Friday, May 9, 2008

KEADAAN BUMI KELAK PADA MASA KERAJAAN KRISTUS DAN ORANG-ORANG KUDUS-NYA SELAMA 1000 TAHUN DAMAI

Bagaimana Keadaan Bumi dalam masa 1000 tahun damai ?

  1. Hanya orang-orang yang percaya kepada Yesus Kristus dengan segenap hati yang akan ada dalam masa kerajaan 1000 tahun damai.

Semua orang lain sudah dibinasakan, Maleakhi 4:1-3; Yesaya 13:9-10.

Orang-orang yang hidup sampai saat Yesus kembali hanyalah terdiri dari 2 golongan, yakni:

  1. GEREJA SEMPURNA > yang sudah disingkirkan ke tempat perlindungannya di padang gurun, bersama orang percaya sejak jaman Adam, dibangkitkan dalam kebangkitan pertama untuk masuk ke dalam 1000 tahun damai itu. (I Tes 4:13-18; I Kor 15:50-52; Why 20:1-6)
  1. Semua orang yang menerima tanda 666 > nasib penerima tanda 666 sudah jelas sekali di dalam Alkitab, mereka dibinasakan pada waktu kedatangan Tuhan Yesus Kristus dalam kemuliaanNya (II Tes 1:7-10; 2:7-8; Why 14:9-11; 19:11-21). Semua orang lain dibunuh dengan “pedang”. Antikristus dan Nabi Palsu langsung dilemparkan ke dalam lautan api dan belerang (Why 19:20-21). Dengan demikian semua orang yang tidak percaya Yesus Kristus tidak masuk ke dalam masa 1000 tahun damai sebab memang sudah mati semuanya. Ini sesuai dengan nubuatan dari Tuhan Yesus sendiri tentang persamaan kedatanganNya dengan jamannya Nuh. Setiap orang yang tidak percaya, binasa. (Mat 24:37-39; II Petrus 3:3-7)
  1. Semua orang percaya akan memerintah bersama Yesus (Why 20:4-6)

Pertanyaan yang selalu timbul adalah kita yang percaya dan bersama Kristus, akan memerintah atas siapa ??? sebab semua orang berdosa sudah tidak ada. Jawabnya:

  1. Kita akan memerintah atas malaikat-malaikat (I Kor 6:3; Ibr 1:4-14)
  2. Kita akan memerintah atas seluruh ciptaan Allah sebagaimana kehendak Allah sejak permulaan (Kej 1:26; Ibr 2:5-11)
  3. Kita akan memerintah menurut kemuliaan / sesuai dengan upah atau pahala yang kita peroleh. (Why 22:12, Mat 10:41, I Kor 3:8; 15:41-42, Luk 19:15-19)
  1. Kemuliaan Allah akan bercahaya dan memenuhi seluruh bumi (Hab 2:14)

Tidak mungkin orang berdosa masuk jaman 1000 tahun damai oleh karena kemuliaan Allah yang sangat bercahaya. Orang percaya pun harus terlebih dahulu “diubahkan” sebelum memasuki jaman itu, sebab “darah dan daging” tidak akan mendapat bagian dalam kerajaan Allah dan bahwa yang “binasa” tidak akan mendapat bagian dalam apa yang “tidak binasa” (I Kor 15:50-54). Maka sinar bulan pun akan seterang matahari, dan matahari akan memancarkan terang 7 kali lipat dari yang biasanya (Yes 30:26). Orang-orang benar pun akan bercahaya seperti matahari (Mat 13:43)

  1. Tidak ada Iblis, Antikristus, dan Nabi Palsu dalam masa 1000 tahun damai (Why 19:20-21; 20:1-3)

Iblis ditangkap oleh seorang malaikat dari sorga, kemudian diikat dengan rantai besar dan dicampakkan ke dalam Jurang Maut tak berdasar, lalu jurang itu ditutup dan dikunci supaya Iblis tidak bisa menyesatkan bangsa-bangsa. Sedangkan Antikristus dan Nabi Palsu langsung dilemparkan ke dalam lautan api dan belerang. Maka dalam masa kerajaan 1000 tahun damai itu tidak ada dosa, penyakit, godaan, penyesat, yang ada hanyalah kerajaan Allah yang penuh dengan kemuliaanNya.

(Setelah masa 1000 tahun damai berakhir, maka Iblis akan dilepaskan dalam “kebangkitan yang kedua” dan dia akan membawa bersamanya semua orang fasik yang disebut “Gog dan Magog”. Mereka akan menyerang Kota Allah dan orang-orang kudusNya, tetapi mereka dihanguskan oleh api dari hadirat Tuhan. Kemudian Iblis dan semua orang yang mengikutinya dilemparkan ke dalam lautan api dan belerang)

Wednesday, May 7, 2008

10 Hukum Perjanjian Baru (Hukum Kerajaan Allah)

  1. Hiduplah dalam Perdamaian dengan saudara / sesama kita (Matius 5:21-26)
  2. Hiduplah dalam Kesucian (menjaga pikiran supaya tidak tercemar oleh pikiran cabul, karena kalau pikiran kita tidak dijaga kesuciannya maka itu memudahkan tubuh kita untuk jatuh dalam perzinahan/percabulan) (Matius 5:27-32)
  3. Berkata-katalah yang benar, jangan berdusta (katakan ya jika ya, tidak jika tidak) (Matius 5:33-37)
  4. Hiduplah dalam Kasih / Kemurahan Hati / Pengampunan, bahkan terhadap musuh kita (musuh disini artinya bukan termasuk iblis, tetapi orang yang menyakiti / menganiaya kita) (Matius 5:38-48)
  5. Berbuatlah yang benar (misalnya dalam berkorban/bersedekah, berdoa, berpuasa, dll) (Matius 6:1-18)
  6. Kumpulkanlah “harta” di sorga (memiliki harta di bumi memang penting, tetapi jauh lebih penting memiliki harta di sorga) (Matius 6:19-24)
  7. Hiduplah dalam Iman, jangan dalam kekuatiran. (Matius 6:25-34)
  8. Jangan menghakimi saudara / sesama kita (Matius 7:1-6)
  9. Hiduplah dalam Doa (Matius 7:7-12)
  10. Hasilkan buah-buah perbuatan baik dan benar dari kehidupan kita (Matius 7:13-23)

Sunday, May 4, 2008

2 Jam Di Alam Roh (Kesaksian Aina)

Kisah nyata ini sudah terjadi kira-kira 5 tahun yang lalu, tetapi karena ada salah seorang teman saya yang di dalam Kristus membicarakan topik ini, saya jadi rindu untuk menceritakan kembali dengan harapan ini semua bisa menjadi berkat buat kita semua.

Kedua mertua dan ipar-ipar saya tinggal di Sydney, Australia. Papa mertua saya mempunyai kebiasaan membersihkan taman belakang tiap seminggu sekali. Beliau menyiangi rumput dengan menggunakan pisau yang berputar seperti cakram (saya lupa nama alat tersebut). Jadi cuma pegang sticknya, pisaunya otomatis membabat rumput itu sendiri. Pada hari naas tersebut, tiba-tiba ada batu yang menonjol sehingga pisau tersebut kena batu dan patah berbalik ke arah Papa dan memotong paha kanannya cukup dalam. Sebelum jatuh pingsan ia sempat berteriak panggil mama mertua (waktu itu lunch time dan di rumah nggak ada siapa-siapa).

Puji Tuhan setiap lunch time adik ipar saya selalu pulang makan ke rumah karena perusahaan tempatnya bekerja hanya 10 menit dari rumah. Jadi hanya selang beberapa menit dimana Mama sempat bingung, tapi adik ipar sudah muncul dan buru-buru mereka bawa ke gawat darurat. Puji Tuhan lagi gawat darurat di Sydney nggak sembarangan, sekalipun dokter jaga mereka bisa mengambil alih pekerjaan dan bisa dipertanggung jawabkan. Saat itu papa sudah siuman dan dapat merasakan proses pembersihan luka di pahanya. Hal yang paling sulit adalah pasir dari kotoran masuk ke dalam lapisan daging. Dokter sudah berusaha memberikan tetapi pisau memotong cukup dalam (untung tidak mengenai tulang) sehingga dengan terpaksa ada juga daging yang ikut disayat dan dibuang. Hebatnya cara kerja dokter di sana, untuk menjahitpun perlu tiga lapisan (daging dengan daging, kulit dalam lalu kulit luar) Karena kami punya dokter keluarga (teman se SMA Papa waktu di Tegal) jadi akhirnya dokter ini yang kemudian menangani (tapi rumahnya lumayan jauh dari rumah, sekitar 1 jam).

Papa diberi antibiotik untuk mencegah infeksi. Namun beberapa hari kemudian, ternyata kakinya tetap infeksi, bengkak besaaaarrr sekali karena kotoran di dalam daging tidak keluar. Dokter pribadinya dihubungin untuk membuat appointment dan diberitahukan bahwa terjadi pembengkakan, dan beliau berjanji akan datang akhir minggu untuk membuka ulang luka. Waktu itu ia hanya menyarankan melanjutkan antibiotik. Ternyata ketika dokter datang, bisa-bisanya dia lupa bawa gunting dan peralatan untuk buka luka Papa, jadi terpaksa dia membuat appointment baru dan akan kembali lagi dalam beberapa hari. Pada waktu itu juga dia sadar ternyata Papa sudah lebih dari 10 hari makan antibiotik (98 butir!) dan harus segera berhenti sebab Papa sudah mulai merasa tulang-tulangnya kaku.

Kalau nggak salah 2 hari setelah kunjungan dokter (jadi nggak sempat dibuka lagi lukanya) pada suatu malam (yang lain sudah tidur semua) Papa dalam keadaan sangaaaat sakit, tulang & badannya terasa lumpuh, terutama sakit di pahanya malah luar biasa! Rasanya udah nggak punya kekuatan untuk bicara atau minta tolong. Lalu sambil berbaring dia berdoa supaya Tuhan Yesus mengampuni semua dosa-dosanya dan dia juga mengampuni dan mengangkat semua kepahitannya (waktu itu memang Papa punya dendam kepada seseorang yang merampas harta mereka, yang menyebabkan mereka sekeluarga pindah ke Australia dalam keadaan stres)

Nah waktu ngomong "Ampuni...ampuni..." tiba-tiba ia merasa rohnya keluar dari tubuh dan ada 2 'orang' di sebelah kiri kanannya. Waktu dia lihat 'orang' itu ternyata mukanya sendiri! Keduanya memimpin dan menjelaskan dimana dia berada, cuma yang satu suaranya agak lembut satunya lagi kaku dan kasar. Mereka membawa dia melalui sebuah lorong menuju ke suatu pintu besar dimana di belakang pintu itu banya orang berbondong-bondong mengantri dan masuk satu-satu. Begitu setiap orang masuk, di depan mereka diperhadapkan lagi dua buah pintu, yang satu pintu menuju 'maut' dan lainnya menuju 'Firdaus'. Papa ada di depan pintu itu dan tetap ngomong "Ampuni saya..."

Lalu tiba-tiba di depannya terpampang tulisan-tulisan berwarna merah yang tidak ada dasarnya (jadi tulisan itu seperti tergantung di udara.) Semu dosa-dosanya dan perbuatan semasa hidupnya ada tercatat dalam tulisan itu, bahkan juga nama orang yang menyakiti dia. Papa hanya menangis nggak bisa ngomong apa-apa. Lalu tiba-tiba seorang ibu tua yang lusuh masuk dan berdiri dihadapan ke dua pintu itu sambil menangis, "Tuhan, kasihani anak-anak saya kalau mereka melakukan kejahatan. Biarlah saya sebagai ibu mereka menerima hukumanMu asal jangan mereka." Dan ada sebuah suara yang bicara singkat, jelas, dan tegas penuh wibawa berkata, "Biarlah dosa mereka, mereka yang menanggungnya. Masuklah ke rumah BapaKu." Ibu itu masuk ke pintu yang menuju 'Firdaus' dan begitu melewati pintu itu, ia berubah dalam sekejab mata menjadi cantik, putih, dan bercahaya. (Papa mertua nggak pernah baca Alkitab, jadi istilah-istilah yang digunakan meyakinkan sekali.)

Kemudian masuk seorang anak muda yang ugal-ugalan. Segera ia tahu bahwa pintu yang satunya bercahaya dan ia ingin menuju ke sana. Tapi badannya bertentangan dengan kakinya, sebab kakinya membawa dia mengarah ke pintu 'maut'. Lalu terdengarlah suara yang berwibawa itu, suara itu berkata, "Kakimu menjadi saksi kemana engkau pergi dan apa yang telah engkau perbuat selama hidupmu." (ini kalimat yang paling saya ingat dari seluruh cerita) dan segera kakinya membawa dia masuk melalui pintu 'maut' sambil ia berteriak-teriak "Nggak mauu...nggak mau...." dan lolongannya makin keras dan menyayat hati...(kata Papa), hopeless banget deh. Baru beberapa langkah, sambil melolong kesakitan tubuhnya meleleh, dan kaki itu berjalan terusss....sampai berbunyi "Klik..klik..klik.." (menjadi tengkorak!) dan akhirnya terjun ke suatu lubang kawah yang besar diman jeritan dan lolongan itu menjadi banyak dan mengerikan!

Kemudian masuk seorang pendeta muda yang perlente dan keren. Langsung 'hamba Tuhan' ini dengan yakin menjelaskan semua aktivitasnya: "Saya sudah melayani sampai ke luar negeri, memberitakan NamaMu dan melakukan banyak hal-hal besar dalam NamaMu." Tetapi cukup suara itu hanya bertanya "Dimana jubahmu?" (saya sampai sekarang nggak ngerti tentang cerita pendeta perlente ini. Mungkin seperti di Matius 7:23) dan pendeta itu bungkam tidak bisa menjawab. Tapi herannya ia dilemparkan ke sungai yang mengalir di bawah pintu itu, dan ceritanya berakhir di situ (nggak tau tuh kemana...)

Terakhir masuk seorang pendeta tua dengan pandangan menyesal dan dengan suara perlahan berkata "Ampuni saya Tuhan. Saya tahu sampai waktu akhir saya belum bisa membangun RumahMu. Ampuni saya bahwa hasil pengumpulan dana untuk gedung gereja saya gunakan untuk membantu jemaat saya yang susah. Engkau tahu Tuhan, saya menangis ketika seorang jemaatku datang dan berkata 'Tolong doakan saya Pak pendeta, ada pekerjaan yang saya tahu tidak berkenan tapi harus saya lakukan sekalipun bertentangan dengan hati nurani saya. Kalau tidak istri dan anak saya tidak bisa makan' Saya rangkul orang itu dan saya berjanji, apapun yang ada di meja saya, boleh mereka makan, bahkan saya bersedia membagikan makanan saya untuk semua jemaat saya yang kekurangan" (Setiak bercerita tentang pendeta tua ini, Papa selalu mengeluarkan air mata...) Suara itu hanya berkata "Tidakkah engkau ingin bertemu dengan Bapa?" Lalu ia masuk ke pintu 'Firdaus' dan berubah lagi dalam sekejap mata!

Sesudah melihat pendeta tua itu, dalam keadaan menangis tiba-tiba Papa sudah kembali ke tubuhnya (sadar) dan tubuhnya basah semua dengan keringat. Tapi heran ia punya kekuatan baru, tubuhnya enak semua dan ia bangun mandi air hangat. Rasanya ringan sekali, dan mulai malam itu Papa punya commitment baru, membaca Alkitab setiap hari. Besok paginya (maaf) papa buang air besar, (Kamar mandi di Sydney terpisah dengan WC, jadi ukuran WC kecil sekali) waktu jongkok tiba-tiba ia melihat cairan putih bening dengan kotoran pasir 'muncrat' ke pintu WC, ternyata lukanya pecah! Jadi otomatis luka itu mengeluarkan cairan yang membawa kotoran/pasir, tanpa operasi sampai hari kedua kempis sendiri. Ketika dokter datang, ia langsung bersaksi sambil menangis betapa Tuhan itu luar biasa!!! Ia sembuh total dan mengalami kesembuhan Ilahi, tanpa operasi ulang. Sekarang pahanya normal. Kejadian itu bukan hanya membuat dia membaca Alkitab, juga pribadinya berubah jadi lebih lembut dan perhatian. Abba Bapa sanggup merubah pribadi seseorang lewat pencobaan/perkara yang ajaib!
---------------------------------------------------
Sebab dukacita menurut kehendak Allah menghasilkan pertobatan yang membawa keselamatan dan yang tidak akan disesalkan...
II Korintus 7:10a