alkitab, ia akan menjauhkan diri dari berbuat atau mempercayai ramalan-ramalan atau mantera-mantera para dukun, jimat-jimat, meskipun terbuat dari Kitab Suci apa saja, pembakaran dupa dan kemenyan sebagai pemanggil dan penolak roh-roh yang mati dan lain-lain. Ia haruslah bebas dari ketakutan pengaruh tahyul, roh-roh kegelapan. (Bacalah: Ulangan 18:10-13).
4. Seorang Kristen Alkitabiyah tidak usah takut, bahkan tidak akan khawatir dengan pengaruhnya roh-roh jahat atau sesuatu yang dapat ditafsirkan sebagai kekuatann-kekuatan ghaib, kuasa gelap. Dalam banyak hal Alkitab telah menyatakan bahwa kuasa Kristus me- nundukan semua daya roh-roh jahat dan takluk kepadanya maka sudah seharusnya juga roh-roh jahat itu takluk kepada orang-orang Kristen pengikut Kristus (Bacalah: Yohanes 14: 12, Markus 16:17, dan lain-lain) .
5. Orang-orang Kristen tidak akan memandang benda-benda tertentu, misalnya batu cincin, keris, jimat dan lain-lain sejenisnya seolah-olah memiliki ke-ampuhan ghaib istimewa. Keampuhan istimewa bagi ajaran Kristen hanyalah Roh Allah:yaitu Rohulkudus (Baca: Roma 14:17-18 dan lain-lain.).
6. Baik ketakutan, rasa-gelisah, rasa kuatir, maupun keperluan-keperluan hidup lainnya, bagi setiap orang Kristen, adalah suatu hal yang yang perlu dibawa kehadirat Allah dengan doa, karena hanyalah Dia saja yang dapat memahami keperluan-keperluan kita yang sebenarnya dan dapat memenuhi Doa kita. (Maz. 5:3, Mat 6:25-34; Mat 7:7-Cool.

Bukan kepada kubur-kubur keramat, bahkan juga tidak kepada kubur-kubur para nabi sekalipun.
Akhirnya dengan sadar, dapatlah saya meyakini dan percayalah, bahwa inilah Tauhid Kristiani..Tauhid yang terunggul dan termurni.

4. ALLAH TRITUNGGAL MAHA ESA

Sebelum saya menerima pertobatan dalam Jesus Kristus memang masalah doktrin Tritunggal ini menjadi sandungan. Bahkan menjadi sandungan banyak orang. Halnya adalah hanya disebabkan salah mengerti memahami ajaran iman Kristiani ini.
Ajaran dan kebenarannya pengertian "Allah Tritunggal" itu telah saya ketemukan, yang sama sekali tidaklah memperkosa makna Tauhid ke-Esa-an Allah itu sendiri.

Quran s.AI Maidah 73 yang mengatakan: "Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan bahwasanya Allah yang ketiga, dari tiga."(teks aslinya: Laqad kafaral ladzina qaalu innal laha syalisyu syalaasyht ..........." Juga Quran s.An Nissa 171c mengatakan:
"Janganlah kamu katakan Allah itu Tiga" (wa la taqulu syalasyht).

Ayat-ayat Quran ini sering dikemukakan oleh saudara-saudara kita yang beragama Islam, termasuk saya sendiri waktu dulu, sebagai dalil untuk menolak faham Tritunggal yang dianut oleh iman orang-orang Kristen.
Ayat-ayat Quran ini jelas menolak faham Tritheisme (ke-Tiga Allah-an) dan bukanlah menolak faham-Allah Tritunggal (Trinitas) ajaran imannya orang-orang Kristen.
Bagi orang Kristen ayat Quran ini sangat dihargai karena ajaran Kristen juga menentang setiap faham dalam bentuk Polytheisme dalam mana termasuk faham Tritheisme ini, yaitu faham ke-rlga Allah-an. Disamping itu, ajaran Kristen juga menentang faham-faham Atheisme Pantheisme.
Alkitab telah menggariskan kepercayaan kepada Allah itu demikian: "Shema Israel! Dengarlah olehmu hai Israel; sesunggunnya Tuhan, Allah kita. Tuhan itu Esa adanya." Ulangan 6:4

Dalam Kitab Yesaya 45:5 dikatakan: "Akulah Tuhan dan tidak ada yang lain. Kecuali Aku tidak ada Allah."
Dalam Injil Yohanes 17:3 dikatakan: "Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenai Engkau satu-satunya Allah yang Benar, dan mengenal Jesus Kristus yang telah Engkau utus."
Tidak ada kemungkinan barang sedikitpun, bahwa pengakuan Allah Tritunggal itu, berlawanan dengan keMaha Esa-an Allah Yang Maha Esa itu, bukanlah berarti Tiga Allah bersatu dalam satu kesatuan, sebagaimana sering ditafsirkan orang.

Rumus Allah Tritunggal sering dituliskan orang dengan angka: 1 = 3, 3 = 1, bermakna sebagai berikut:
1 = 3, yaitu SATU zat Allah, didalam TIGA Qudrat Kuasa Allah, (Tiga Qudrat Kuasa Allah itu, ialah: (1 ) Mencipta, (2) Berfirman, dan (3) Bertindak, (Menolong, membimbing, memberi taufik, dan hidayah). Mencipta, dengan kata lain disebut ''Bapa''. Berfirman, dengan kata lain disebut "Anak". Membimbing, dengan kata lain disebut "Rohulkudus".
3= 1, yaitu TIGA oknum Ilahi (Bapa, Anak dan Rohulkudus), adalah SATU wujud zat Allah Yang Maha Esa dan Maha Kuasa.

Uraian lebih lanjut yang dimaksudkan Allah Tritunggal itu dapat dijelaskan lagi sebagai berikut:
(1) ALLAH alkhalik, dengan kata lain disebut "Bapa" adalah sebagai pencipta semesta alam, (sebanding dengan kata sifat "Qadirun = Berkuasa" dalam ajaran Islam).
(2) FIRMAN, dengan Kata lain disebut "Anak" yang telah jadi jasad manusia dalam kelahiran Jesus, sebagai Firman yang hidup, untuk menyampaikan hukum-hukum Allah, kehendak-kehendak Allah, menyatakan janji-janji Allah, dan lain-lain kepada umat manusia, berbicara dalam bahasa manusia. (Sebanding dengan sifat "Muridun = Berkehendak" dalam ajaran llmu Tauhid Islam).
(3) ROH ALLAH, dengan kata lain disebut "Rohulkudus", yang memberi Taufik dan Hidayaht (pertolongan dan bimbingan Roh Kebenaran) kepada umat yang percaya dan bertakwa kepadaNya. (Sebanding dengan sifat : "Hawun = Hidup" dalam ajaran Islam).

Ketiga unsur diatas ini (Bapa, Anak/Firman dan Rohulkudus) digambarkan masing-masing sebagai oknum (sebanding dengan istilah "Sifat" dalam ajaran Islam) adalah Esa dalam wujud zat Allah, yang tidak terpisahkan satu sama lainnya, sama kuasanya sama kekalnya tidak ada yang terdahulu atau terkemudian diantara satu dengan yang lain.
Bapa, Anak/Firman dan Rohulkudus, dapat diucapkan dalam sepatah kata, yaitu: "ALLAH". Dalam Alkitab berbahasa Arab dikatakan: "Bismil Ulbi wal ibni wal Ruhulqudusi (Dengan nama Bapa dan Anak dan Rohulkudus). Aba, Ibni, Rohulkudusi = Allah. Dalam bahasa Arab dapat dibaca ringkas: "Bismillah'. Kata Bismillah ini mengandung unsur ke-Tri- tunggal-an iman Kristiani.

Dengan susunan kalimat bentuk lain masih dapat dijelaskan lagi sebagai berikut:
1. ALLAH disebut"Bapa", adalah dalam aktivitasNya sebagai alkhalik, pencipta semesta alam, Maha Kuasa. (Qadirun = Berkuasa).
2. ALLAH itu juga, disebut "Anak" atau dengan kata lain disebut "Firman" (Yoh. 1:14), atau "Firman yang Hidup" (1 Yoh. 1:1), adalah dalam aktivitasNya sebagai pemberi amaran/perintah menetapkan huku, menyatakan kehendak, menyatakan janji-janji Allah kepada umat manusia. Anak atau Firman ini telah menjadi daging dalam rupa manusia, yaitu kelahirannya Jesus Kristus (muridun= berkehendak).
3. ALLAH yang itu juga, bukan Allah yang lain lagi, dikatakan "Rohulkudus" atau Roh kebenaran, adalah dalam aktivitasnya sebagai pemberi Taufik dan Hidayaht, memimpin rohani orang-orang Kristen membawa kepada kebenaran, hidup yang kekal (Hayyun = Hidup).

Sebab itu dengan penyebutan "Allah Bapa" atau "Allah Anak", ataupun "Allah Rohulkudus", tidaklah sama sekali menunjuk kepada makna jumlah banyaknya tiga Allah, meskipun terjadi tiga kali disebut nama Allah, namun Allah itu adalah tetap hanya Esa, tidak lebih.

Penyebutan yang berbeda, hanyalah sekedar menunjukkan adanya perbedaan aktivitas, yaitu:
a. disebut "Bapa" atau "Allah Bapa" adalah sebagai alkhalik, pencipta semesta alam, yang Maha Kuasa (Qadirun) .
b. disebut "Anak" atau "Allah Anak" adalah sebagai Firman yang hidup, berbicara kepada manusia dalam bahasa manusia (Muridun).
c. disebut "Rohulkudus" adalah sebagai pemberi Taufik dan Hidayaht, pembimbing rohani umat manusia yang percaya, hidup dalam Roh Kebenaran (Hayyun).

Jadi jelaslah kiranya, bahwa ke-Maha-Esa-an Allah Tritunggal didalam iman Kristen, sama sekali tidaklah berarti memperkosa ajaran Tauhid, dan tidaklah juga diartikan sebagai satu kesatuan yang terdiri dari beberapa Allah atau beberapa Tuhan, seperti sering disalah tafsirkan orang.
Al-Quran sama sekali tidak menentang atau menolak akan pengertian Allah Tritunggal iman Kristen ini. Yang ditolak oleh Quran seperti yang disebut dalam Qs. Al-Maidah 73 itu, ataupun Qs. An Nisaa 171, adalah faham ke-Tiga Allahan atau Tritheisme. Ajaran Kristenpun menolak faham Tritheisme atau ke-Tiga Allah-an ini.
Sebab itu yakinlah bahwa tidak ada satu ayatpun Quran menentang "Allah Tritunggal" iman Kristen ini.

5. KEMATIAN DAN KEBANGKITAN JESUS KRISTUS

Quran surat.An Nisa 157 mengatakan:
"-dan karena ucapan mereka: 'Sesungguhnya kami telah membunuh Almasih Isa anak Maryam seorang Rasul Allah, padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak menyalibnya, melainkan orang yang diserupakan dengan dia. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih faham tentang (pembunuhan) Isa itu benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu."

Nats Quran ini, dipergunakan pada umumnya oleh para mubaligh Islam termasuk saya sendiri waktu dulu dalam kedudukan saya sebagai seorang mubaligh Islam untuk menolak kebenarannya Jesus Kristus itu mati di kayu salib.
Saya waktu itu berpendapat, bahwa tidak mungkin seorang kekasih Allah yang menjadi rasul-Nya itu, Allah sendiri- 'tidak memberikan perlindungan barang sedikitpun, malah membiarkan Isa Almasih (Jesus Kristus) itu mati diatas kayu salib. Apapun pula seperti yang dikatakan orang-orang Kristen itu, bahwa Jesus itu adalah Anak Allah, tidak mungkin kalau Allah Bapa, tidak memberikan perlindungan barang sedikitpun.

Setelah saya meyakini bahwa Alkitab itu ditunjang kebenarannya oleh Al-Quran sebagaimana saya-telah diilhami dengan ayatnya Qs. Al Maidah 68 dan lain-lain itu, maka masalah "Kematian Jesus dikayu salib" ini, perlu saya tinjau kembali, diselidiki secara jujur, baik dari apa yang ditulis dalam Quran itu, maupun apa yang diwartakan dalam Alkitab,

Maka akhirnya dapatlah saya menarik suatu kesimpulan yang meyakinkan sebagai berikut:
1. Menurut Quran tersebut, ternyatalah bahwa memang telah terjadi peristiwa "seseorang telah disalib dan mati' tetapi tidak dipastikan siapa yang mati itu.
Quran menyangkal bahwa yang mati itu adalah Isa Almasih, atau Jesus Kristus. Ada yang mengatakan bahwa yang disalib dan mati itu, adalah Yahuza atau Yudas.
2. Menurut Quran itu juga dikatakan bahwa ada orang-orang memang mengatakan dengan yakin. bahwa sesungguhnya mereka telah "membunuh Jesus" itu.
Sekarang saya harus mencari keterangan yang meyakinkan, siapakah sebenarnya yang disalib dan mati itu, Jesus atau orang lain.

Untuk mendapatkan keterangan ini, kita haruslah mencari bukti suatu dokumentasi sejarah yang objektip. Hal ini adalah Alkitab, merupakan dokumentasi yang terbuka yang dapat menjadi bahan informasi.

Cerita mengenai kematian Jesus di kayu salib itu, terdapat dalam empat Injil yang masing-masing ditulis oleh Matius, Markus, Lukas dan Yohanes. Kesaksian dari 4 penulis Injil ini adalah merupakan kesaksian mata yang mereka lihat dan alami sendiri. Kalau kita berpijak kepada ketentuan hukum bahwa kesaksian 2 atau 3 orang yang melihat sendiri dalam sesuatu peristiwa, sudah cukup bahwa sesuatunya itu diteguhkan sebagai hal yang benar secara hukum. (Ulangan 17: 6--7). Sebab itu kesaksian dari 4 penulis Injil ini yang mereka masing-masing melihat sendiri tentang benarnya terjadi itu peristiwa Jesus disalib dan mati, adalah merupakan kesaksian yang benar dan syah serta meyakinkan kebenarannya dapat dipercaya, dibandingkan dengan kesaksian Al-Quran atau Muhammad yang ditulis sesudah enam abad kemudian dengan hanya merupakan dugaan-dugaan yang tidak meyakinkan, karena memang tidak menyaksikan sendiri.

Kesaksian yang lain dapat juga ditambahkan, bahwa waktu Jesus dinyatakan mati oleh kepala pasukan, maka Yusuf Arimatea datang kepada Pontius Pilatus untuk meminta mayat tersebut untuk dikuburkan. Permintaan itu dikabulkan (Markus 15:41-46). Seandainya yang diturunkan dari Salib itu bukan Jesus, pastilah Yusuf Arimatea menolaknya atau memberikan keterangan ketidak benarannya itu.

Bukti lain lagi, adalah orang-orang Yahudi meminta kepada Pontius agar kuburan Jesus dijaga. Permintaan inipun dikabulkan. Seandainya yang dikuburkan itu bukan Jesus, tidaklah mungkin orang-orang Yahudi itu menjagai kuburanNya-itu. Hal ini terjadi, karena Jesus pernah mengatakan bahwa pada hari ketiga Ia akan bangkit hidup kembali diantara orang mati.

Bukti lain lagi, bahwa jika sekiranya yang disalib itu bukan Jesus, tidaklah mungkin Ia dapat mengeluarkan kata-kata yang penuh kasih sebagai aslinya tabiat Jesus, misalnya: "Bapa ampunilah mereka sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat dan kalimat: "Sudah Genap" (Tetelestai). Ini semua membuktikan bahwa yang mati tersalib itu tidaklah lain daripada Jesus Kristus sendiri.

Dengan demikian, maka sampailah saya kepada kesimpulan yang meyakinkan bahwa "yang disalib dan mati" seperti yang diwartakan dalam Quran s. An Nisaa 157, tidaklah diragukan lagi, ialah Jesus-sendiri, bukan orang lain, bukan Jahuza, juga bukan Yudas. Karena kesaksian mata dari 4 penulis Injil itu adalah cukup meyakinkan, syah dan benar.

Kebangkitan Jesus diantara orang mati
-----------------------------------------------
Mengenai peristiwa kebangkitan Jesus dari kemati- an-Nya, Al Quran tidak pernah menyangkal.

Menurut Qur'an, Muhammad menerima wahyu tentang ucapan Jesus demikian:
"Selamatlah diriku ketika dilahirkan dan ketika mati dan ketika berbangkit kembali hidup." Q.s. Maryam 33). Teks aslinya. 'Wassalamu'ala yauma walidtu wayauma amutu wa yauma ub'asyu hayya."
Dengan kata "ub'asyu hawa" (bangkit hidup kembali) adalah merupakan kehidupan yang real—nyata sesudah mengalami kematian (amutu) yang real nyata --pula.

Dengan nats ini dapatlah meyakinkan saya, bahwa Jesus memang telah mengalami kematian yang real --nyata--meskipun kematiannya disangkal di kayu salib dan bangkit hidup kembali, (ub'asyu hawa).
Jesus hidup kembali pada hari ketiga diantara orang mati secara real--nyata--kebangkitan badani yang sudah dipermuliakan (Filipi 3:21), yang dapat dilihat dan dijamah.
Kematian Jesus sama sekali tidak ada artinya, jika tidak berkelanjutan dengan Kebangkitan Hidup Kembali diantara orang mati.

Sekiranya Jesus yang disalibkan itu mati dan terus mati memang adalah akan merupakan satu pukulan yang hebat bagi iman Kristen, karena Tuhan-nya telah mati. Dan pastilah agama Kristen tidak akan dapat berdiri teguh sampai saat ini, karena memang sudah tidak ada harapan apa yang dapat diharapkan bagi keselamatan para pengikutnya di alam sorgawi.
Kalau Jesus itu mati dan terus mati, dan sekarangpun ada kuburannya untuk apa iman orang Kristen berTuhan-kan orang mati. Untuk apa orang Kristen dibaptiskan atas nama orang mati. Untuk apa orang Kristen meminta syafaat kepada orang mati. Dan malah tidak masuk akal, kalau sekarang orang-orang Kristen, menjadikan orang mati menjadi juruselamatnya, sedangkan simati sendiri tidak selamat, dia didalam kubur.

Tetapi karena kasih Allah, bahwa Jesus disalibkan bukan mati untuk mati, melainkan mati untuk hidup kembali, dan memang hidup selama-lamanya kekal hingga pada kesudahan alam.

Kebangkitan Jesus, Hidup kembali diantara orang mati, bukanlah dalam khayalan, tetapi memang dalam kenyataan yang dapat dilihat dan disaksikan oleh banyak orang.
Kematian dan kebangkitan Jesus, adalah merupakan inti dari kesaksian iman Gereja sedunia. Kita sekarang memiliki iman yang penuh pengharapan. Kita mempunyai Juruselamat yang hidup selama-lamanya hingga pada kesudahan alam. Kita memiliki iman yang berdasarkan kasih. Kita sudah menjadi waris penerima janji-janji Allah bersama-sama dengan Kristus. Menderita bersama, juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia. (Roma 8 : 17).

Karena itu yakinlah, bahwa kita sebagai pengikut Kristus akan dibangkitkan dari segala jenis kematian:
= Kita akan dibangkitkan dari kematian bahagia rumah tangga.
= Kita akan dibangkitkan dari kematian rezeki nafkah hidup dari hari ke hari.
= Kita akan dibangkitkan dari kematian hati yang lemah dan rusuh.
= Kita akan dibangkitkan dari kematian iman yang sudah suam.
= Kita akan dibangkitkan dari kematian kasih.
= Kita akan dibangkitkan dari kematian segala rupa hal ihwal yang mencekam jiwa, dari segala kekuatiran, dari segala penderitaan hidup, segala penderitaan sakit penyakit, dan lain-lain.

Makna Salib Kristus bagi kita.
-------------------------------------
Rasul Petrus menuliskan ilhamnya sebagai berikut:

"Sebab adalah kasih karunia, jika seorang karena sadar akan kehendak Allah menanggung penderitaan yang tidak harus ia tanggung. Sebab dapatkah disebut pujian, jika kamu menderita pukul karena kamu berbuat dosa? Tetapi jika kamu berbuat baik dan karena itu kamu harus menderita, maka itu adalah kasih karunia Allah. Sebab untuk itulah kamu dipanggil, karena Kristuspun telah menderita untuk kamu, dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejakNya. Ia tidak berbuat dosa, dan tidak ada tipu dalam mulutNya. Ketika la dicaci-maki. Ia tidak membalas dengan mencacimaki; ketika ia menderita. Ia tidak mengancam, tetapi Ia menyerahkan kepada Dia yang menghakimi dengan adil. Ia sendiri telah memikul dosa kita didalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh. Sebab dahulu kamu sesat seperti domba, tetapi sekarang kamu telah kembali kepada gembala pemelihara jiwamu." (1 Petrus 2: 12 - 25).
Salib yang dihubungkan dengan pribadi Jesus, adalah merupakan puncak kesengsaraan-Nya.

Mati di kayu salib, bukanlah hal yang diidamidamkan, meskipun hal itu sesuai dengan takdir rencana Allah. Karena masalah sengsara Jesus ini sudah dinubuatkan dalam Kitab Nabi Yesaya 53:1-12. Dan Jesus sendiri telah menginsyafi bahwa nubuat itu akan tergenapi diatas pribadinya sebagai Hamba Allah yang dimaksudkan oleh nubuatan itu.
Itulah sebabnya Jesus mengatakan disaat menghadapi saat sengsara ini, kepada seseorang yang menyertai Jesus yang bersikap untuk mengadakan perlawanan, Ia berkata: "Masukkan pedang itu kembali kedalam sarungnya, sebab barang siapa menggunakan pedang akan binasa oleh pedang. Atau kau sangka bahwa Aku tidak dapat berseru kepada Bapaku supaya Ia segera mengirim lebih dari dua belas pasukan malaikat membantu Aku? Jika begitu, bagaimana akan digenapi yang tertulis dalam Kitab Suci, yang mengatakan bahwa harus terjadi demikian?" (Matius 26:52-54).

Jesus dihukum salib oleh penguasa--Imam--Yahudi, bukanlah disebabkan Dia melakukan sesuatu Kejahatan berbuat dosa melanggar Hukum Taurat. Dia dihukum oleh penguasa-penguasa imam Yahudi, karena pengajaranNya menyelamatkan umat manusia dari kuasa dosa, juga karena Ia menyungguhkan (claim) diri-Nya Anak Allah, Mesias, Tuhan Juruselamat.

Dari keterangan diatas maka dapatlah disimpulkan bahwa lambang salib, adalah mengingatkan kepada kita setiap penganut Kristen, bahwa Jesus menderita dan telah menjadi korban mati sengsara- di kayu salib, karena da'wah-Nya untuk menyelamatkan kita semua dari penguasa dosa, agar kita mendapatkan hak hidup yang kekal di alam sorgawi.

Jesus naik ke sorga (mikraj)
----------------------------------
Kenaikan Jesus ke sorga (mikraj) disaksikan oleh kesebelas murid-muridNya diluar kota dekat Betani. (Lukas 24: 50) Mengenai peristiwa kenaikan Jesus ke sorga (mikraj) ini tidak ada sanggahan Quran, malah ditunjang dengan adanya ayat Quran s.Ali Imran 55 yang antara lain mengatakan:
'Idz qalallahu ya 'Isa inni mutawaffika wa rafi'uka..''
(Ingatlah ketika Allah berfirman: Ya Isa bahwasanya Aku mewafatkan engkau, dan mengangkat engkau kepadaku ......)

Dalam peristiwa kenaikan Jesus ke sorga ini ada dua masalah yang perlu kita catat:
1. Amanat Jesus kepada murid-muridNya, bahwa juga kepada kita sekalian yang menjadi pengikut-pengikut Kristus dewasa ini, yaitu :
a. Pergilah ke segenap penjuru dunia ini, beritakan Injil Keselamatan, menjadikan semua orang jadi murid
Jesus;
b. Membaptiskan mereka atas nama Allah Tritunggal: Bapa dan Anak dan Rohulkudus.
c. Mengajar mereka dengan apa yang diajarkan Jesus, yaitu Kristus khususnya, dan Alkitab pada umumnya.
2. Janji Jesus, akan momberikan Kuasa Rohulkudus kepada murid-muridNya, yang juga berarti kepada kita sekalian yang menjadi murid-muridNya atau pengikut-pengikut Kristus dewasa ini, untuk bersaksi bagi ke kebenaran Jesus Anak Allah, firman Yang Hidup, dan menyertai kita sekalian untuk selama-lamanYa, hingga pada kesudahan alam.

Kedatangan Jesus untuk kedua kalinya.
------------------------------------------------
Kedatangan Jesus untuk yang kedua kali menjadi hakim yang adil, menghakimi yang hidup dan yang mati diberitakan dalam Kisah para Rasul 1: 11 dan Wahyu 20: 11-15.
Kedatangan Jesus pada akhir zaman ini untuk menjadi hakim yang adil itu, pun menjadi kepercayaan bagi umat Islam pada umumnya, karena dalam beberapa hadits Bukhari dan Muslim, masalah ini ada diberitakan. Antara lain dapat dicatat sebagai berikut:

1. Hadits Bukhari dari Abu Hurairah, Jilid ll, hal 256:
"Kaifa antum idzalabna Manyama fikum wa imaamukum min kum." (Bagaiana halmu, apabila Ibnu Maryam turun jadi imam daripada kamu.).
2. Hadits dari Musnad Imam Ahmad ibd. Hambal,jilid 11--halaman 411 :
'Yu syiku min 'asya minkum an balqa 'Isa Ibna Maryama imama mahdiya wa hakama 'adlan." (Dari padamu akan bertemu dengan Isa ibnu Maryam sebagai imam Mahdi dan Hakim yang adil).
3. Nabi Muhammad sendiri pernah bersumpah untuk meyakinkan bahwa Isa Almasih ibnu Maryam akan datang kembali untuk menjadi Hakim yang Adil.

Muhammad berkata:
"Wallaha liyunzilna ibna Maryama hakuman 'adlan." (Demi Allah, sesungguhnya akan turun (datang) putra Maryam selaku hakim yang adil). (Hadits Muslim jilid I - Halaman 76)

Syarahan Hadits ini adalah mengkhabarkan kedatangannya Isa Almasih untuk kedua kalinya kelak (akhir zaman). Perkataan ''hakuman'' (menjadi hakim), mengisyaratkan bahwa kedatangannya Isa Almasih Jesus Kristus) yang kedua kali itu, tidaklah selaku Nabi membawa risalah atau syariat agama, dengan Quran ataupun Alkitab (Taurat-lnjil), yang berlaku sekarang, tetapi hanyalah ia turun menjadi Hakim antara segala hakim-hakim umat ini, dengan kitab baru, yang dinamakan "Kitab al-Hayat" (Wahyu 20:11-15).

Nats dari Hadits shahih Bukhari-Muslim diatas, dapat dibanding dengan Alkitab, Roma 2 :16 yang berbunyi demikian:
"Hal itu akan nampak pada hari, bilamana Allah sesuai dengan Injil yang kuberitakan, akan menghakimi segala sesuatu yang tersembunyi dalam hati manusia oleh Kristus Jesus," (Roma 2 :16).
Karena itu tidak ada alasan yang memberatkan bagi saya untuk ragu-ragu menerima Jesus sebagai Tuhan dan Juruselamatku pribadi, begitupun untuk me-nantikan kedatangan Jesus Kristus yang kedua kali, sebagai Hakim yang adil.

Keselarnatan menjadi Pengikut Kristus, Quran telah bersaksi sebagai berikut:
"Idz qala'llahu ya 'Isa inni mutawaffika, wa raafi uka ilayya wa muthahhiiruka minal ladzina kafaruu wa yaa 'ilul ladzinat taba'uka fauqal ladzina kafaruu ilaa yaumil giaamaht ...............':
(Ingatlah ketika Allah berkata: "Ya Isa bahwasanya Aku mewafatkan engkau, mengangkat engkau kepadaKu, membersihkan engkau daripada orang kafir, dan menjadikan orang-orang yang mengikut engkau diatas daripada mereka yang tidak percaya hingga hari kiamat."
Jelas, bahwa Quran tersebut bersaksi, bahwa pengikut-pengikut Kristus terjamin keselamatannya, dalam hal ini adalah Hidup Kekal di alam sorgawi, sebagaimana dikatakan oleh Jesus sendiri:

"Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa mendengar perkataanKu dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup." (Johanes 5:24).
Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku." (Johanes 14:6).

6. KEBENARAN ALKITAB

Sebagaimana diuraikan pada awal kesaksian ini, bahwa mula pertama yang merangsang saya untuk menyelidiki kebenaran Alkitab (Bible) itu adalah disebabkan oleh salah satu ayat Quran, yaitu s. Almaidah 68 yang mengatakan bahwa Alkitab (Taurat dan Injil itu) adalah merupakan Kitab yang benar bagi orang yang beragama dalam kebenaran menurut kehendak Allah.
Ada beberapa ayat dalam Quran yang sering dipergunakan oleh para Mubaligh Islam dan termasuk juga oleh saya sendiri tempo dulu dalam kedudukan saya sebagai seorang mubaligh Islam, yang ditafsirkan sebagai bukti bahwa'Alkitab (Taurat dan Injil) itu telah dipalsukan, dirubah disana-sini oleh tangan kotor-jahil manusia.

Secara teliti sekarang saya ingin mengerti yang sebenarnya makna ayat-ayat Quran tersebut secara wajar, sebagaimana juga halnya saya ingin mengerti isi Alkitab yang sewajarnya.
Dengan penuh rasa kejujuran, saya coba memeriksa kembali sampai di mana kebenarannya yang dimaksudkan oleh ayat-ayat (nats) Quran itu. Akhirnya dapatlah saya memberikan suatu kesimpulan sebagai berikut:

1. Quran s. Al Baqarah 75.
"Apakah kamu masih mengharapkan mereka akan percaya kepadamu, padahal segolongan dari mereka mendengar firman Allah, lalu mereka merobahnya setelah mereka memahaminya, sedang mereka mengetahui."
Pada umumnya orang-orang Muslim mengatakan tafsirannya bahwa yang dimaksud "segolongan dari mereka" (friqun minhum) itu, adalah ahli-kitab (Yahudi/Nasrani) yang telah mengubah firman Allah itu, dalam hal ini mereka artikan merubah teks Taurat dan Injil (Alkitab-Bible).
Dalam penyelidikan saya, pengertiannya ayat Quran s. Baqarah 75 ini tidaklah demikian. Yang dimaksudkan "segolongan dari mereka" itu, ialah orang-orang Islam itu sendiri yang berasal dari penganut agama Yahudi/Nasrani, kemudian mereka (segolongan ini) kembali menolak. Islam setelah mereka mengetahui apa sebenarnya ajaran Muhammad itu. Oleh Quran, mereka dituduh merubah makna--penafsirannya--Quran itu sendiri, jadi bukanlah Al-kitab (Taurat/lnjil).
Hal ini jelas dapat difahami akan pengertian ayat tersebut yang mengatakan: "..apakah kamu (maksudnya: Muhammad), Masih mengharapkan mereka akan percaya kepadamu". "Kamu" atau "kepadamu" disini, jelas dimaksudkan adalah Muhammad. Tetapi kemudian mereka (orang-orang Yahudi/Nasrani) yang tadinya sudah mengaku percaya akan kenabian Muhammad ini, mereka menolak/keluar dari Islam, lalu mereka dituduh merubah pengertian--pendengaran--ayat firman Allah (dalam hal ini adalah Quran itu sendiri) yang selanjutnya juga mereka dituduh orang-orang bodoh, pembual, buta huruf dan sebagainya.
Yang jelas, bahwa ayat Quran ini sama sekali tidak ditujukan kepada ahli kitab (Yahudi/Nasrani) dan juga tidak mengatakan Alkitab (Taurat-lnjil) itu yang telah dirubah-rubah, melainkan malah Quran itu sendiri.

2. Quran s. Al Baqarah 106.
"Apa saja ayat yang kami nasokh-kan (hapuskan) atau Kami jadikan (manusia) lupa kepadanya, Kami datangkan yang lebih baik daripadanya atau yang sebanding dengannya....".
Perkataan "ayat'' yang dimansokh-kan (dihapuskan) dalam nats Quran s. Al Baqarah ini, juga pada umumnya mereka artikan "Alkitab/Taurat-lnjil".
Tetapi dari beberapa buku tafsir/terjemahan Quran hampir sepakat mengatakan bahwa makna "ayat yang yang dimansokh-kan/dihapuskan" disini pengertiannya adalah bahwa ada beberapa ayat Quran itu sendiri yang telah di hapus hukumnya. Bahkan menurut buku At Tadjdid fil Islam mengatakan bahwa sedikitnya 5 sampai 500 ayat-ayat dalam Quran itu telah mansokh.
Ada juga yang berpendapat bahwa- makna "ayat yang dimansokh-kan" itu, adalah mengenai ke-mukjizat-an Muhammad artinya bahwa Muhammad sebagai nabi dan rasul menerima wahyu Allah sudah tidak mendapat kuasa Allah bermukjizat sebagaimana halnya para nabi-nabi sebelumnya, seperti Musa dan Isa Almasih.
Jadi jelaslah pula bahwa maksud nats Quran s. Al Baqarah 106 inipun tidaklah pula kena-mengena untuk menjadi dalil menolak kebenaran kehadirannya Alkitab sebagai Kitab Ilahi yang menjadi dasar kebenaran bagi setiap orang untuk beragama yang benar.

3. Quran s. Al Maidah 13.
"......karena mereka melanggar janjinya, Kami kutuki mereka, dan Kami jadikan hati mereka keras membatu. Mereka suka merubah perkataan (firman) Allah dari tempatnya dan mereka (sengaja) melupakan sebagian dari apa yang mereka telah diperingatkan dengannya, dan kamu (Muhammad) senantiasa akan melihat kekhianatan dari mereka, kecuali sedikit diantara mereka yang tidak ber-khianat''
Perkataan "mereka" dalam Quran s. Al-Maidah 13 ini biasanya mereka sengaja tambahkan dalam tanda kurung: (Ahli Kitab) atau (Yahudi/Nasrani) dan hapuskan sedangkan makna kalimat: "Mereka suka.merubah perkataan (firman) Allah dari tempatnya ...." mereka artikan Alkitab atau Taurat/lnjil itu sudah ditukar-tukar dan dihapuskan /dirubah kebenarannya.

Padahal yang sebenarnya, ayat inipun sama halnya dengan Quran s. Al Baqarah 75 adalah juga ditujukan kepada orang-orang Islam pengikut Muhammad sendiri dimana hidup-nya Muhammad itu sendiri, yang tadinya memang berasal dari penganut agama Yahudi/Nasrani, berbalik kembali pada agamanya semula (menolak Islam). Oleh Quran, mereka dituduh ber-khianat merubah-rubah firman Allah, dalam hal ini adalah Quran itu sendiri. Mereka menolak kebenaran Islam, sesudah mereka mengetahui ajaran Muhammad yang sebenarnya. Hal ini dapat dibaca dari seluruh hubungan ayat Quran ini mulai ayat 7 s/d 13.
Jadi jelaslah pula, bahwa ayat Quran s. Al Maidah 13 ini pun tidaklah dapat dijadikan dalil untuk menolak kebenaran Alkitab.

Masih banyak nats-nats Al-Quran yang senada dengan contoh di atas yang tadinya diartikan sebagai menolak kebenaran Alkitab itu, saya coba memahaminya secara jujur maka dapatlah saya meyakinkan, bahwa tidak ada satu ayatpun dalam Quran yang secara tegas mengatakan bahwa Alkitab (Taurat dan Injil) itu telah dipalsukan, dirubah dan lain-lain dari kebenaran aslinya.
Pada akhirnya dapatlah saya menyimpulkan, bahwa apa yang Quran katakan dalam surat Al Maidah 68, s. Al Baqarah 62, Qus. As Sajadah 23, dan lain-lain yang telah saya kemukakan terdahulu dalam ke-saksian ini, memang benar dan meyakinkan bahwa Alkitab (Taurat-lnjil) itu adalah merupakan kebenaran bagi setiap orang yang mau ber-agama dalam kebenaran sesuai dengan kehendak Allah.

7. BERGUMUL DENGAN PENGARUH LINGKUNGAN

Meskipun saya sudah begitu mantap dan yakin akan kebenaran ini, dan siap sedia untuk menerima Tuhan Jesus, sebagai Juruselamat pribadi-ku, namun saya belum juga dibaptiskan secara wajarnya, karena adanya pengaruh lingkungan yang merupakan batu sandungan. Rasa takut dan khawatir menghantui.

Pengalaman saya dewasa ini menunjukkan bahwa memang banyak orang yang pernah menyatakan ke- inginannya untuk menerima Tuhan Jesus sebagai Juruselamat pribadi mereka, namun mereka sering terbentur kepada pengaruh lingkungannya, mungkin karena segan atau takut dengan orang tuanya, kadangkala juga takut dengan majikannya kalau-kalau ia nantinya diberhentikan. Ada juga yang terbentur kepada hubungan bakal isteri yang belum mau menerima Jesus bersama-sama, dan lain-lain masih banyak macam ragamnya batu sandungan yang menyebabkan seseorang tersandung menerima Jesus bertahta didalam hatinya.

Pengaruh lingkungan,yang menakutkan dan mengkhawatirkan ini, memang sudah di aba-abakan oleh Jesus sendiri, sebagaimana diutarakannya dalam Injil Matius 10:34-36. Penderitaan yang mungkin akan diterima oleh setiap orang yang ingin menjadi pengikut Kristus, misalnya akan dibenci oleh ibu bapa; akan terputusnya hubungan keluarga, bahkan sampai kepada terancamnya jiwa sendiri. Tetapi bagi mereka yang berbulat hati tanpa ragu menerima Jesus bertakhta dihatinya, kekhawatiran demikian sarna sekali tidak perlu ada. Setiap kekhawatiran itu pasti akan teratasi oleh pertolongan Tuhan sendiri. Pengaruh lingkungan demikian, memang saya alami sendiri. Namun Tuhan, selalu membuka jalan.

Dalam tahun 1962 hingga 1964 itu, saya masih saja melakukan ibadah kembar, yaitu bersembahyang secara Islam dan ke Mesjid setiap hari Jumat, juga pergi ke Gereja setiap hari Minggu, dan hari Sabtu ke Gereja Advent.
Kepergian saya ke Gereja waktu itu, belumlah merupakan suatu keyakinan, tetapi lebih banyak hanya merupakan penyelidikan kebenaran. Karena saya sering membaca uraian-uraian pihak non-Kristen yang mengatakan bahwa di Gereja itu adalah ibadah menyembah berhala, seperti patung-patung dan lain-lain. Karena itu saya pergi ke semua Gereja yang ada disekitar Jakarta ini berganti-ganti setiap minggu, bahkan sering saya lakukan dalam satu hari Minggu itu saya kunjungi dua atau tiga Gereja untuk membuktikan apa benar ada penyembahan berhala berupa: patung-patung atau benda-benda lainnya.

Akhirnya dapatlah saya berkesimpulan dan membuktikan bahwa sangkaan saya itu sama sekali tidak benar. Karena setiap Gereja yang saya kunjungi, sama sekali tidak pernah ada penyembahan demikian.
Maka sejak tahun 1964, memang roh-jiwa saya telah dipenuhi oleh Roh panggilan Tuhan, yaitu Roh Kebenaran atau Rohulkudus. Karenanya pada saat itu dengan begitu mantap saya sudah dapat menerima Jesus sebagai Juruselamat pribadi saya. Namun masih ada kelemahannya, yaitu saya belum berani menyatakan diri pribadi saya secara terbuka. Saya masih merahasiakan ke Kristenan saya. Saya sudah pergi ke Gereja GKI. Kwitang untuk yang pertama kalinya meminta supaya saya dibaptiskan secara rahasia, karena saya tidak ingin diketahui oleh keluarga, antara lain oleh isteri saya sendiri.

Saya tidak tahu persis siapa petugas Gereja waktu itu. Namun permintaan saya yang istimewa ini ditolak dengan alasan bahwa tidak ada pembaptisan secara rahasia.
Beberapa minggu kemudian, dengan maksud yang sama saya pergi juga menemui pendeta J. Sapulete, Gereja Bethel Jatinegara. Saya segera akan dapat dibaptiskan, asalkan saja saya membawa 2 atau 3 orang saksi tetangga orang-orang seiman Kristen, yang akan dapat mengawas dan memimpin agar saya dapat hidup benar-benar secara Kristen. Syarat ini tentu saja tidak dapat saya terima, karena saya masih belum dapat menyatakan dari saya sebagai seorang Kristen secara terbuka. Hal ini adalah disebabkan pengaruh lingkungan, terutama sekali keluarga rumah tangga sendiri, yang tadinya saya kirakan akan menimbulkan reaksi penentangan atau pemutusan keluarga dan lain-lain. Saya takut membicarakan ke-Kristen-an ini kepada isteri saya, karena saya menduga akan menimbulkan kericuhan rumah tangga.
Saya takut mengajak isteri saya pergi ke Gereja, sebab kalau-kalau saya dibalasnya mengajak saya ke Penghulu untuk bercerai. Saya takut jika dihadapkan kepada perceraian itu. Karena itulah saya ingin menerima Jesus Kristus ini hanya secara diam-diam saja.

Namun jiwa saya memang sudah tidak berubah lagi. Saya tidak ragu menerima Jesus Kristus.
Saya tidaklah lagi beribadah secara kembar, melainkan sudah manunggal hanya ke Gereja saja. Tetapi saya masih ada rasa takut dan khawatir reaksi keluarga. Saya sudah tidak tahu pasti bagaimana caranya, untuk mengatasi kesulitan ini. Juga saya tidak pernah datang kepada siapapun juga untuk meminta nasehat atau pandangan dalam hal ini. Pergumulan saya waktu itu benar-benar terasa sekali beratnya.

Tetapi Tuhan untuk- kesekian kalinya membuka jalan menolong memecahkan pergurmulan saya ini. Kalau tadinya saya menduga bahwa kalau saya berbicara dengan isteri saya untuk berpindah agama dari Islam ke Kristen ini, pastilah akan menimbulkan reaksi tantangan, maka Tuhan malah melalui isteri saya itu sendiri pintu kebenaran ini dibukakan.
Kepada isteri saya diberikan suatu penglihatan kedamaian melalui terangnya dan indahnya pohon natal yang pada waktu itu sedang berkelap-kelip di banyak rumah keluarga Kristen. Terlintas di dalam hatinya betapa indahnya kehidupan didalam keluarga Kristen yang ia dapat rasakan kedamaian dalam lagu-lagu Natal yang syahdu dan terang cemerlang natal yang menggambarkan kehidupan cerah setiap keluarga Kristen.
Untuk menyatakan rasa hatinya itu, isteri saya beserta seorang anak saya yang perempuan datang kepada saya, menyatakan keinginannya untuk menjadi seorang Kristen dalam keluarga Kristen.Kesempatan ini, tentu saja tidak akan saya abaikan.
Karena itu besok paginya tepat hari Natal, saya datang menemui Bapak Pdt. J. Sapulete untuk kedua kalinya, dengan menyatakan bahwa kami sekeluarga ingin dibaptiskan untuk menerima Tuhan Jesus. Permintaan saya sekali ini, benar-benar berjalan dengan lancar dan kami sekeluarga dibaptiskan pada tanggal 26 Desember 1969 oleh Bapak Pdt. J. Sapulete, di Gereja Bethel Jemaat GPIB. Koinonia Jatinegara, yaitu saya beserta isteri dengan 7 anak. Seorang anak lagi menyusul seminggu kemudian. Rupanya anak saya yang laki-laki inipun sebenarnya juga sudah sering ke Gereja, tetapi secara sembunyi-sembunyi pula takut diketahui oleh ayahnya. Dan saya ke Gereja takut diketahui oleh anak-anak dan isteri saya. Jadi kami ke Gereja saling umpet-umpetan rupanya.
Puji Tuhan, karena akhirnya memang seluruhnya menjadi pengikut Kristus, menerima dan menempatkan Jesus Kristus bertahta dihati kami masing-masing.

Berkat yang berkelimpahan.
----------------------------------
Sesudah saya dan keluarga dibaptiskan 26 Desember 1969, suasana rumah tangga kami terasa sekali perubahannya yang menggembirakan dan penuh sukacita. Banyak berkah yang kami terima dan rasakan berupa perubahan-perubahan hidup dan kehidupan.

Rasul Paulus mengatakan:
"Jadi siapa yang ada didalam Kristus, ia adalah ciptaan baru; yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang." (2 Korintus 5:17 ).
Apabila seseorang menerima Jesus Kristus sebagai Juruseiamatnya, maka Allah membuat suatu perubahan dalam hidupnya. Sifat Kristus dimasukkan kedalam dirinya. Alkitab berkata: "Kamu ada bagian didalam sifat llahi". Sifat yang baru ini menghasilkan kesukaan yang baru, keinginan yang baru, ketidak sukaan yang baru, kasih yang baru. Hal-hal yang dulu seseorang sayangi, sekarang ia benci, dan hal-hal yang dulu ia benci, sekarang ia sayangi. Kehidupannya telah berubah. Perubahan ini nampak juga pada kehidupan secara lahiriah bagi seseorang, dan akan diperlihatkan kepada orang-orang sekitarnya. Seluruh pandangannya akan di'ubah, dan hal ini akan membawa perubahan dalam kata-kata dan apa yang diucapkan dan dibicarakannya. Sungguh ajaib !

Perubahan-perubahan ini memang saya alami dan rasakan seluruhnya dalam hidup dan kehidupan kami sekeluarga dalam waktu sangat singkat sekali. Tabeat pemarah menjadi hilang dan berangsur ganti dengan kasih. Kehidupan rohani dapat kami rasakan kelegaan dan rasa damai bahagia. Perasaan bimbang dan ragu sudah tidak ada lagi. Jiwa kami sungguh-sungguh merasa mantap dan penuh dengan kesuka-citaan. Begitupun kehidupan jasmani kami mengalami perubahan yang sangat nyata berupa berkat-berkat kelimpahan.

Pengalaman ini membuktikan kebenaran janji janji Allah yang disampaikan oleh Jesus Kristus.
"Barangsiapa haus, baiklah ia datang kepadaKu dan minum. Barangsiapa yang percaya kepadaKu, seperti yang dikatakan oleh kitab Suci: "Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup." (Yohanes 7:37-3Cool
Jesus berkata:
"Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.'' (Yohanes 10:10b).

Tetapi perubahan hidup rumah tangga kami yang begitu nyata dan cepat inipun menjadi fitnah. Tetangga-tetangga kami bahkan keluarga kami sendiri mengira, kami mendapat bantuan dari Gereja sebagai imbalan kami menjadi Kristen. Sering orang sampaikan ketelinga kami pameo orang yang mengatakan: "Kalau ingin kaya mendadak, turuti sikap Pak Ambrie tuh, jadi orang Kristen, nanti akan menerima sokongan Gereja jutaan rupiah" dan lain-lain.
Hal ini mereka sangka bahwa perubahan hidup kami yang berkelimpahan itu adalah semata-mata dikarenakan pemberian Gereja, sebagai imbalan karena menjadi seorang Kristen. Tidak! Sama sekali tidak! Satu senpun kami tidak pernah menerima bantuan dari Gereja ataupun dari seseorang pribadi sebagai imbalan pembujukan untuk menerima Kristus, baik berupa uang, maupun berupa materi lainnya atau janji-janji pekerjaaan dan lain-lain. Benar-benar perubahan hidup kami yang berkelimpahan waktu itu, adalah semata-mata karena berkat kemurahan Tuhan, yang memang sudah dijanjikan bahwa kepada yang percaya akan diberikan segala kelimpahan.