Showing posts sorted by relevance for query arti tabernakel. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query arti tabernakel. Sort by date Show all posts

Sunday, December 30, 2007

Tabernakel Israel (Tabernacle of Moses / Kemah Allah / Rumah Allah / Bait Allah)

Tahukah Anda bahwa kerinduan Allah untuk menyatakan diri-Nya kepada umat-Nya lebih besar daripada kerinduan umat-Nya untuk melihat-Nya !!!

Tabernakel pada zaman ketika Musa memimpin bangsa Israel keluar dari tanah Mesir ternyata mempunyai arti-arti rohani yang dalam dan sangat penting untuk kehidupan manusia mulai dari zaman dahulu, zaman sekarang, bahkan sampai pada kedatangan Tuhan.

Tujuan Allah memerintahkan bangsa Israel membangun Tabernakel adalah supaya Allah bisa tinggal bersama mereka, umat-Nya (Kel 25:8), dan supaya umat-Nya juga bisa belajar taat dan beribadah kepadaNya. Dan kalau Allah tinggal bersama umat-Nya, maka sudah bisa dipastikan bahwa umatNya itu terlindungi, terpelihara, dibela, dan selalu mengalami kemenangan terhadap musuh-musuh mereka.

Dari Tabernakel Musa dan arti-arti rohaninya inilah, semua orang di dunia bisa melihat, sudah sampai dimana tingkatan rohaninya masing-masing dihadapan ALLAH.

Mari kita lihat secara singkat tentang betapa agungnya rencana Allah untuk kehidupan manusia di dalam tabernakel dan makna-makna rohaninya:

Tabernakel Musa / Israel adalah gambaran dari Kerajaan Sorga.

Tabernakel terbagi atas 3 daerah = Sorga terbagi atas 3 wilayah

  1. Halaman (Kerajaan Surga Tingkat Satu)
  2. Ruang Kudus (Kerajaan Surga Tingkat Dua)
  3. Ruang Maha Kudus (Kerajaan Surga Tingkat Tiga)

  • Pintu Gerbang (Pintu untuk masuk ke Halaman)

Arti dari Pintu Gerbang adalah Yesus sebagai Pintu (Yoh 10:9). Pintu gerbang Tabernakel juga berarti PEMISAH antara Wilayah Kerajaan Setan dan Wilayah Kerajaan ALLAH, zona Kegelapan dan zona Terang, orang-orang yang binasa dan orang-orang yang selamat, daerah pemerintahan Iblis dan daerah pemerintahan Allah.

Orang-orang yang menerima dan percaya dengan segenap hati bahwa Yesus adalah Tuhan dan Juruselamat di dalam hidupnya, pasti akan diselamatkan dari kebinasaan kekal di neraka. Menerima Yesus berarti menerima Dia sebagai “Kepala” di dalam kehidupan kita.

Masuk melalui Pintu gerbang = menerima Yesus sebagai Juruselamat = menerima baptisan darah, dengan kata lain dibaptis oleh Darah Yesus dan masuk ke dalam “Tubuh Kristus Universal”.

Setelah melewati pintu gerbang, maka kita masuk ke daerah Pelataran / Halaman dari Tabernakel di mana terdapat dua alat yang bernama mezbah korban bakaran dan bejana pembasuhan.

Berada di Halaman berarti berada di daerah Pembenaran / Kebenaran dari Allah. Dalam daerah ini kita mengalami perlindungan dari Allah. Kita dilindungi dari Hukuman Dosa, Kuasa Kegelapan, dan Kebinasaan.

Hidup di dalam Kristus = menjadi ciptaan baru.


  • Mezbah Korban Bakaran

Arti Mezbah Korban Bakaran adalah Salib Kristus di Golgota.

Yesus adalah Anak Domba yang telah tersembelih di Golgota, mencurahkan darahNya untuk menghapus semua dosa setiap orang yang percaya kepada-Nya.

Jadi bagi kita yang telah menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan, hendaknya selalu hidup di dalam pertobatan (menghasilkan buah-buah pertobatan) dan perdamaian dengan Allah, supaya kita selalu berkenan kepadaNya.


  • Bejana Pembasuhan (yang terbuat dari tembaga)


Arti dari Bejana Pembasuhan Tembaga adalah Baptisan Air, sebagai tanda pertobatan yang bisa dilihat oleh umum.

Baptisan air itu menunjukkan bahwa barangsiapa yang mati untuk Kristus / bersama Kristus pasti akan dibangkitkan bersama Kristus / mengalami pembenaran dari Allah dan dibebaskan dari Murka / Hukuman Allah yang dahsyat.

Tembaga artinya Penghukuman Allah atas dosa.

(Jadi, Mezbah Korban Bakaran dan Bejana Pembasuhan adalah "sarana" yang dipakai Tuhan untuk "membersihkan" kehidupan kita, supaya kita boleh mendekat kepadaNya dan melayani-Nya)


  • Pintu Kemah / Pintu Ruang Kudus

Arti Pintu Kemah adalah mengalami Baptisan Roh Kudus.

Dalam Ruang Kudus, Tuhan mau supaya kehidupan kita senantiasa mengalami "penyucian/pemurnian" dari Tuhan dan melayani Dia.

(Yesus membaptis kita dengan Roh Kudus dan dengan api)

Supaya dengan kekuatan dan kuasa Roh Kudus: kita bisa bertumbuh dalam kerohanian, menjadi “saksi / terang” buat sesama, menghasilkan buah-buah dan karunia-karunia, dan bisa menyembah Allah dalam roh dan kebenaran.

Supaya kita juga dapat melayani Tuhan bukan dengan kekuatan manusia melainkan oleh kekuatan Roh Allah dan dengan cara yang berkenan kepadaNya.


  • Meja Roti Sajian

Arti Meja Roti Sajian adalah bersekutu dengan Yesus Kristus melalui Firman Allah dan Perjamuan Suci.

Kuasa Firman Allah akan semakin bertambah besar dalam kehidupan kita, sejauh mana dan seberapa besar kita meyakini kebenaran-kebenaran di dalam Firman Allah.

Iman itu senantiasa mematuhi Firman Allah baik yang tertulis maupun lisan.

(Peningkatan di dalam Iman)


  • Pelita Emas

Arti Pelita Emas adalah bersekutu dengan Roh Kudus untuk menjadi saksi Kristus.

Menjadi Saksi Kristus artinya menjadi terang dan garam bagi sesama kita. Bukan hanya berkata-kata tentang Tuhan kepada sesama, tapi yang terutama adalah sungguh-sungguh menolong sesama kita yang sedang membutuhkan pertolongan, baik soal rohani maupun lahiriah. Karena dengan langsung menolong sesama manusia, maka kita sudah menjadi "Firman yang hidup" bagi mereka. Karena pelita emas juga melambangkan Firman Allah.

(Firman Allah dan Roh Kudus adalah Dwitunggal yang tidak mungkin dipisahkan)

(Peningkatan di dalam Pengharapan)


  • Mezbah Dupa

Arti Mezbah Dupa adalah bersekutu dengan Allah Bapa di dalam doa.

Mezbah Dupa juga berarti kehidupan doa dan penyembahan kita yang “membara” kepada Allah.

Doa/penyembahan yang merobek "daging" (mematikan kehendak/hawa nafsu tubuh manusia) adalah Doa/Penyembahan yang berhasil, yang bisa menembusi tirai ruang maha kudus dan sampai kepada Takhta Allah.

(Peningkatan di dalam Kasih)


  • Pintu Tirai / Pintu Ruang Maha Kudus

Arti Tirai adalah Tubuh Manusia / Daging dari Yesus Kristus.

Tirai juga berarti adalah “daging dan pemikiran daging”, yang menghalangi dan memisahkan kita dari Takhta Allah di sorga.

Jadi, melalui kematian Yesus di salib, terbukalah jalan yang baru bagi seluruh umat manusia menuju Ruang Maha Kudus.

(Dalam Ruang Maha Kudus, Tuhan mau menyempurnakan, menguduskan dan menebus kita secara permanen supaya kita tinggal bersama dengan Dia di sorga selama-lamanya)


  • Tabut Perjanjian Allah

Ini melambangkan:

  • Naungan Perlindungan yang sempurna dari Allah Tritunggal (Allah Bapa - Allah Anak - Allah Roh) kepada Umat-Nya (Gereja-Nya yang telah disucikan dan ditebus oleh Darah Yesus)
  • Juga melambangkan Pernikahan antara Mempelai Pria Sorga dan Mempelai Wanita Sorga, yakni Tuhan Yesus Kristus dan GerejaNya (Tubuh Kristus Universal)
  • "Gereja" yang telah memiliki iman, harap, dan kasih, yang kekal / permanen di dalam kehidupannya.
  • Takhta Allah
  • Penyatuan yang permanen antara Allah Tritunggal Maha Kudus dan “Gereja”.
  • Disaat "Gereja" memuliakan Allah, maka Allah juga akan mengangkat "GerejaNya" untuk dipermuliakan.

Thursday, April 3, 2008

Beberapa Mata Rantai yang Hilang dalam PENYEMBAHAN

Gereja-gereja saat ini banyak yang memuji dan menyembah Tuhan dengan menggunakan alat musik yang beraneka ragam. Beberapa di antaranya menegakkan bulu roma dan hadirat Allah pun dimanifestasikan. Hal-hal ini menjadi suatu ritual yang rutin dalam kebanyakan gereja. Sebaliknya pada masa Perjanjian Lama, perwujudan Awan Kemuliaan / Shekina Glory ALLAH di dalam Tabernakel Israel adalah suatu peristiwa yang biasa terjadi (Keluaran 40:34-35; I Raj 8:11; II Taw 5:13-14; 7:1,2)

Pertanyaannya adalah mengapa kita, para imam Perjanjian Baru, tidak mengalami sedikitpun Shekina Glory Allah pada saat kita beribadah??? Seharusnya kita, imam Perjanjian Baru, dapat mengalaminya lebih banyak lagi. Karena apa? Karena:

  1. Sudah dijanjikan Allah (Hagai 2:10)
  2. Kita telah memilki Roh Kudus di dalam diri kita (Yoh 14:17)

Pasti terdapat beberapa mata rantai yang hilang dalam penyembahan kita, sehingga kita tidak mengalami kepenuhan berkat-berkat Allah.

Beberapa mata rantai yang hilang itu adalah:

1. KEKUDUSAN.

Kita harus dihiasi dengan kekudusan saat menyembah Allah (Mazmur 29:2). Kita tidak dapat menyembah Allah saat dosa masih berada di dalam hati kita (Matius 5:23-24). Seperti halnya pakaian imam Perjanjian Lama tidak boleh bernoda atau kotor saat menghadap Allah, demikian pula imam Perjanjian Baru harus memiliki hati yang bersih dan murni dari noda dosa. Tertulis dalam Firman Tuhan, bahwa dosa dalam hati kita akan memisahkan kita dari hadiratNya dan menyebabkan Allah menyembunyikan wajahNya (Yes 59:2).

2. PENGHORMATAN (RASA HORMAT DAN TAKUT AKAN TUHAN).

“Sembahlah Tuhan dengan keindahan dari kekudusan, gemetarlah di hadapanNya, dan hormati/takutilah Dia, hai seluruh bumi” (Mazmur 96:9 - Amp. Bible).

“Tetapi aku, aku akan memasuki rumahMu melalui kelimpahan kasih setia dan kemurahanMu; aku akan menyembah ke / di baitMu yang kudus dengan takut akan Engkau” (Mazmur 5:8 – Amp. Bible)

Pada kedua ayat di atas, kata hormat dan takut dapat ditukar penggunaannya. Mari kita selidiki dalam bahasa Ibrani dan Yunani:

Kata TAKUT adalah:

  1. Yare (Ibr) artinya menjadi takut, perasaan khidmat, ketakutan
  2. Yirah (Ibr) artinya takut, hormat.
  3. Phobos (Yun) artinya takut, ngeri, terror; mempunyai arti yang sama dengan: takut yang disertai hormat, yaitu ketakutan yang luar biasa apabila mengecewakan Tuhan.
  4. Eulabeia (Yun) artinya hormat, takut yang saleh. Juga mempunyai arti yang sama dengan ketakutan, tapi khususnya adalah takut yang kudus., takut yang bercampur dengan kasih.

Alasan mengapa kita kurang/tidak hormat dan takut akan Tuhan adalah karena kita hanya memandang Tuhan sebagai Anak Manusia dari Nazareth yang rendah hati dan lemah lembut. Namun Firman Tuhan menyatakan bahwa kepenuhan Allah secara jasmani berdiam di dalam Tuhan Yesus Kristus (Kol 2:9). Walaupun Dia adalah Allah yang rendah hati dan lemah lembut, namun Allah juga adalah Api yang menghanguskan (Ul 4:24, Ibr 12:29), Api yang menjilat (Maz 50:3), Allah yang dahsyat / mengagumkan / menakutkan (Kej 28:17, Ul 10:17, Dan 9:4).

Tuhan bisa bersahabat dengan kita, tetapi kita tidak bisa bermain-main denganNya. Seperti ada pepatah,”bermain-main menyebabkan penghinaan”, demikian juga Tuhan tidak mungkin “bermain-main” dengan kita. Allah mengasihi dan memperlakukan kita sebagai sahabatNya, seperti Dia memperlakukan Abraham dan Musa, tetapi Dia tidak bermain-main. Musa mencoba untuk bermain-main dengan Tuhan, tetapi ia harus membayar harga yang mahal untuk pelajaran tersebut (Bil 20:7-12, Ul 3:23-28).

3. KERENDAH-HATIAN

“Sebab beginilah firman Yang Mahatinggi dan Yang Mahamulia, yang mendiami kekekalan, yang namaNya adalah Kudus: Aku bersemayam di tempat yang tinggi dan kudus, tetapi juga bersama orang yang remuk dan rendah hati, untuk membangkitkan semangat orang yang rendah hati dan untuk membangkitkan hati orang yang sungguh-sungguh menyesal (karena dosa)”. – Yesaya 57:15.

Kita tidak dapat menyembah Allah dengan hati yang sombong. Contohnya seperti Lucifer, kerub yang diurapi, yang diberikan hak istimewa untuk berjalan di atas gunungNya yang kudus, jatuh ke dalam dosa karena kesombongannya sendiri (Yes 14:13-14, Yeh 28:17).

Kerendahhatian merupakan pengaruh yang dihasilkan dari kesadaran kita akan ketidaklayakan kita di hadapan hadirat Tuhan yang mengagumkan.

Menyembah adalah merendahkan hati dan meninggikan Allah.

Teladan utama dari kerendahatian adalah Yesus, walaupun Dia adalah Allah, namun telah merendahkan diriNya sendiri sebagai manusia biasa, bahkan rela mati di kayu salib demi menebus dosa manusia. Untuk itulah Allah Bapa paling meninggikanNya melebihi segala yang ada di langit dan di bumi.

(Selvaraj)

Sunday, November 30, 2008

Arti yang Indah dari Tabernakel (Rumah Allah)

  1. Halaman – Wilayah Kebenaran Allah – Allah mengerjakan pembenaran terhadap orang-orang yang menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamatnya secara pribadi.- Ini adalah proses pengampunan / “penutupan” dosa oleh darah Kristus.
  1. Ruang Suci – Wilayah Pembersihan / Penyucian Allah – Allah mengerjakan proses pembuangan dosa-dosa dari kehidupan orang-orang yang berasal dari “Halaman”. – Ini juga adalah “proses pembentukan karakter Kristus” di dalam manusia melalui pertolongan Firman Allah dan Roh Kudus.- ini adalah proses pembuangan sifat-sifat dosa dengan bantuan Roh Kudus.
  1. Ruang Maha Suci – Wilayah Pengudusan / Kesempurnaan Allah – Allah menyempurnakan orang-orang yang berasal dari “Ruang Suci” sebagai tanda selesainya proses penyucian / pembuangan semua dosa dan keinginan akan dosa dari dalam hati dan pikiran manusia.- Ini adalah terbentuknya karakter Kristus di dalam manusia – di sinilah orang-orang baru dapat di sebut mempelai wanita Kristus.- Ini adalah penyucian sepenuh 100% dari sifat-sifat dosa manusia.

Tuesday, October 6, 2009

Nama-Nama untuk "TABUT"

Nama-nama untuk Tabut:
  • Tabut Allah (I Samuel 4:21, I Samuel 5:7)
  • Tabut perjanjian TUHAN (Bilangan 10:3, Ulangan 10:8)
  • Tabut perjanjian TUHAN semesta alam (I Samuel 4:4)
  • Tabut perjanjian Allah (Hak. 20:27, I Tawarikh 22:19)
  • Tabut hukum Allah (Keluaran 16:34, Bilangan 7:89, Yosua 4:16)
  • Tabut hukum (Keluaran 25:22, Keluaran 27:21)
  • Tabut Kekuatan-Nya (Mazmur 132:8, II Tawarikh 6:41)
---------------------------------------------

Tabut Allah adalah peti yang terbuat dari kayu penaga/akasia yang dilapisi emas sebelah dalam dan sebelah luar, berisikan: 2 loh hukum Allah, buli-buli emas berisi manna, tongkat Harun yang berbunga dan berbuah Badam - ditempatkan di dalam Ruang Maha Suci dari Tabernakel khususnya pada jaman Musa.

Tabut Allah adalah gambaran/arti rohani dari:
  • Takhta Allah Bapa dan Takhta Anak Domba
  • Pernikahan rohani antara Yesus Kristus sebagai Mempelai Pria Surgawi, dan Gereja-Nya sebagai Mempelai Wanita Surgawi.
  • Kekuatan Allah Roh Kudus
  • Naungan/perlindungan yang sempurna dari Allah Trinitas Mahakudus kepada Gereja
  • Penebusan yang sempurna dari Yesus Kristus untuk Gereja-Nya